situasi genting

Sya melihat WC Pria dengan ragu-ragu, antara mau masuk dan tidak.

"aaakh...! "

Sya terlonjak kaget ia langsung memberanikan diri masuk ke toilet pria.

Sya melebarkan matanya melihat banyaknya pil berserakan di bawahnya.

"Tuan..? " Sya meletakkan semua berkas-berkasnya di westafel dan mengambil botol obat yang masih ada beberapa butir pil di dalamnya.

"berapa pil nya tuan? " tanya Sya khawatir tapi tidak berani menyentuh tubuh Kevin.

" dua...! " jawab Kevin dengan gemetar.

Sya baru pertama kali melihat sisi Kevin seperti manusia normal pada umumnya, punya kelemahan tersendiri.

Sya dengan ragu-ragu memberikannya ke Kevin.

Kevin memegang dadanya dimana jantungnya yang sedang berdebar kencang, keringat membanjiri pelipisnya, nafas Kevin naik turun tak beraturan.

"ini tuan! " Sya meletakkannya di map nya lalu memberikannya ke Kevin.

Kevin mengambilnya dengan tangan gemetar, dan terlihat sulit untuk memakan obatnya.

Sya terlihat frustasi hingga ia melanggar UU peraturan yang di terapkan Kevin untuknya.

"maaf tuan... saya harus menyentuh anda" Sya mengeluarkan semua isi tasnya.

Sya memakai sarung tangan plastik dan menutupi wajahnya dengan masker ,,

Sya tanpa segan memegang tangan Kevin dan membantunya minum pil, Sya tidak tau pil apa itu tapi Sya hanya membantu Kevin minum obat karna tidak mungkin Kevin minum pil yang akan merugikan dirinya sendiri.

"bagaimana tuan? apa anda sudah baik-baik saja?? " tanya Sya mengusap-ngusap punggung Kevin.

Kevin merasa jauh lebih tenang, detak jantungnya mulai normal tapi nafasnya masih naik turun belum beraturan.

Sya mengambil tisu dari tasnya yang ia bongkar tadi,

"maaf...! " Sya mengelap keringat Kevin.

"apa yang kalian lakukan? " tanya seorang pria yang kaget melihat Sya ada di toilet laki-laki.

"maaf tuan... silahkan keluar..! saya mohon.. " Sya menutupi wajah Kevin dengan blazer nya karna tugasnya melindungi tuannya dengan menutupi kelemahannya itu pada siapapun.

"kalau mau berbuat jangan di toilet dong! pergi sana cari hotel.. " marah pria itu

Sya membantu Kevin duduk yang mana wajahnya masih di tutupi oleh Blazer Sya.

Sya bangkit dan mendekati pria itu lalu mendorongnya keluar dari toilet.

"apa yang kami lakukan bukan urusan anda...! sana masuk ke toilet perempuan" usir Sya segera menutup pintu toilet dan menguncinya dari dalam.

Pria tadi menggedor-gedor pintu toilet sambil marah-marah.

Sya menarik nafas panjang ia membenarkan kacamatanya.

"tuan? maaf.. tuan.. " Sya berlari ke arah Kevin dan membuka kembali blazer nya yang menutupi wajah Kevin.

samar-samar Kevin bisa mendengar suara Sya yang tengah memegang pipinya dengan tangan yang terbungkus plastik.

Kevin memejamkan matanya seakan butuh istirahat.

Sya yang khawatir mengambil ponselnya yang masih di lantai.

"dasar wanita ganjen...! apa tidak cukup Bella saja yang menjadi wanita murah*n kenapa masih banyak lagi? ck... ingin sekali aku mencincang mereka yang sudah membuatku jadi mengalami situasi ini". ngomel-ngomel Sya.

Sya menghubungi Bayu.

"Apaaaa?? "

Sya menjauhkan ponselnya mendengar suara Bayu yang untuk pertama kalinya meninggi.

"saya berada di toilet pria tuan.. bantu saya.. saya mengunci toilet supaya tidak ada pria yang masuk,, tapi saya tidak kuat membantu tuan kembali ke mobil"

"iya.. iya.. tunggu disana... bertahanlah 5 menit.. aku akan segera datang...! "

tut.. tut.. tut..

Sya meletakkan ponselnya di lantai lagi sambil memeriksa keadaan Kevin.

"dia ini pingsan apa tidur? " gumam Sya memperhatikan Kevin yang mengerutkan keningnya seolah sedang bermimpi buruk.

Sya melihat keringat di leher Kevin dan pelipisnya.

"waah.. benar-benar alergi perempuan ya? kok bisa ada sih" dumelnya menyelimuti tubuh Kevin dengan Blazernya.

"tuan? anda sadar? " tanya Sya memegang pipi Kevin lagi masih dengan tangan yang masih terbungkus.

Kevin tersenyum tipis melihat Sya yang terlihat khawatir,

"anda gila? " pekik Sya melihat senyuman itu.

Sya dengan berani menjitak kening Kevin,,

"Aehh..? Tuan? tuan? " Sya menepuk-nepuk pipi Kevin yang kembali memejamkan matanya.

"apa-apaan ini? kenapa dia pingsan lagi? " gumam Sya keheranan.

Sya yang tak mengerti pun melihat botol obat Kevin yang berserakan tadi

Sya mengumpulkannya dengan cepat dan memastikan tidak ada yang tersisa,

Sya membaca apa saja yang kandungan pil itu hingga matanya melebar sempurna.

"jantung? dia sakit jantung? ini semua untuk jantung kan? " Sya membacanya lagi lebih teliti.

Sya terlonjak kaget saat ada orang lagi yang menggedor-gedor pintu padahal tadi sudah tidak ada.

"siapa. ...?" tanya Sya

...?

"siapa?? " tanya Sya sekali lagi tidak akan ceroboh membuka pintu.

"apa tuan Bayu? tapi kenapa tidak bersuara? " gumam Sya pelan.

"siapa...?? " tanya Sya lagi.

masih tak ada jawaban Sya melangkah mundur karna merasa itu bukan Bayu,

pintu kembali di gedor-gedor dan Sya melihat ke arah pintu itu lagi,

dering ponselnya membuat pandangan Sya beralih ke ponselnya.

Sya dengan cepat mengangkat panggilan Bayu.

"tuan? "

"jangan buka pintu... aku mohon.. jangan buka pintu... banyak wartawan di luar sana" bisik Bayu terdengar jelas oleh Sya.

Sya melebarkan matanya ke arah pintu,

"ke.. kenapa bisa ada wartawan? " tanya Sya berbisik pula.

"cari jalan keluarnya.. aku mohon.. sebentar lagi pintu akan di dobrak jika kau tidak buka pintu..! aku tidak bisa mencegahnya kita terlambat" Desak Bayu.

Sya mendesah kesal karna baru kali ini ia berada di situasi menyebalkan ini.

"baiklah.. alihkan perhatian mereka! " perintah Sya.

Bayu mengangguk.. " nasib perusahaan CW Group ada di tanganmu Sya! aku mohon selamatkan seluruh karyawan CW Group..! "

Sya tentu faham maksud kata-kata Bayu yang mengatakan kalau Perusahaan jatuh bangkrut maka banyak karyawan CW Group yang kehilangan pekerjaannya sementara tingkat pengangguran di negara Indonesia masih sangat tinggi.

Sya mematikan panggilan nya setelah memberi tau rencananya dan Bayu langsung setuju rencana Sya.

Bayu memberi kode pada bawahannya untuk bekerja sama,,

Sya membuka bajunya, ia membuat rambutnya terlihat berantakan,,

Sya membantu Kevin untuk bangkit dan membawanya masuk ke Toilet lalu mendudukkannya di kloset.

"tuan..? saya mohon.. bertahanlah..! " Sya menepuk-nepuk pipi Kevin yang terlihat sedikit sadar.

Sya menutupi wajah Kevin dengan maskernya lalu menutupi kepala Kevin dengan blazernya,

Sya menutup pintu Toilet dan semua pintu Toilet lainnya juga.

Sya mengambil lipstik dilantai.

"untung aja Lipstik wiwin ada disini.. " Sya mencoret-coret wajahnya dengan lipstik itu hingga terlihat seperti memar dimana-mana.

tak berapa lama pintu di buka oleh Sya,

mereka semua memotret Sya berkali-kali.

"kenapa..? kenapa kalian datang kesini hah? apa kalian mau membuat berita yang tidak-tidak? atau kalian ada utusannya hah?? " marah Sya

Sya melihat ke arah Bayu yang ada di sampingnya dengan masker di wajahnya juga dan beberapa orang lainnya yang menyamar menjadi kamera man itu juga orang-orang Bayu.

Sya dan Bayu seperti memberi kode satu sama lain,,

"menyingkir...!! aaaaakkkh...!! " Sya menjerit memekakkan telinga semua orang hingga banyak orang meringkuk.

Bayu mengambil kesempatan itu untuk masuk ke Toilet pria saat orang-orang lengah,,

beberapa wartawan hendak masuk tapi di halang-halangi oleh orang-orang Bayu yang sedang menyamar jadi reporter dengan berpura-pura mewawancarai Sya.

benar kata orang, sekali anjing menggonggong maka anjing lain juga akan ikut menggonggong, mereka seakan lupa mencari tau siapa yang ada di Toilet itu malah mengikuti Sya yang menjauh dari toilet pria itu.

Sya di kerumuni wartawan dan mencecarnya berbagai pertanyaan, Sya menundukkan kepalanya seakan sedang benar-benar berada di situasi menyedihkan.

"sudah berhasil nona! " bisik salah satu wartawan membuat Sya meliriknya.

wartawan pria itu melirik ke arah Bayu yang mengacungkan jempolnya ke arahnya.

Sya menarik nafas dalam-dalam lalu menangis sesegukan hingga para wartawan makin gencar ingin mewawancarainya.

"disana...! " Sya menunjuk toilet pria.

"disana... hiks.. hiks...! " Sya menunjukkan sambil menangis.

semua wartawan akhirnya berlari ke arah toilet pria mencari tau apa yang ada di dalamnya.

"ayo kabur..! " ajak Sya menghapus air mata buayanya.

orang-orang Bayu yang menyamar menjadi reporter pun mengangguk..

mereka segera melarikan diri dari tempat itu.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Hariyanti

Hariyanti

hadeuh 🤦🤦🤦

2025-01-29

0

Erna Masliana

Erna Masliana

setelah langsing Sya jadi pintar y

2024-08-19

2

zonk

zonk

ya allah kena bet kek gua yang pengangguran😧

2022-09-09

1

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!