PPFC 15 - Gejolak Huafei
Pedang Raja Neraka berwarna merah menyala, dipenuhi api yang membara. Gerakan Fei Chen yang dipenuhi tenaga dalam dan ayunan pedang yang cepat berhasil membuat sepuluh Binatang Iblis Tahap Raja tidak berkutik.
“Jurus Pertama Pedang Raja Neraka...” Fei Chen mengakhiri nyawa sepuluh Binatang Iblis Tahap Raja dengan brutal, “Tarian Api Neraka!”
Berniat mengintimidasi gerombolan Binatang Iblis Tahap Raja yang lainnya, Fei Chen justru mendapati gerombolan Binatang Iblis Tahap Kaisar yang berlarian kearahnya.
“Sial! Bukannya melarikan diri, mereka justru berdatangan kemari!” Sifat Fei Chen yang seperti sekarang ini membuat Kucing Manis melompat dari pundak Fei Chen.
‘Apa benar kau keturunan bangsawan?’
“Oi, apa aku harus menjawabnya sekarang? Bukankah itu tidak penting?!” Fei Chen menatap tajam Kucing Manis yang semakin menjauh darinya dan menonton pertarungannya dari atas genteng rumah penduduk.
“Cukup diam dan lihat aku dari situ!” Fei Chen kembali bergerak setelah melihat Kucing Manis.
Sekitar sepuluh Binatang Iblis Tahap Kaisar mendekatinya, Fei Chen menyipitkan matanya sebelum menarik napas panjang dalam satu kali tarikan napasnya.
‘Kondisi tubuhku cukup unik, bisa dibilang aku adalah pendekar cacat yang tidak pernah berkembang. Tetapi kemampuanku ini tak terbatas!’ Ayunan tebasan pedang Fei Chen begitu cepat dilapisi bara api yang memotong sepuluh Binatang Iblis Tahap Kaisar dalam sekejap.
Fang Huo dan Murong Liuyu terkejut melihat pertarungan Fei Chen, keduanya dapat mengatasi Binatang Iblis Tahap Kaisar yang mendekati mereka dengan mudah.
‘Dengan tingkatan yang rendah, kemampuannya hampir menyamaiku?’ Pikir Murong Liuyu. Disisi lain Fang Huo tersenyum sumringah melihat kemampuan Fei Chen.
‘Aku jadi semakin ingin menjadikannya menjadi muridku...’ Fang Huo justru masih ingin menjadikan Fei Chen sebagai muridnya.
Walau jaraknya dengan Fei Chen jauh, Fang Huo dapat melihat jelas bagaimana pertarungan Fei Chen. Namun ada hal yang membuat hatinya gundah.
“Aku merasakan firasat buruk...” Fang Huo mengernyitkan keningnya sambil menahan pukulan Manusia Buas yang menyerangnya dari berbagai arah.
Bersamaan dengan Fang Huo yang disibukkan dengan Manusia Buas, Fei Chen sendiri tengah menghadapi musuh yang membuatnya berhenti melangkah.
‘Kemampuan mereka setara dengan Pendekar Suci Tahap Awal bukan?’ Fei Chen memperhatikan lima Manusia Buas dihadapannya dengan seksama karena merasakan aura pembunuh yang dia rasakan dari gerbang kota semakin mendekat.
“Menarik. Jika aku membunuh mereka semua, bukankah aku sama saja memiliki kemampuan seorang pendekar suci!” Saat Fei Chen melepaskan aura tubuhnya, dirinya dikejutkan dengan auman salah satu Manusia Buas.
“Roooaaarr!”
Suara auman salah satu Manusia Buas membuat telinga Fei Chen berdengung, dalam hitungan detik Manusia Buas yang lain telah bersiap melepaskan serangan mereka.
“Sial!” Fei Chen tidak percaya jika dirinya lengah, namun disaat yang bersamaan hatinya merasa senang karena inilah pertama kali dirinya merasakan gelisah saat bertarung.
Hujan pukulan menghantam tubuh Fei Chen secara bertubi-tubi. Melihat Fei Chen tidak berkutik melawan Manusia Buas yang setara dengan Pendekar Suci Tahap Awal, Fang Huo hendak membantu Fei Chen namun saat melihat mata bocah itu akhirnya Fang Huo memilih menghentikan langkah kakinya.
“Dia tersenyum...” Fang Huo bergumam pelan, disaat yang bersamaan Fei Chen mulai dapat menahan pukulan yang dilepaskan kepadanya.
Melalui pertukaran serangan yang singkat, akhirnya Fei Chen mengerti jika orang yang mengendalikan Manusia Buas memiliki kemampuan diatas Pendekar Suci.
“Aku tidak dapat membunuh mereka semua sekaligus seperti sebelumnya, tetapi aku dapat membunuh mereka satu persatu!” Fei Chen mengolah pernapasan sambil mempercepat pola langkahnya saat memainkan pedang.
Tebasan pedangnya dipenuhi tenaga dalam dan semakin menajam dari sebelumnya. Dengan satu kali tebasan yang dipenuhi aura dan tenaga dalam, Fei Chen berhasil memisahkan salah satu Manusia Buas dari yang lainnya.
“Matilah-” Saat Fei Chen hendak memotong kepala Manusia Buas dihadapannya, justru Manusia Buas itu yang menyerangnya terlebih dahulu.
Pertukaran pukulan dan tebasan berlangsung, Fei Chen tidak menyangka Manusia Buas yang dihadapinya dapat mengimbangi pergerakannya.
“Dia meremehkanku!” Fei Chen mempercepat pergerakannya dan menyerang Manusia Buas tersebut secara bertubi-tubi.
Menahan serangan bertubi-tubi dari Fei Chen, Manusia Buas tersebut tidak dapat bertahan lebih lama saat Fei Chen terus mengincar lehernya.
Empat Manusia Buas yang tersisa dapat Fei Chen atasi, namun saat Fei Chen hendak menghabisi Manusia Buas yang terakhir, dirinya tidak dapat bergerak saat merasakan aura pembunuh yang besar semakin mendekat.
“Bocah ini menarik!” Sebuah pukulan dipenuhi tenaga dalam menghantam perut Fei Chen.
Mulut Fei Chen terbuka lebar, darah segar keluar dari mulutnya dalam jumlah banyak. Belum sempat menyadari apa yang terjadi Fei Chen justru mendapatkan serangan yang sama.
‘Jadi dia yang mengendalikan Binatang Iblis dan Manusia Buas?’ Fei Chen menatap wajah pria bertopeng harimau yang tengah memukulnya, ‘Aku tidak dapat berkutik sedikitpun? Jangan bercanda!’
Fei Chen melepaskan aura tubuhnya lebih besar lagi, kali ini Aura Raja Neraka keluar dari tubuhnya. Fei Chen bertarung melampaui batas kemampuannya.
“Heh? Dapat menahan pukulanku?” Pria bertopeng harimau itu melepaskan aura lebih besar dari sebelumnya.
“Cobalah menahan seranganku ini?” Pria bertopeng harimau itu memusatkan aura tubuhnya di telapak tangannya, hingga kedua telapak tangannya membentuk kepala harimau berwarna hitam.
Sementara itu Fei Chen menyerangnya secara bertubi-tubi sebelum melakukan gerakan tipuan. Dengan napas yang teratur, aura tubuh Fei Chen terasa begitu tenang hingga membuat pria bertopeng harimau menjadi semakin waspada.
‘Seni Napas Naga...’ Mengolah pernapasan dengan tenang dan halus, Fei Chen berhasil mengimbangi pergerakan pria bertopeng harimau.
Keduanya terus bertukar serangan, hingga akhirnya benturan serangan dari keduanya membuat gelombang kejut.
“Jurus Kedua Pedang Raja Neraka...” Secara mengejutkan Fei Chen berniat mengakhiri pertarungan ini, “Penakluk Malam!”
Sebuah tebasan yang memotong kegelapan dapat dimentahkan pria bertopeng harimau dengan mudah. Pukulan yang dipenuhi aura dan membentuk kepala harimau berwarna hitam mengarah ke Fei Chen dengan kecepatan tinggi.
Mata Fei Chen melebar masih tidak percaya, “Apa yang terjadi?” Mengingat latihannya dan kemampuannya, Fei Chen merasa tidak terima.
Saat pukulan yang membentuk kepala harimau berwarna hitam hampir mengenai dadanya, justru pukulan itu terpental kembali ke arah pria bertopeng harimau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
XiaoAriya
Kekuatan plot armor😂🫵
2024-07-12
0
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
2023-05-02
0
Prefix13
Ggwp
2023-03-30
0