pertama bekerja

"tuan..? " Sya memanggil Bayu yang di depannya sedang berjalan menuju ruangan kerja Sya.

"iya Nona" jawab Bayu dengan ramah.

"apa semua ini cuma Prank? " tanya Sya dengan polosnya melihat sekeliling.

"kenapa anda bisa berpikir seperti itu nona? " tanya Bayu menahan gemas.

diluar sana banyak orang yang sombong mendapatkan jabatan sebagai Sekretaris Kevin alias Asisten kedua Kevin setelah Bayu.

namun nyatanya tidak ada perempuan yang bisa bekerja dengan becus menjadi asisten Kevin, selalu saja membuat Kevin marah dengan semua perempuan yang pernah bekerja dengannya.

wanita yang bekerja dengan Kevin akan bertingkah seperti pacar dan akan begitu posesif padanya melebihi pasangan kekasih saja, padahal Kevin tidak pernah kontak fisik dengan perempuan manapun.

Kevin punya penyakit terhadap sentuhan wanita kotor alias telah tidak peraw*n lagi, dan zaman sekarang sulit baginya menemukan wanita karir yang masih bersih, apapun itu,, terutama bibir wanita itu sendiri.

"karna apa lagi coba? saya tidak percaya kalau saya akan lulus.. anda tidak lihat penampilan mereka tadi? mereka jauh lebih cantik dari saya dan berpenampilan lebih menarik pastinya Presdir tidak akan malu membawa salah satu dari mereka.. lalu kenapa saya? saya tidak seperti mereka kan? "

Bayu tersenyum membuka pintu ruangan kerja Sya.

Sya menganga lebar melihat betapa megahnya ruangan kerjanya. "bagaimana bisa seperti ruang kerja papi mewahnya? ".

Sya tentu tau bedanya barang asli dan tidak, semua yang terpasang di ruangan itu tidak ada yang KW,

"i.. ini ruangan saya tuan? " tanya Sya mengatupkan kembali mulutnya.

"iya nona Syamita? saya harus panggil apa? " tanya Bayu.

"panggil Sya saja Tuan..! saya masih pemula dan banyak yang belum di pelajari, mohon bimbing saya ". Sya menunduk hormat ke Bayu.

Bayu mengulas senyumnya, "sepertinya kamu perempuan yang pantas..! "

"iya tuan? anda bicara apa? " tanya Sya sekali lagi.

"tidak ada.. saya ajarkan kamu beberapa hal" Bayu berjalan ke arah kursi Sya.

Sya berlari kecil sambil mengeluarkan buku kecilnya dan pulpennya juga bersiap mencatat apapun yang akan dikatakan Bayu,

"apa yang kamu lakukan? " tanya Bayu dengan heran.

"mencatat..!" jawab Sya nyengir kuda

Bayu tertawa kecil jadinya, "terserahmu saja"

Sya mendengarkan terus-terusan apa yang Bayu katakan,,

"ini.. ini.. ini.. ini.. dan ini baca... semua ini adalah larangan dan pantangan yang harus tuan Presdir hindari.. " Bayu mengeluarkan buku-buku ratusan halaman perbukunya dari rak buku yang ada didekatnya.

Sya kelimpungan mengumpulkannya di meja nya dan menyusunnya dengan rapi hingga Sya menelan salivanya melihat banyaknya buku yang harus ia baca.

"apa harus saya hafal tuan? " tanya Sya

"hmm.. jangan sampai ada yang salah.. dan ini semua Profil semua rekan bisnis tuan Presdir... kamu harus mengingatnya disini" . Bayu mengetuk pelipisnya sendiri.

"baik tuan" jawab Sya dengan lemas melihat tumpukan buku itu.

Bayu menggeleng gemas kepalanya, sebelumnya sudah banyak perempuan yang berada di posisi Sya ini tapi tidak pernah membaca banyaknya buku-buku yang diberikan Bayu jadi tidak tau apa saja pantangan mereka terhadap Kevin Candrawinata.

Bayu keluar dari ruangan Sya dan menutupnya kembali, sebelum pintu di tutup Bayu mendengar Sya sedang mengoceh sendiri.

Sya menyemangati diri sendiri lalu baca doa sebelum baca semuanya.

"mami... papi... bantu Sya ya? " gumam Sya dengan pelan.

Sya tersenyum lebar membenarkan kembali kaca mata besarnya, ia mulai bersemedi membaca semua buku-buku itu dengan serius.

Bayu pun menutup pintu ruangan kerja Sya sambil tertawa kecil.

"apa-apaan ini? tidak boleh kontak fisik? tidak boleh posesif? tidak boleh bermalas-malasan..? " Batin Sya keheranan baca buku pertama.

tapi Sya berusaha berpikir jernih dengan tuan Presdirnya yang super narsis itu,

"wajah kayak tembok gitu siapa yang mau menggoda coba? baguslah.. setidaknya ada bos yang tidak mau bersentuhan". batin Sya mengangguk membenarkan dirinya sendiri yang juga tidak mau kontak fisik dengan pria tembok seperti Kevin.

"Fobia? " gumam Sya terkejut

Sya kembali menajamkan penglihatannya bahkan ia melepaskan kaca mata besarnya namun rambutnya masih di kepang 2,,

"waah... selama ini aku cuma pernah dengar aja ada penyakit semacam ini..! ternyata aku harus bekerja dengan atasan yang memiliki penyakit aneh ini". gumam Sya tertawa sumbang.

"tadi aja dia menyebalkan.. lalu bagaimana jika kami bekerja bersama? " gerutu Sya

.

.

berjam-jam lamanya Sya membaca halaman perhalaman buku itu, Bayu membuka sedikit pintu ruangan Sya dan tersenyum melihat Sya makan sambil membaca buku,

Bayu menahan tawanya melihat Sya duduk seperti anak laki-laki di kursi kebesaran itu, kaki bersila di sana, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan matanya begitu fokus membaca buku yang Bayu perintahkan tadi.

Bayu kembali ke ruangan Tuannya.

"apa dia baca? " tanya Kevin dengan datar.

"iya tuan.. bahkan dia makan siang pun sambil membaca buku ". jawab Bayu.

"semoga saja jawabannya benar-benar serius.. awas saja sampai tidak becus.. " Kevin berkata dengan dinginnya.

Bayu mengangguk tanpa membantah karna ia tau tuannya itu pekerja keras saat Sya bilang dia seorang pekerja keras tentu Kevin tertarik dengan kata-kata itu.

dia butuh pekerja yang cekatan tidak memujanya dan juga pantas mendapatkan posisi Asisten keduanya.

.

.

2 Hari terus membaca buku-buku pemberian Bayu dan kini ia sudah selesai dengan tugas pertamanya.

"apa sudah siap?" tanya Bayu

"sudah tuan.. " jawab Sya berlari dari ruangannya menggenakan sarung tangan dan masker putihnya.

"apa yang kamu lakukan? " tanya Bayu.

"saya hanya berjaga-jaga tuan" jawah Sya menyemangati.

Bayu tersenyum saja dengan tingkah Sya, "tapi lepaskan maskermu.. nanti tuan Presdir malah marah dengan hal itu.. "

Sya mengangguk-ngangguk mengerti dengan cepat ia membuka maskernya.

hari ini adalah hari pertama Sya bekerja sebagai Asisten kedua sesungguhnya, sebelumnya Sya harus menghafal semua larangan tuan presdirnya.

"Tuan..? " sapa Bayu

Kevin memutar kursi kebesarannya lalu melihat tajam dan dingin ke arah Sya.

Sya memberi hormat dengan wajah tertunduk,

"buktikan kalau aku tidak menyesal memperkerjakanmu" kata Kevin dengan penuh penekanan.

"baik tuan". jawab Sya

"bagaimana tuan? apa harus bawa Sya bertemu klien kita? " tanya Bayu.

"bawa saja..! siapa tau dia berguna disana". jawab Kevin berdiri tegak mengambil jas formalnya.

Sya memberi jalan dengan wajah tertunduk, Bayu melihat gelagat Sya yang seperti tidak tertarik pada atasannya yang terbilang pria sempurna itu, hal itu membuat bibirnya tertarik ke atas.

"dasar muka tembok.. " batin Sya menjerit memaki Kevin.

Hari ini Kevin bertemu Kliennya bersama Bayu dan Sya,

"tunggu.. siapa anda? " tanya Bayu menghalau jalan wanita yang berlenggak-lenggok memasuki ruang pertemuan pentingnya.

"aku adalah perwakilan dari Mr. Macel.. " jawab wanita itu dengan kedipan centilnya.

Kevin memijit pelipisnya seketika, ia tidak menyangka akan ada perempuan di acara pertemuannya, padahal Kevin sudah katakan kalau akan bertemu dengan Mr. Macel saja tanpa ada perwakilan, kalau begini kan lebih bagus Bayu saja yang datang seorang diri.

"apa perempuan ini suka dengan pria muka tembok ini? ". batin Sya tersenyum aneh,

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

bisa jadi pendeteksi keperawanan dong... hebat 👍

2024-08-19

1

™•~•zira Kanaya°•°

™•~•zira Kanaya°•°

iya sih , berlebihan, biasa aja'
gk usah ngomong apa²
propesional donk, dlm kerja itu'
masa gk tau sopan santun antara bos dan bawahan .
di bentak klw emang salah y terima'
sedikit bicara banyak kerja'
itu baru top!
klw mau jadi anak mami yang manja, diam di rumah!!

2023-09-14

2

Rika_Faris

Rika_Faris

koq bisa2nya sya bilang bosnya menyebalkan padahal g diapa2in, cm ditanya dan langsung diterima kerja, menyebalkan nya dr sisi mana ya?? bingung ni, kadang novel2 suka over yg g masuk akan dan g nyambung...

2022-08-13

1

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!