Episode 19

Sambil menikmati makan malam sambil mengobrol hingga larut malam, itulah yang mereka lakukan saat itu. Namun seketika mereka terperanjat, ada sesuatu yang lain saat itu.

Tiba-tiba Levya yang selalunya mengamati hal kecil pun sontak membuat kehebohan.

" Hey, kalian sadar gag kalau Kita dan kayak sepasang kekasih yang lagi double dates... ? " ujar tiba-tiba Levya pada semua.

" Oh benar juga Kamu Lev.... " Rai pun mulai meneka, memang benar yang dikatakan oleh Levya. Sedang Cherry dan Aarav rada sedikit bingung apa maksud pembicaraan Levya dan juga Rai.

" Iya kan Rai, kamu baru perasan juga kan... " sambung Levya lagi.

" Lihat Cherr, Kamu dan Rai, sama-sama pakai warna sage mint. Aku dan Luke sama-sama pakai ungu.. " sambil menunjuk ke araha baju yang di kenakan mereka masing-masing Levya menjelaskan.

Cherry dan Aarav yang baru perasan kini mulai terkoneksi dengan perkataan Levya dan juga Rai.

" Wiih, benar juga Kamu Lev.. Udah kita resmi ngedates berarti hari ini. " laju saja Aarav menerangkan.

" Hah, Apa..." Levya malah bengong dan gag konsentrasi, Dia sibuk membayangkan wajah SUGA dan juga Rai bergantian. Sambil menatap Rai yang berada disampingnya.

" Cherr, Kamu baik-baik aja kan... ?" tanya Rai lembut sambil memegang tangan Cherry.

Betapa terguncang hati Cherry saat itu, seseorang menyentuh tangannya. Ada rasa yang tak bisa di nafikan, Cherry sedikit tersentuh, seolah ada sesuatu yang akan membuka hatinya untuk mendekati dn mengenal cinta. Rasa gugup dan nervous itu kembali lagi, Cherry semakin tidak bisa mengawal degup jantungnya.

" Cherr.... " panggil lembut sekali lagi Rai kepada Cherry.

" Ah iya Aku baik-baik saja Rai.. " Cherry mulai tersadar dari dunia lamunannya.

Mereka masih melanjutkan makan malam mereka dan membereskannya setelah selesai. Dibiarkannya Cherry dan Rai berbincang berdua oleh Aarav dan Levya.

" Luke, Kamu bantu aku aja ya di dapur, cuci piring ini.... " pinta Levya pada Aarav.

" Pasti.. Dengan senng hati Lev, sini Aku bantuin, biarin mereka berdua. " ujar Aarav sambil memandang balik meja makan lengkap dengan Cherry dan Rai.

" Rai.... " sapa Cherry lembut di telinga Rai.

" Kenapa Cherr? " Rai sedikit bingung

" Kita ngobrol keluar di balcon, ada sesuatu yang mau Aku tanyain. " dengan masih ragu Cherry hendak bertanya atau bagaimana, namun dirinya mulai memberanikan diri untuk meminta kejelasan Rai.

" Ada apa Cherr? Kamu memang dari dulu tampak berbeda dari yang lain... Dan itu tidak pernah berubah.. " Rai pula berkata ambigu.

" Apa maksud Rai berkata begitu? " tanya dalam hati Cherry.

Cherry memasang wajah bingungnya di depan Rai. Rai pun menangkap maksud tersebut.

" Kamu memang specials Cherr.... " tambah Rai.

" Rai apa maksud Kamu bilang begitu, Aku gag paham.... " Cherry makin bingung memulai bertanya.

" Cherr, Tidakkah Kamu tahu dari dulu Aku menginginkanmu..?"

" Kamu begitu specials Cherr, dan Aku tahu itu dari dulu. Banyak sekali teman-teman satu sekolah Kita yang juga menginginkanmu waktu itu... " Rai pula mulai mencurahkan isi hatinya yang selama ini Dia pendam sendiri, walau sebenarnya dulu Cherry pun mengetahui akan hal itu.

" Iya Aku tahu itu Rai... "

" Tapi..... " Rai dan Cherry lagi-lagi mengungkap hal yang bersamaan.

" Tapi apa Cherr..... ? Tapi Kamu gag suka Aku waktu itu Cherr... " Rai pula mulai resah mengingat hal itu.

" Maafin Aku Rai, Aku gag bermaksud seperti itu. Kamu gag tahu kenapa Aku seperti itu. " Cherry mulai sedikit meluapkan isi hatinya.

" Memang ada maksud apa lagi Cherr? " Rai mencoba memperjelas apa maksud Cherry.

" Sebenarnya bukan Aku gag ingin Rai, tapi Aku memang gag mau karena memiliki suatu alasan. Aku benar-benar takut mengenal cinta. " Cherry langsung saja berterus terang.

" Tapi kenapa Cherr? Apa yang salah dengan rasa Cinta? Bukakah cinta itu indah... ?" Rai pula menjelaskan tiada hal yang tak indah jika mengenal cinta, kenapa Cherry malah sebaliknya.

" Rai... Cinta itu sakit, Cinta itu Palsu, Cinta itu menakutkan.. " Cherry terus menuturkan persepsi bahwa cinta itu tidak baik.

" Jika Kamu menginginkanku dari dulu, bukankah nanti itu akan di sebut Cinta Rai... " tambah Cherry bertanya pada Rai.

" Benar Cherry, bukan dulu ataupun sekarang, saat ini dan nanti pun aku akan terus mencintaimu Cherr.... " jelas Rai pada Cherry dengan mata sedikit berkaca memandang Cherry.

" Deg.... " dalam sekejap jantung Cherry seolah berhenti berdetak. Dirinya semakin gugup dan tak kuasa menahan penjelasan yang baru di dengarnya langsung dari Rai.

Jawaban yang selama ini cukup membuatnya resah tiap malam.

Levya dan Aarav yang sudah selesai beberes pun mulai sedikit bertanya-tanya.

" Apa yang sedang mereka lakukan?"

" Apa yang sedang mereka berdua bicarakan?"

" Sejak kapan mereka berdua bisa sedekat itu, hingga saling berpandangan mata. ? "

Levya dan Aarav pun bingung, sebaiknya mereka tidak mencampuri urusan hati dan asmara satu sama sama lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!