PPFC 19 - Racun 1001 Malam
Hua Ying menjelaskan kepada Fei Chen jika kondisi tubuhnya tidak akan bisa disembuhkan dengan mudah. Bahkan Racun 1001 Malam yang menggerogoti tubuhnya, membuat Hua Ying putus asa dalam menjalani hidup.
“Junior Fei, aku-”
“Sssttt...” Fei Chen menyuruh Hua Ying diam, “Tenang, aku mempunyai Dewa Naga dan Raja Neraka yang bersamaku. Aku pasti menyembuhkanmu, kau hanya perlu menunjukkan jalan menuju Kekaisaran Ma.”
Mendengar ucapan Fei Chen, gadis itu tertawa tak percaya. Tetapi melihat mata Fei Chen, yang ada membuat dirinya bertanya-tanya.
‘Aku merasa dia bukanlah bocah biasa. Tetapi dia tidak berbohong, kan? Apa dia tidak paham perkataanku? Atau dia bodoh?’ Hua Ying menghela napas panjang dan mengangkat kedua tangannya, “Baiklah, aku mempercayai perkataanmu.”
Fei Chen batuk pelan dan segera mengambil pernapasan halus, “Bagus, malam ini kita istirahat. Dan aku akan mencari cara untuk menyembuhkanmu.”
Hua Ying mengangguk pelan dan menatap Fei Chen yang mendekati sebuah batu sebelum duduk dengan tenang disana.
“Se-semangat, Junior Fei...” Hua Ying kebingungan harus bersikap seperti apa saat menanggapi perkataan Fei Chen.
‘Oi, Kucing Manis. Apakah ada cara untuk memulihkan kondisi tubuhnya itu?’ Fei Chen bertanya pada Kucing Manis yang terlihat lebih imut dari biasanya.
‘Ada, tetapi dua teknik tubuh spesial yang tidak kuajarkan padamu mungkin cocok dengannya. Tetapi, Chen...’ Kucing Manis menatap Hua Ying dengan seksama, ‘Aku berniat mengajarkan teknik ini padamu, agar kau mengajarkannya pada dua perempuan yang kau percayai dan paling berharga dalam hidupmu.’
“Tidak masalah, ajarkan itu padaku.” Fei Chen tidak terlalu peduli dengan penjelasan Kucing Manis, yang dia pikirkan sekarang hanya jalan menuju Kekaisaran Ma.
Kucing Manis menyalurkan auranya melalui rambut Fei Chen. Saat itu juga, Fei Chen terkejut karena melihat gambaran jelas tentang dua tubuh spesial yang dimaksud Kucing Manis.
‘Jika dia berhasil menyembuhkanku, aku akan mengucapkan terima kasih padanya. Tetapi, maaf Junior Fei...’ Hua Ying tersenyum tipis menatap Fei Chen yang sekarang sedang bermeditasi, ‘Aku bukanlah gadis baik.’
___
“Junior Fei, bangun! Aku sudah membuatkan sarapan pagi untukmu!” Hua Ying menggoyangkan tubuh Fei Chen, namun bocah itu sama sekali tidak bergeming dari posisinya.
Lebih dari dua hari, Fei Chen tidak bergeming dan terus bermeditasi. Tentu hal itu membuat Hua Ying mengira Fei Chen telah kehabisan seluruh tenaganya hingga membuatnya tidak dapat bergerak ataupun membuka matanya.
‘Bersabarlah, diriku. Demi kembali menjadi seorang pendekar. Aku harus melakukan ini.’ Hua Ying menghela napas panjang dan memakan sarapan yang dia buat sendirian.
Namun beberapa saat kemudian, Fei Chen membuka matanya dan berkata, “Maaf membuatmu menunggu, Senior Hua.”
Hua Ying tersedak, “Kupikir hantu?”
‘Perempuan ini...’ Kucing Manis mendekati Hua Ying dan mengendus bau gadis itu, namun tak lama elang peliharaan Hua Ying menyerangnya.
‘Tunduklah!’ Saat Kucing Manis menatap tajam elang tersebut, saat itu juga elang yang hendak menerkamnya justru terlihat seperti sedang memberi hormat kepadanya.
Fei Chen dan Hua Ying sama-sama terkejut, ‘Aku tidak salah lihat, kan?’ Keduanya sama-sama berpikir seperti itu.
‘Kondisi tubuhnya spesial, badan ini...’ Mata Kucing Manis melebar, ‘Mungkin, perempuan ini dapat menyembuhkan Chen.’
“Kau membuatnya ketakutan. Maafkan, kucingku ini Senior Hua.” Fei Chen mengusir Kucing Manis sebelum menjelaskan kepada Hua Ying cara untuk memulihkan meridiannya yang lumpuh dan cara mematahkan Kutukan 1001 Malam.
Hua Ying kegirangan dan melompat tanpa sadar, “Benarkah? Benarkah kau bisa menyembuhkanku?”
“Iya, diam dan jangan berisik.” Nada bicara Fei Chen yang seperti ini selalu membuat Hua Ying sedikit kesal, “Aku akan makan terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menjelaskan cara memulihkan titik-titik meridianmu yang lumpuh dan racun itu, tentunya.”
Hua Ying segera mengambilkan makanan dan melayani Fei Chen, “Ini makanannya, Chen.”
“Chen? Ah, terserahmu.” Fei Chen segera memakan sup hangat yang dibuat Hua Ying dengan lahap, lalu menyantap beberapa umbi-umbian yang dibakar.
‘Bocah ini? Kenapa dia terlihat begitu sombong?!’ Hua Ying mulai terbiasa dengan sikap Fei Chen, tetapi bagaimanapun dia tidak menyangka bocah berumur sepuluh tahun seperti Fei Chen memiliki aura yang berwibawa dan membuatnya tergerak untuk menuruti perintahnya.
“Senior Hua, aku tidak menyangka kau bisa membuat makanan seenak ini.” Fei Chen merasa telah kenyang dan memuji masakan Hua Ying.
“Syukurlah, kau menyukainya.” Hua Ying tersenyum manis sambil membereskan sisa-sisa kayu.
Fei Chen menatap Kucing Manis dan mengangguk pelan, “Senior Hua, aku akan menjelaskan semuanya saat dalam perjalanan. Jadi bisakah kau tunjukkan jalannya?”
‘Kenapa tidak sekarang?’ Hua Ying menghela napas panjang, “Baiklah.”
Setelah itu, Fei Chen dan Hua Ying kembali melanjutkan perjalanan menuju Kekaisaran Ma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
AZEER ZULODUS
wih ada udang di balik batu
2024-10-13
0
XiaoAriya
Gw ga percaya kalau si Fei Chen ini diajarin sopan santun Ama si Naga.
2024-07-12
0
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut
2023-05-02
1