Melihat tatapan Ivan yang meminta penjelasan darinya, Diana pun melanjutkan langkahnya. Semua pasang mata tertuju pada sosok Diana. Sorot mata mereka semua penuh dengan aura kecurigaan. Seakan Diana habis tertangkap basah mencuri sesuatu.
"Diana, bisa kamu jelaskan semuanya?" Ucap kakek Agung, dengan nada yang begitu lembut.
"Penjelasan apa lagi? Semua sudah gamblang dan sangat nyata, kalau dia wanita nggak baik!"
"Keberingasan, kebuasan, dan jiwa premannya tersembunyi dibalik kepolosan dan keluguannya sebagai gadis desa."
"Menjijikan sekali, saat digali lebih dalam, ternyata dia hanyalah seorang penggoda." Santhy terus menghina Diana.
"Benar sekali tante, beruntung semuanya terbuka di awal." Veronica menambahi.
"Ku rasa, itu bukan satu-satunya yang menikmati tubuhnya. Ingat pengacara Nizam?" Santhy melempar pertanyaan pada semua orang, tanpa dijawab pun sudah pasti mereka semua mengenal siapa pengacara Nizam.
"Pengacara Nizam, mulanya ku sewa untuk membela Lussy, ternyata saat bertemu Diana, aduh … obrolan mereka sangat manis, ini baru pertama kali aku melihat sosok seorang Nizam yang dingin tersenyum hangat."
"Owh maaf, kita lanjut pada bahasan. Intinya Nizam tidak mau membela putriku, Nizam malah membela Diana."
"Sepertinya tubuh Diana membuat pengacara itu tidak berkutik. Hingga bersikeras membela Diana."
Ucapan Shanty seketika terhenti, kala sorot tajam mata Agung tertuju padanya. Melihat tamunya diam, kakek Agung pun menoleh kearah Diana dengan tatapan mata yang begitu teduh.
"Diana, kakek mohon, jelaskan semuanya. Kamu berhak memberi penjelasan atas segala tuduhan yang tertuju padamu," ucap kakek Agung begitu lembut.
"Apa hubungan kamu, dengan laki-laki yang ada di foto tersebut?" Tanya kakek Agung lagi.
Diana mulai mengeluarkan handphonenya, dan mengetik dengan cepat di sana.
Melihat Diana mengetik jawaban pada handphonenya, Veronica malah menertawakannya.
...Abimayu...
Nama yang tertera pada layar handpone Diana. Mengingat nama itu, kakek Agung, dan keluarganya yakin, itu adalah orang yang mereka kenal. Tapi, Veronica dan Santhy tidak mengetahui nama tersebut, karena banyak orang yang bernama Abimayu.
"Memang siapa Abimayu?" Tanya Veronica.
"Dia Ayahku," sahut Thaby.
Veronica tidak mengenal siapa Thaby, yang dia tahu Thaby hanyalah adik tingkatnya. Mengetahui itu adalah Ayah Thaby, pikiran Veronica mereka hanyalah orang biasa.
"Itu Ayah Thaby? Jadi … Ayah dan anak dia goda?" Ledek Veronica.
"Anaknya akan menjadi suamimu, tapi kamu malah menggoda Ayahnya juga?"
"Hati-hati om Sofian, tidak menutup kemungkinan om adalah target dia selanjutnya," ucap Veronica.
"Abimayu adalah Rektor Fakultas Bina Jaya!"
Ucapan kakek Agung sontak membungkam mulut Veronica. Foto yang blur membuat kakek sulit mengenali siapa sosok yang bersama Diana pada foto, namun ketika mengetahui namanya, dan melihat kembali postur tubuhnya, kakek yakin itu adalah Abimayu, Rektor Fakultas Bina Jaya, juga kepala Rumah Sakit Healt And Spirite.
Santhy dan Veronica sama-sama terkejut, karena mereka tidak mengetahui sosok Rektor Bina Jaya, yang memang sangat jarang bisa ditemui.
"Kamu ingin mencoreng kehormatan Rektor kami, Diana?"
"Owh, kamu mengedit foto itu, agar kamu bisa masuk fakultas itu, iya?"
Veronica terus menyudutkan Diana dengan segala tuduhan yang sangat menghinakan, dan membela nama Rektor kampus Bina Jaya.
"Rektor tidak akan tergoda dengan tubuhmu, karena dia orang terhormat dan berpendidikan tinggi. Tidak sepertimu, rendahan dan tidak berpendidikan."
"Owh rupanya, dia selalu memberikan tubuhnya, demi tujuannya?" Santhy menambahi.
"Aku yakin, Rektor hanya dijebak, tante."
"Diana tidak seperti apa yang kalian berdua tuduhkan!"
Semua tersentak, karena suara tegas barusan. Mereka menoleh kearah pintu, namun mereka tidak mengenal laki-laki itu, sedang pemuda yang berdiri di samping Veronica seketika pucat, melihat pria tua yang semakin mendekat kearahnya, walau kerutan sudah menghuni wajahnya, namun tubuh itu terlihat sehat dan bugar.
"Selamat sore, Pak Agung, Pak Sofian, nak Ivan, dan Nyonya Rani," sapanya lembut.
"Selamat sore Pak."
"Selamat sore nak Diana," sapa Pak Abi.
Diana hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.
Mereka semua saling bersalaman. Namun laki-laki itu hanya menyalami keluarga kakek Agung dan Diana.
Sesaat kemudian, tatapan laki-laki itu tertuju pada Thaby. Membuat yang ditatap semakin terlihat gugup.
"Siapa yang mengajarimu menjadi aktor Drama!?"
Veronica dan Santhy sangat terkejut ternyata laki-laki yang datang ternyata adalah Ayah Thaby, yang membuat mereka semakin tak berkutik, Abimayu seorang Rektor.
"Bila kamu ingin menjadi aktor hebat, lebih baik kamu pindah jurusan!" Maki Abimayu pada Thaby.
"Kemari kau!"
Seketika Thaby bersembunyi di belakang punggung Ayahnya.
Mata Abimayu tertuju pada foto-foto kebersamaannya dengan Diana, foto itu hanya jelas pada bagian wajah Diana, karena bagian wajah Abimayu terlihat buram.
"Ini kejadian saat di desa Diana, saat itu Diana menolongku. Aku merasa banyak berhutang pada Diana, setelah semua itu berlalu, aku berpikir untuk mengenal Diana lebih jauh, hingga tinggal beberapa saat di desa Diana, banyak pembicaraan yang ingin ku bahas dengannya.".
Semua orang syok terlihat sangat jelas bagaimana gurat wajah mereka kala mendengar seorang Rektor kagum dan menyukai sosok Diana.
"Foto itu diambil di desa Dianaz saat aku menginap di sana."
"Tapi kedatanganku ke sini, aku bukan untuk berbohong Ayah, kan dulu Ayah pernah bilang, akan berbicara dengan nenek Diana, untuk meminang Diana menjadi istriku," sela Thaby.
"Cuma sebatas niat saja, Thaby!"
"Aku tau diri, sebab itu aku batalkan. Karena kamu tidak pantas mempersunting Diana!" Ucap Abimayu begitu tegas.
"Diana terlalu berharga dan istimewa, maka hanya pantas dimiliki seorang laki-laki yang istimewa juga."
Semua semakin dibuat terkejut dengan ucapan Abimayu. Apalagi Veronica, dia tidak menyangka Rektornya yang tidak pernah dia temui sebelumnya malah sangat menyukai Diana, bahkan mengatakan anak kandungnya sendiri tidak pantas untuk Diana.
"Pede sekali kamu mengaku sebagai tunangan Diana, sebagai Ayahmu aku tau segala kelebihanmu, dan itu masih belum pantas membuatmu untuk menjadi pendamping Diana. Diana sangat special, sangat istimewa, sangat berharga. Tangannya tidak pantas dipegang oleh tanganmu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 288 Episodes
Comments
Efsa Lestari
aku masih bingung Diana kuliah S3 kh atau apa sih. kan dia udah jadi dokter bedah yg hebat bahkan satu kampus dgn veronika lagi bearti veronika juga calon dokter....ini yg dari tadi jadi pertanyaan aku
2024-12-27
0
girl bos💐🌹
kecee banget niehh si Diana
2023-10-30
0
Lukman Hakim
sedih bgt ya
2023-07-26
2