Perlahan mobil Ivan memasuki komplek Gedung Apartemennya.
Diana kembali sibuk dengan handphonenya, dan mengetik kata di sana.
...Turunkan aku di depan sana....
Rasanya tenaga Ivan untuk meladeni Wanita di sampingnya ini sudah habis, Ivan pun menepikan mobilnya. Tanpa mengatakan apa-apa. Di depan mobil Ivan tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Terlihat seorang laki-laki tampan dengan setelan jas lengkap berlari kearah mobil Ivan. Saat yang sama, dia melihat seorang gadis dengan paras cantik dan dandanan sederhana turun dari mobil Ivan. Walau hanya jelas melihat punggung Wanita itu, tapi rasanya itu adalah salah satu keajaiban dunia yang dia lihat langsung.
Wanita cantik dengan bermacam branded yang menghiasi dan menempel di tubuh mereka, baginya itu hal umrah, di kota ini, di zaman modern seperti ini, seorang gadis yang masih bertahan dengan kesederhanaan, baginya itu suatu keajaiban. Mata laki-laki itu tidak bisa berhenti memandangi punggung gadis yang tadi turun dari mobil Ivan. Punggung indah itu semakin menjauh dari pandangan matanya, namun masih jelas bisa dia pandangi.
Ntin!
Suara klakson mobil Ivan membuat laki-laki itu tersadar dari kekagumannya, dia kembali meneruskan tujuannya.
Wajah laki-laki itu dipenuhi dengan raut kebahagiaan. “Ternyata di kota kecil kita ini juga ada keajaiban dunia.”
“Kamu mabok Yud?” tanya Ivan.
“Mabuk pesona.” Laki-laki yang Bernama Yudha kembali menoleh kearah di mana sosok yang menurutnya sangat keren itu terus berjalan.
“Siapa gadis itu?” tanya Yudha.
“Siapa?” Ivan pura-pura tidak faham.
“Tadi, gadis yang turun dari mobil kamu.”
“Jangan tanyakan tentang dia, katakan ada apa? Kenapa kamu mencegatku?”
Tangan Yudha meraih handphone yang tesimpan dari balik saku jasnya. “Kamu ingat dokter bedah yang sangat mahir dan memiliki keterampilan medis yang sangat luar biasa, dia juga dokter bedah yang sangat ternama di kota ini.” Yudha memperlihatkan sebuah video operasi dokter hebat yang dia maksud pada Ivan.
“kamu tahu, Jonathan Gilham dan keluarganya sangat puas dengan hasil kerja dokter itu, Rumah Sakit kamu beruntung memiliki seorang dokter seperti dia.”
Ivan dan Yudha terus menonton video yang terus berputar, namun hanya memperlihatkan tangan dokter itu saja.
“Kemampuannya sangat terkenal, tapi sayang sangat sedikit orang yang tahu siapa dia,” gerutu Yudha.
“Kamu segera muat berita tentang dia, dan segera kabarkan kalau aku akan mengundang dokter hebat ini untuk menjalankan operasi.”
Rencana Yudha dan Ivan terus berlanjut, setelah rencana mereka selesai, Ivan segera melajukan mobilnya menuju tempat parkir khusus, sedang Yudha masih berdiam diri memandangi Diana yang masih melangkahkan kakinya menuju Gedung Apartemen.
Diana sampai di wilayah parkiran luar Apartemen Ivan, tanpa Diana sadari dari kejauhan sebuah mobil melaju begitu cepat kearahnya.
Shutttttss!
Mobil itu berhenti tepat di depan Diana. Perlahan pengemudi itu turun dari mobilnya. Diana terlihat sangat malas ketika matanya lagi-lagi melihat sosok yang membuatnya mual.
“Diana! Kapan sih kamu itu sadar? Kamu itu tidak pantas mendampingi Ivan!”
“Selain pergaulan kalian yang sangat berlawanan, kasta kalian juga berbeda!”
“Secepatnya kamu pergi dari sini, ini bukan tempat kamu! Aku ulangi pergi dari sini dan jauhi Iv—”
Plakkkk!
Veronica terdiam, sontak tangannya memegangi pipinya yang terrasa panas dan perih karena salam 5 jari dari tangan Diana.
Sorot mata Diana seakan menawarkan kembali pukulan yang lain.
Tentu saja Veronica ketakutan, dia segera masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi dari sana. Sedang dari kejauhan Yudha terpukau dengan tindakkan Wanita yang sedari tadi menyita perhatiannya.
Wanita sederhana, kuat, dan Tangguh. Wanita impiannya. Dengan semangat Yudha berlari kearah Diana.
“Hai ….” Sapa Yudha, namun Diana sama sekali tidak peduli dengan Yudha.
Yudha terus mengikuti Diana. “Aku tadi kaget, aku kira bidadari yang turun dari mobil Ivan. Cahaya yang mengiringi kamu tidak hanya menyilaukan mataku, tapi sampai hatiku.”
Diana tetap diam, menoleh pun tidak.
“Sejak melihatmu beberapa menit yang lalu, rasanya mataku tidak bisa berhenti memadangimu.”
Tetap saja tidak ada respon.
“Tindakan kamu barusan itu sangat luar biasa, tahu sendiri sangat jarang Wanita Tangguh seperti Anda ini. Sepertinya kita harus kenalan em ….” Yudha bingung memanggil Wanita itu siapa.
Walau tidak dipedulikan Wanita itu, Yudha terus berusaha mendekati Wanita itu. Hingga mereka sampai di depan lift.
“Boleh minta nomer telepon kamu?” Yudha menyerahkan handphonenya pada Diana.
Didiamkan oleh Diana, semangat Yudha semakin meninggi. Biasanya Wanita bahagia dia dekati, namun gadis unik ini malah tidak peduli.
“Boleh yaa ….” Rayu Yudha.
“Dia tidak akan memberikan nomer teleponnya pada siapapun, termasuk kamu yud!” sela Ivan.
“Van—”
“Mending kamu pulang aja, sudah malam.”
Yudha pasrah, dia pun pergi dari sana. Sedang Ivan dan Diana masuk bersama-sama kedalam lift.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 288 Episodes
Comments
Efsa Lestari
tapi semoga Diana dan yudha bisa membuat Ivan cemburu dan merasa dianana tu berharga pasti lebih seru
2024-12-27
0
Solehan Zuhri
biasalah wanita kalau belum sayang ya malu,malu,,,,,,kucing
2023-06-19
2
Ati Nurhayati
yes 😃👍
2023-03-08
1