"Menikahlah denganku." Bara mengulangi perkataannya sembari menatap ke-dua manik milik wanitanya.
Lea sendiri hanya diam karena masih terkejut dengan permintaan atau yang lebih tepatnya lamaran dari pria itu. "Ya Tuhan apakah ini nyata? Bara Klopper mengajakku menikah." Gumam Lea dalam hati dan tanpa sadar menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. "Bara aku—"
"Tunggu dulu! Aku tarik kembali perkataanku tadi." Potong Bara dengan cepat.
"What?" senyum di bibir Lea langsung menghilang saat Bara batal mengajaknya menikah. "Oh my God, dia benar-benar pria yang brengsek! Setelah aku terbang sampai ke atas langit, lalu dengan tanpa perasaan dihempaskan kembali ke bumi." Umpat Lea dalam hati. "Dengar Bara kau itu—"
"Aku belum selesai berbicara sayang." Bara menarik pinggang Lea hingga membuat keduanya tak berjarak. "Aku tidak jadi memintamu, tapi aku akan memaksamu untuk jadi istriku. Dengan kata lain kau tidak bisa menolaknya." Bisik Bara dengan lembut.
Membuat hati Lea kembali bahagia hingga terbang kembali ke atas langit. "Eh tunggu dulu! Bukankah si brengsek itu sudah menikah dengan Arneta?" hatinya yang berbahagia seketika itu juga berganti dengan rasa kecewa saat teringat status Bara.
"Jadi bersiaplah menyandang status sebagai Nyonya Klopper." Bara ingin mengecup bibir Lea yang sejak dulu menjadi candu baginya, namun belum sempat bibirnya menyentuh bibir merah milik Lea, tubuhnya terhuyung kebelakang karena di dorong dengan kasar.
"Kau itu benar-benar brengsek Bara! Memaksa aku untuk jadi istrimu, sementara kau sendiri sudah menikah dengan Arneta." Ketus Lea dengan tatapan mata yang tajam.
"Ck, memangnya kenapa kalau aku sudah menikah? Bukankah kau bisa menjadi istri keduaku." Bara menarik satu sudut bibirnya.
"Kau..." geram Lea dengan tangan terkepal erat. "Aku tidak mau dan tidak akan pernah menjadi istri keduamu!"
"Hahaha.. Lea.. Lea." Bara tertawa sembari menggelengkan kepalanya. "Bukankah tadi sudah kukatakan dengan jelas, aku tidak memintamu tapi aku memaksamu. Jadi mau tidak mau kau harus jadi istriku."
"Cih, dan sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadi istri keduamu."
"Kau harus mau Lea!"
"Tidak mau dan kau tidak bisa memaksaku."
"Baiklah kita lihat saja nanti." ucap Bara dengan seringai tipis dibibirnya.
"Tidak perlu melihat nanti-nanti karena sampai kapanpun aku—"
Tok..Tok.
Lea tidak jadi meneruskan perkataannya saat mendengar suara pintu kamar diketuk dari luar, dan dengan sigap ia mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya saat melihat Bara membuka pintu.
"Maaf Tuan aku hanya ingin mengantar ini." Roy menyerahkan sebuah paper bag yang berisikan pakaian, dan dalaman baru yang diminta oleh tuannya.
"Terima kasih." Bara segera menutup pintu kamarnya karena tidak ingin Roy melihat Lea yang hanya mengenakan selimut. "Pakai ini!" Bara menyerahkan paper bag pada wanitanya.
Lea membuka isi paper bag tersebut dan tanpa banyak berkata masuk ke dalam bathroom, ia ingin segera memakai pakaian tersebut agar bisa cepat pergi dari tempat Bara.
"Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Bara saat melihat Lea keluar dari bathroom.
"Kau itu sebenarnya niat membelikan pakaian tidak?" Lea menjawab pertanyaan Bara dengan sebuah pertanyaan, karena ia merasa kesal pada pria itu yang sudah membeli sweater tebal dan panjang yang saat ini dikenakannya.
"Kenapa memangnya?" Bara menatap Lea dari atas sampai bawah dan tidak ada yang salah. "Pakaian itu menurutku sangat cocok untukmu."
"Cocok dari mananya? Kau tahu tidak ini itu di Jakarta, dan sangat panas jika memakai sweater seperti ini." Gerutu Lea dengan bibir yang mengerucut tajam. "Ah sudahlah lebih aku pulang dari pada meladeni orang gila sepertimu." Lea berjalan keluar dari dalam kamar tanpa mempedulikan Bara the jerk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
oncom
ndase
2024-09-04
0
~**Alfi_Pjm** ~💜💜💜
🌹🌹🌹
2024-03-01
0
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
padahal dari dulu bara udah posesif ya sama Lea
2024-02-19
0