"Sial! Kenapa dia tahu aku akan melarikan diri." Umpat Lea dalam hati. "Kau tenang saja, aku tidak akan melarikan diri. Jadi kembalikan jaketku! Masa kau tega aku keluar dengan pakaian seperti ini." Lea menatap tubuhnya yang hanya mengenakan tube top, mengingatkan dirinya saat Bara merobek pakaiannya dan membuat tubuhnya dipenuhi oleh bekas kecupan.
"Aku rasa tidak masalah kau pakai itu, lagi pula tempat minuman itu ada di pojok lorong jadi kau tidak perlu malu mengenakan pakaian sexy itu." Ucap Alana yang kembali berjalan menuju kursi kerjanya.
"Ya Tuhan kau itu benar-benar sepupu laknat." Umpat Lea, dan mau tidak mau ia pun keluar dari ruangan Alana dengan tube top di tubuhnya, memperlihatkan punggung dan pusarnya yang terbuka.
Alana yang mendengar umpatan Lea hanya membalas dengan suara tawa yang puas, karena sudah berhasil mengerjai sang putri manja yang sangat pemalas.
Dari dulu Alana ingin sekali membuat Lea mengerjakan semua hal yang berbau urusan rumah tangga, karena sepupunya yang di manja oleh kedua kakak kembarnya itu tidak pernah mau jika di suruh membereskan sesuatu. Wanita itu selalu beralasan semua urusan pekerjaan itu bisa memakai jasa asisten rumah tangga. Tapi Alana yang tidak ingin ada orang asing masuk ke apartemennya, lebih memilih mengerjakan semua pekerjaan itu sendirian dan Lea hanya menjadi penonton.
*
*
Sementara itu Lea yang sudah berada di luar ruangan segera berlari menuju pintu lift, ia sudah memutuskan untuk kabur dari tempat Alana dari pada terus menerus di suruh oleh sepupu laknatnya itu. Dan untuk urusan jaket kesayangannya, ia akan menyuruh Boy atau Agam untuk mengambilnya.
"Aku baru tahu dia itu wanita yang tidak berperasaan, menyuruhku ini dan itu di saat hati dan tubuh ini sedang tidak baik-baik saja. Pantas calon tunangan Alana berselingkuh dengan Alena, mungkin pria itu selalu di siksa dan merasa tertekan." Gerutu Lea sembari menatap tampilannya dari pantulan kaca yang ada di dalam lift.
"Mudah-mudahan aku tidak bertemu dengan si brengsek itu." Gumam Lea sembari menarik tube top nya keatas dan kebawah. "Eh kenapa aku jadi memikirkan pria itu." Lea menepuk keningnya sendiri lalu berjalan keluar dari lift dengan setengah berlari, ia ingin secepatnya pergi dari tempat tersebut menuju mansion utama. Karena Lea sudah memutuskan untuk tinggal di mansion tersebut selama dua puluh sembilan hari ke depan, dari pada tinggal di apartemen Alana dan menjadi pelayan pribadi wanita itu.
Saat langkah kakinya berjalan menyusuri jalanan untuk mencari taksi, tiba-tiba saja tangannya ditarik dari belakang dan di detik berikutnya tubuhnya terasa melayang di udara.
"Hei lepaskan! Siapa kau?" Lea berteriak saat tubuhnya digendong bagaikan karung beras, lalu tubuhnya terhempas di atas kursi mobil. "Bara..." Lea terkejut saat menatap wajah yang ada dihadapannya.
"Sudah aku katakan jangan pernah memakai pakaian yang seperti itu!" Bara menatap tajam pakaian sexy yang dikenakan wanitanya, lalu melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Lea.
Sementara itu Lea yang masih terkejut hanya diam saat Bara memakaikan jas di tubuhnya, ia pun tidak protes saat mobil yang dinaikinya mulai berjalan entah kemana. Karena pikirannya saat ini dipenuhi oleh banyak sekali pertanyaannya, seperti sejak kapan Bara ada di tempat itu? Dan bagaimana bisa mereka bertemu kembali? Atau jangan-jangan si brengsek itu selalu mengikutinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Sweet Girl
jelase....
2024-09-20
0
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
that's right Lea 😅😅
2024-02-19
0
Erni Fitriana
ini lah dunia novell...bebasss mau gimana juga....bara mau kerja kek...bara mau jadi penguntit kek.....bebas bosque
2023-09-16
3