pembicaraan serius

.

.

"biar aku yang bawa mobilnya" Kevin mengulurkan tangannya ke Syamita.

Sya malah bengong melihat tangan Kevin,

"mana kuncinya? " desak Kevin

"tidak apa tuan.. saya bisa menyetir sendiri" tolak Syamita.

Kevin melototkan matanya dan Sya juga tidak peka malah dengan asiknya mengeluarkan kunci mobil yang diberikan Bayu, dan hendak masuk ke bagian kemudi mobil Kevin tapi Kevin menahan pintu masuk mobilnya.

Sya menatap tangan Kevin lalu perlahan menoleh ke Kevin,

"aku tidak suka perkataanku dibantah" ujar Kevin memperingati.

"dan saya tidak suka anda mengasihani saya" balas Sya tak kalah tajam menepis tangan Kevin.

Kevin ternganga saja dengan tingkah Sya yang sangat berani melawannya.

"aku berusaha bersikap baik dengannya malah diperlakukan seperti ini, ck.. " Kevin menggeleng gemas kepalanya pelan.

"kenapa anda lama sekali tuan? " tanya Sya membuka kaca mobilnya.

"aku sedang memikirkan apa hukuman yang pantas untukmu". ujar Kevin dengan cueknya.

Sya malah mencibir dengan entengnya,

.

.

"kita kemana tuan? " tanya Sya

"rumah sakit" jawab Kevin.

Sya mengangguk-ngangguk sambil serius mengikuti pemandu jalan yang di atur oleh Kevin,

Sya dipertemukan dengan dokter pribadinya Kevin,,

"ada apa Kevin? apa kumat lagi? " tanya dokter Rangga dengan khawatir tiba-tiba meninggalkan jam makan malamnya yang memang sudah terlambat.

"bukan aku paman... ini yang sakit.. " Kevin melirik Sya yang terlihat terkejut dengan situasinya kini.

"kenapa situasinya begitu familiar? ". batin Sya dengan penasaran berusaha mengingat-ngingat dimana ia pernah mengalami di situasi yang sama.

Sya akhirnya ingat kalau Noman lah yang begitu posesif padanya hingga memanggil dokter pribadi kalau Sya terluka walau sedikit.

"papi pasti khawatir denganku tadi..! " batin Sya jadi teringat kekhawatiran Noman.

Rangga menoleh ke Sya yang sangat cantik dengan mulut terbuka seperti sedang memikirkan sesuatu saja.

"hei... Culun..! " bentak Kevin bertepuk tangan di depan Sya seperti menepuk nyamuk saja.

"apa matamu buta? dia seperti dewi kamu sebut culun? " Rangga berdecak tak percaya akan panggilan Kevin.

"dia memang culun.. dan tidak usah banyak tanya paman.. obati saja tangannya" perintah kevin.

Rangga hanya menggeleng kepalanya pelan, tapi ia cukup penasaran dengan Sya,, Sya adalah gadis pertama yang di antar Kevin ke rumah sakit untuk diobati olehnya,

"mari nona" ajak Rangga dengan sopan.

Kevin hanya acuh memainkan ponselnya, tak berapa lama Kevin menerima panggilan Bayu, ia menjauh dari Sya dan dokter Rangga.

Kevin mengangkat panggilan Bayu, "hmmm? katakan...! "

"memang pesaing bisnis anda tuan,, saya sudah memaksa Chika untuk bicara, sepertinya banyak yang ingin menjatuhkan anda tuan"

"hm... sudah sejak dulu..! cari tau dalangnya secepatnya, aku tidak mau mereka berpesta setelah membuat mood ku buruk tadi" perintah Kevin

"baik tuan... bagaimana dengan keadaan Sya tuan? " tanya Bayu.

Bayu pasti bisa menemukan semua dalangnya yang menjadi otak dari permasalahan mereka tadi, Chika, wartawan dan si penembak obat bius hanya kaki tangan saja.

Bayu cukup berkuasa di hotel milik keluarganya tadi jadi wajar dia bisa mendapatkan informasi sekecil apapun itu, walau begitu Bayu harus lembur mencari tau semuanya di tempat itu juga.

"dia sedang diobati oleh Paman Rangga" jawab Kevin

"Apa tuan? anda membawanya ke paman Rangga? " tanya Bayu tak percaya.

"kenapa? apa masalahnya? " tanya Kevin tak mengerti dengan tingkah berlebihan Bayu.

Bayu menganga lebar saja di ujung telfon bagaimana bisa Kevin membawa seorang gadis dengan luka kecil ke dokter pribadi yang pastinya sangat sibuk,,

"apa dokter Rangga ada berkomentar tuan? " tanya Bayu.

"tidak ada.. sudahlah kerjakan pekerjaanmu dengan cepat! " titah Kevin mematikan panggilannya secara sepihak.

Bayu tentu menyadari ada yang berbeda dengan perlakuan tuannya ke Sya.

Kevin kembali masuk ke ruangan Rangga,

"bagaimana paman? " tanya Kevin menyambar

Rangga melihat ke arah Sya sebentar lalu ke Kevin juga, Rangga melihat Sya yang tampak serius sedang mengirim pesan dengan seseorang setelah di obati dan Kevin tampak sedang serius menanyakan keadaan Sya.

Rangga tau Kevin bukan pria yang peduli akan seseorang selain dirinya sendiri, tapi tak disangka sekarang Rangga melihat sisi Kevin yang berbeda.

"Sya tidak apa-apa Kevin, hanya luka sedikit saja di beri salep semua akan baik-baik saja Kevin, luka Sya tidak seserius itu". jawab Rangga.

Kevin mengangguk mendengarnya, "dia bisa saja menyebutkan pasal karna aku membuatnya terluka" gerutu Kevin dengan malas ke arah Sya.

"Pasal? astagah kamu masih menyimpan peraturan aneh seperti UUD negara itu Kevin? " tanya Rangga ternganga tak percaya

"mau bagaimana lagi paman ! aku tidak bisa menyembuhkan Fobiaku" ujar Kevin dengan santainya.

Rangga hanya bisa menepuk jidatnya tak mengerti dengan keadaan pasiennya yang satu itu,

"bukankah kamu bilang mau sembuh? lalu kenapa tidak mau berusaha? Fobiamu itu karna otakmu belum bisa menerima penghianatan wanita itu dulu, maka nya tubuhmu belum juga menunjukkan reaksi yang berbeda..! tiang Fobia mu itu adalah otak dan hatimu... mereka harus bekerja sama supaya penyakitmu itu sembuh". kata Rangga menunjuk-nunjuk dada Kevin.

Kevin terlihat tidak peduli tubuhnya akan sembuh atau tidak, Kevin pernah berusaha dekat dengan perempuan manapun tapi malah berujung petaka bagi Kevin.

"aku sudah bilang kalau ada perempuan yang bibirnya masih bersih aku pasti bisa bersentuhan dengannya" tutur Kevin dengan santainya

"ya..ya.. ya.. itu penawarmu kan? itu cara otakmu menemukan jawaban.. zaman sekarang gadis mana yang bibirnya masih bersih? lagian kamu terlalu mempermasalahkannya, apa kamu fikir ciuman sesuatu yang begitu berharga? bagaimana jika kamu menikah dengan artis? sudah pasti ada adegan begituannya apa menurutmu hal itu tidak wajar? "

"ya.. itu tidak wajar.. " jawab Kevin dengan seriusnya.

Rangga tak lagi berbicara karna menurutnya percuma berbicara dengan Kevin yang merasa Rangga hanya tempat mengeluh saja tapi kalau solusi dan penyelesaian masalah ya Kevin sendiri yang pikirkan.

Kevin tipikal pria yang sulit untuk di nasehati.

Sya menghubungi papinya dan sedikit menjauh dari Kevin dan Rangga yang terlihat sedang berbincang dengan serius.

"Papi.. Maafin Sya ya pi.. Sya lupa beritau papi.. apa papi baik-baik aja? " tanya Sya dengan memelas.

"papi tidak apa-apa sayang, ada mamimu yang menenangkan papi saat ini". jawab Noman dari ujung telfon.

Sya sedikit terhibur setelah berbicara dengan Noman dan Laila (papi dan mami Sya).

Sya mematikan panggilannya lalu menoleh ke Rangga dan Kevin yang masih sibuk berbicang.

"apa sih yang mereka bicarakan? dan juga tadi kenapa dokter Rangga bisa begitu khawatir dengan keadaan tuan tembok itu? apa dia benar-benar alergi parah dengan sentuhan wanita? ". batin Sya menggeleng-geleng heran kepalanya dengan jenis penyakit Kevin yang sangat langka.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Tiinaa

Tiinaa

tak tau dya ciuman itu manis

2022-06-04

2

Renireni Reni

Renireni Reni

masih ada yg bibirnya suci kevin....bibirnya sya

2022-05-03

11

Harsuni Haerati

Harsuni Haerati

bibir sya masih suci noh

2022-02-15

9

lihat semua
Episodes
1 Syamita
2 di kecohi
3 memberi tau
4 ketahuan
5 tekat
6 pamitan
7 melamar pekerjaan
8 pertama bekerja
9 cuma itu?
10 balas
11 jam lembur?
12 berubah
13 bertemu
14 host
15 tak terduga
16 pembicaraan serius
17 permintaan
18 John Laser?
19 bertemu klien
20 situasi genting
21 rumah minimalis
22 bisa menyentuhnya
23 ada apa?
24 tidak di duga
25 kesal
26 ikut aku
27 ke luar kota
28 di kejar
29 milikku
30 tidak bisa kabur
31 masa lalu Sya
32 minta nasihat
33 kecelakaan
34 sadar
35 hadir
36 masalah kecil
37 siapa milikmu?
38 first kiss
39 belajar menerima
40 sangat manis
41 tanpa sengaja
42 traktir
43 lamaran sederhana
44 memperkenalkan
45 sebagai calon istri
46 masalah
47 bukan remaja
48 penghianat
49 menghadiri Awards
50 pelakunya?
51 memberitau
52 bongkar
53 gagal manis
54 diketahui
55 masalah Wiwin
56 terlaksana juga
57 tidak sengaja
58 ada apa dengan dia?
59 acara
60 alasan
61 kehancuran Bela
62 kehancuran Haris
63 menghadiri pesta
64 bulan madu versi Sya
65 tak juga menyerah
66 sedang beruntung
67 menginap
68 berdebar karna hal kecil
69 kerja ke luar kota
70 aktifitas pasangan LDR
71 tanpa sadar
72 Keluar Kota
73 salah sasaran
74 memohon
75 Bayu dan Wiwin (part. 1)
76 Bayu dan Wiwin (part. 2)
77 Bayu dan Wiwin (part. 3)
78 menikah
79 ketahuan
80 gila
81 RSJ
82 meminta
83 Ngidam?
84 keputusan
85 kabar baik
86 pengangkatan
87 sembuh
88 tidak disangka
89 keberanian
90 lahiran
91 kebahagiaan
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Syamita
2
di kecohi
3
memberi tau
4
ketahuan
5
tekat
6
pamitan
7
melamar pekerjaan
8
pertama bekerja
9
cuma itu?
10
balas
11
jam lembur?
12
berubah
13
bertemu
14
host
15
tak terduga
16
pembicaraan serius
17
permintaan
18
John Laser?
19
bertemu klien
20
situasi genting
21
rumah minimalis
22
bisa menyentuhnya
23
ada apa?
24
tidak di duga
25
kesal
26
ikut aku
27
ke luar kota
28
di kejar
29
milikku
30
tidak bisa kabur
31
masa lalu Sya
32
minta nasihat
33
kecelakaan
34
sadar
35
hadir
36
masalah kecil
37
siapa milikmu?
38
first kiss
39
belajar menerima
40
sangat manis
41
tanpa sengaja
42
traktir
43
lamaran sederhana
44
memperkenalkan
45
sebagai calon istri
46
masalah
47
bukan remaja
48
penghianat
49
menghadiri Awards
50
pelakunya?
51
memberitau
52
bongkar
53
gagal manis
54
diketahui
55
masalah Wiwin
56
terlaksana juga
57
tidak sengaja
58
ada apa dengan dia?
59
acara
60
alasan
61
kehancuran Bela
62
kehancuran Haris
63
menghadiri pesta
64
bulan madu versi Sya
65
tak juga menyerah
66
sedang beruntung
67
menginap
68
berdebar karna hal kecil
69
kerja ke luar kota
70
aktifitas pasangan LDR
71
tanpa sadar
72
Keluar Kota
73
salah sasaran
74
memohon
75
Bayu dan Wiwin (part. 1)
76
Bayu dan Wiwin (part. 2)
77
Bayu dan Wiwin (part. 3)
78
menikah
79
ketahuan
80
gila
81
RSJ
82
meminta
83
Ngidam?
84
keputusan
85
kabar baik
86
pengangkatan
87
sembuh
88
tidak disangka
89
keberanian
90
lahiran
91
kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!