Keesokkan harinya.
Lea menggeliat ke kanan dan ke kiri karena merasakan hawa dingin menerpa kulit tubuhnya, membuat tidurnya tidak nyaman hingga wanita itu membuka kedua matanya dengan perlahan.
"Selamat pagi Lea Richard." Bara menatap pantulan Lea dari jendela kamar.
"Pagi." Lea tersenyum sembari menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya, dan saat ia ingin memejamkan kembali ke-dua matanya, wanita itu langsung bangkit dari tidurnya saat tersadar oleh sesuatu. "Kau, siapa kau?" Lea menatap sosok pria yang tengah berdiri membelakangi dirinya.
Sosok itu terlihat tegak berdiri dengan punggung yang terlihat kekar karena bertelanjang dada tanpa kaos yang menutupi tubuhnya. Pria itu hanya mengenakan celana panjang hitam menambah kesan hot dan maskulin meski dari belakang.
"Tunggu dulu! Suara dan bentuk tubuh itu seperti—"
"Apa kabarmu sayang?" Bara menengok kebelakang, menatap wajah cantik Lea yang terlihat terkejut.
"Ba-Bara kau?" Lea mengusap kedua matanya, ia tidak percaya dengan yang dilihatnya saat ini. Sosok yang selama ini ia rindukan ada di depan matanya dan tengah tersenyum kepadanya. "Tidak mungkin, aku pasti sedang bermimpi." Ia mencubit pipinya sendiri untuk memastikan apa yang dilihatnya itu mimpi atau bukan.
"Lea Richard kau cantik jika sedang terkejut, dan tubuhmu itu membuat aku—" Bara mengusap rahangnya menatap kearah Lea dengan senyum yang menggoda.
Lea yang merasa diperhatikan langsung menatap kearah tubuhnya, dan seketika itu juga ia berteriak saat menyadari tubuhnya polos tak mengenakan sehelai benang pun.
"Kau! Apa yang kau lakukan padaku?" Lea menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dengan tangan yang gemetar dan raut wajah yang menahan amarah ia menatap Bara dengan sangat tajam.
"Sayang kau lupa dengan apa yang kita lakukan tadi malam?" Bara berjalan menghampiri Lea lalu duduk di samping wanitanya.
"Tidak, jangan sampai..." Lea mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam, namun semakin diingat kepalanya terasa semakin pusing.
"Kau lupa dengan tanda-tanda merah ini?" Bara menyentuh leher wanitanya dan ingin menyentuh kearah dada.
Namun dengan cepat Lea menghentikan gerakan tangan Bara, ia segera menatap tubuhnya dan begitu terkejut saat melihat banyak tanda merah di perut dan juga pahanya. Dan entah di mana lagi tanda merah itu berada tapi yang jelas itu menandakan sesuatu.
"Kau brengsek!" Lea menampar Bara dengan sangat kencang. "Kau jahat Bara! Jahat!" teriak Lea sembari menangis, ia tidak pernah menyangka sesuatu yang dijaganya selama ini hilang karena kebodohannya yang tidak ia sadari. "Setelah yang kau lakukan selama ini padaku, dengan seenaknya kau datang dan mengambil apa yang ku jaga di saat aku tidak sadarkan diri." Lea semakin histeris memukul dada bidang Bara.
Bara hanya diam saja menerima pukulan dari Lea, ia membiarkan wanitanya meluapkan semua amarahnya dan hanya menatap lekat wajah Lea yang tengah menangis.
"Sudah selesai menangisnya?" tanya Bara setelah menunggu selama sepuluh menit.
"Kau brengsek! Kau pria paling brengsek yang pernah aku temui, aku membencimu!" Lea masih berteriak histeris, dan saat Bara hendak memeluknya Lea segera mendorong pria itu.
Lea benar-benar merasa terluka dengan perbuatan Bara, ia merindukan pria itu dan sangat ingin bertemu dengannya. Namun tidak seperti ini dengan keadaan kehormatannya yang diambil dengan keadaan tak sadarkan diri.
"Mau sampai kapan kau menangis, hem?" Bara mengusap rambut Lea dengan perlahan.
"Sampai aku bisa membunuhmu, baru aku akan berhenti." Dengan penuh amarah Lea menyerang Bara hingga membuat pria itu terjatuh ke atas lantai, dengan membabi buta ia terus memukul tanpa peduli tubuh polosnya berada di atas tubuh Bara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Vitamincyu
👍👍👍
2024-08-30
1
✨️ɛ.
kamarnya udah dikonci blom tuh?
2024-08-19
0
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
wkwkwkwk menikmati pukulan pasti si bara ,,sae kang modus nii
2024-05-03
0