Makanan sudah hampir siap, setelah beberapa menit yang lalu Rai Saguna dan Aarav Luke menghubungi Levya meminta shareloc petunjuk arah rumah Cherry, sedang Cherry masih sibuk membersihkan dan menata ulang makanan yang sudah siap dihidangkannya. Seketika Levya membebel pada Cherry.
" Cherry, Go... Grooming now.... " bebelan Levya cukup mengagetkan Cherry yang masih membawa dinner plate yang hampir jatuh.
" Astaga, Levya, Aku jadi kaget..... Untung nih piring gag pecah.. " Cherry pula sedikit kesal.
" Cherry, Rai dan Luke segera sampai, ayolah cepat ganti baju, dandan dikit.... Sekalian pinjamin juga Aku baju Kamu, gara-gara Kamu nih, Aku sampai kelabakan gag bawa persiapan buat ketemu Luke... " Levya terus saja membebel karena rencana yang dibuat dadakan oleh Cherry dan juga Rai.
" Ah, sorry, sorry, Aku emang salah gag ngomong dulu ke Rai kenapa harus mendadak.... Sorry Beib... " sambil memeluk Levya, Cherry coba menenangkan sahabatnya dan bergegas untuk bersiap-siap menunggu kedatangan Rai dan Aarav.
Keduanya tampak berdandan sedikit formal buat ciptain dinner dates ala-ala. Tampak Cherry memakai Skinny Shirt warna sage mint kesukaannya, dn juga Levya yang memakai Midi Dress aksen kotak warna ungu.
Waktu kedatangan Rai dan Aarav sudah mulai dekat, tampak sedikit ketegangan di wajah Cherry yang kemarin sempat saling bertatap wajah dan di lihati oleh Levya. Cherry masih menganggap itu sebuah kesalahpahaman jika tidak juga di jelaskan olehnya pada Rai.
" Cherr.... " sapa Levya yang sedikit bingung dengan mimim wajah Cherry.
" Kenapa Lev? " tanya Cherry pula kebingungan.
" Ah, bukan apa-apa.. " Levya sedikit menangkap sinyal dari sikap Cherry itu, Levya coba memahami apa sebenarnya perasaan Cherry saat itu bersama Rai.
" Lamanya mereka berdua.. " Cherry pula semakin gugup, karena pertama kalinya Dia akan menerima tamu lain selain keluarganya, Levya dan orang tua Levya.
" Relax Baby.... Santai....tenang... Okay... " pinta Levya coba menenangkan ketegangan Cherry.
" Kita bukannya mau perang Cherr.... 😁😁" Levya pula membuat candaan.
" Kamu ini Lev...." sambil lari kecil Cherry mencubit lengan Levya.
Tidak tahu kenapa setiap kali Cherry selalu gugup dan tegang saat dirinya harus dihubungkan dengan Rai baik secara sengaja ataupun tidak di sengaja, sebenarnya semua itulah pemicu kekhawatiran Cherry akan mengenal cinta untuk pertama kalinya. Karena memang sudah dari awal Dia yang berasumsi bahwa cinta itu berbahaya jika diterapkan di dunia nyata, makanya kini Dia menempatkan hatinya pada kekasih halunya Suga, sedang Rai kini tengah berada ditengah-tengah antara dirinya dan idolanya SUGA.
Bell berbunyi, tanda Rai dan Aarav sudah datang.
" Hallo Cherr, Lev.... " sapa halus Rai begitu juga Aarav.
" Hai, finally kalian datang juga Luke.. Rai... " sambut Levya dengan senyum lebar. Namun bukan dengan Cherry.
Cherry terlihat statik merenung memandangi Rai yang baru saja masuk rumahnya. Entah perasaan apa saat itu di hati Cherry ketika melihat Rai yang memakai Tshirt putih dan Jeans sage mint yang hampir mirip seperti saat Suga performance di MV yang sering dilihatnya. Sedang Aarav memakai jeans pendek putih dengan Hoodie berwarna soft purple.
" Cher... Cherry.... " Rai dan Aarav mencoba berjabat tangan dengan Cherry namun Cherry hanya mengabaikannya dan masih dalam lamunan.
" Cher... Cherry...... " Levya pun gemas melihat tingkah Cherry itu dan menyenggol tubuhnya yang statik sambil menarik tangan Cherry.
" Cherry....... Ini Rai dan Luke udah sampai.... Sambutlah.. " perintah Levya pada Cherry kemudian.
" Ah... Iya Maaf, silahkan duduk Rai.. Luke... " Cherry baru tersadar dan menyambut kedatangan mereka.
Rai sempat bingung kenapa sejenak tadi Cherry sempat terdiam begitu, sedang Aarav dan Levya sudah mulai sibuk menyergap makanan yang sudah terhidang di meja makan.
Mereka berempat saling duduk berdampingan seperti saat mereka makan bersama di resto kegemaran Cherry dan Levya.
Cherry duduk disamping Rai dan Levya duduk disamping Aarav. Tak mau meneruskan kediaman, Levya dan Aarav akhirnya memecah keheningan antara mereka berempat. Levya dan Aarav sudah sedia untuk memulai makan dinnernya, namun Cherry dan Rai kini keduanya menjadi statik dan mematung, keduanya saling berpandangan dan bertukar tatapan.
Hingga membuat Levya dan Aarav bingung. Namun keduanya masih melanjutkan makan mereka, dengan saling bersenggol siku Cherry dan Aarav seolah memberi isyarat untuk membiarkan mereka seperti itu. Namun Aarav sungguh geli dan tak bisa menahan tawanya.
" Ehemmmm.... " Aarav mulai berdehem mengejutkan Cherry dan Rai.
" Mau sampai kapan Kalian bertukar pandang.... Sampe Subuh.... 😁" pelawa Aarav.
" Iya mau sampai kapan.... Kalian biarin makanan itu kedinginan jadi saksi bisu kalian...😁 " Levya pun tak mau kalah menggoda mereka berdua.
" Ah... Sorry... Sorry... Okay Kita makan... " bahkan Cherry dan Rai pun tanpa sengaja menjawab bersama secara bersahutan.
" What the hack of this.... " makin gelak tawa Levya dan juga Aarav melihat tingkah mereka berdua.
" Luke tolong kasih tahu teman Kamu, lain kali kalau mau datang jangan datang dadakan kayak gini, biar Kita bisa all in sambut kalian. " ucap Levya berseru mengingatkan.
" Iya Aarav tadi Levya agak manyun tuh bantuin Aku bikin ini semua. " Cherry pun kini sudah mulai menyambung perbualan diantara mereka.
" Bilang tuh sama yang ajakin. Jangan mendadak gini bro.. " Aarav pun mula menunjuk pada Rai yang seolah masih tertegun melihat penampilan Cherry disampingnya.
" Okay sorry, semua ini gag bakal terjadi lagi... Lain kali Kita setting baik-baik diawal okay. " Rai sudah mulai juga menujukkan sinyal sadarnya.
Semua dari mereka menikmati dinner malam itu, hingga terlupa waktu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments