PPFC 2 - Menjadi Murid Dewa Naga Dan Raja Neraka
Kucing putih mematung cukup lama setelah mendengar Raja Neraka menceritakan perjanjiannya dengan Fei Chen.
‘Hei, aku tidak salah dengar kan? Tujuh, sembilan, tidak maksudku sebelas perempuan, bocah ini?’ Kucing putih ingin mencabik-cabik Raja Neraka yang berwujud pedang itu.
“Hahaha... Tenang saja, dia akan mendapatkan segalanya. Jangan remehkan Raja Neraka, Dewa Naga!” Roh Raja Neraka yang berwujud pedang tertawa.
Dewa Naga yang terjebak dalam tubuh kucing putih pasrah, ‘Bocah ini aku pungut di luar gunung ini. Yang ada dipikirannya adalah dendam. Kau pikir dia dapat menemukan tujuh, sembilan, tidak maksudku sebelas perempuan yang mencintainya?’
Roh Raja Neraka kembali tertawa, “Dewa Naga, itu tugasmu mengajarkan dia kebaikan. Tugasku adalah membimbingnya menjadi seorang pria gagah yang akan membasmi kejahatan dengan pedangku ini...”
Fei Chen yang tidak lagi mengerang kesakitan melempar Pedang Raja Neraka ke dinding gua, “Raja Neraka yang berada di dalam pedang? Dan Dewa Naga berwujud kucing? Cepat ajarkan aku bela diri! Besok aku akan membunuh orang-orang itu!”
Sontak kucing putih mengguling di tanah sementara Roh Raja Neraka tertawa lepas.
“Dewa Naga. Jelaskan padanya! Aku tidak bisa berhenti tertawa!”
Kucing putih menatap wajah Fei Chen yang terlihat marah, ‘Jangan salah sangka, bocah! Semua itu butuh proses. Pertama kau lupa caranya mengucapkan terimakasih kepadaku!’
Kucing putih ini berbicara kepada Fei Chen melalui telepati.
“Terimakasih, Naga Manis.” Fei Chen membungkuk. Tetapi bagi kucing putih pemuda ini terlihat setengah hati mengatakannya.
“Kau keturunan bangsawan kan? Apa bisa belajar sopan santun? Apa kau bisa membaca? Jawab tiga pertanyaanku itu.”
Fei Chen terlihat sedih, “Aku keturunan bangsawan. Tetapi orang tuaku belum sempat mengajariku cara membaca.”
Fei Chen menjelaskan pada Naga Manis dan Pedang Raja Naga jika di dalam Keluarga Fei, anak-anak akan belajar membaca dan ilmu pengetahuan setelah berumur enam tahun. Sementara Fei Chen baru berumur lima tahun.
“Sedih sekali. Daripada itu, mulai hari ini aku akan memanggilmu Naga Manis, Dewa Naga. Bocah ini memang muridku, dia dapat memberi nama yang cocok untukmu.” Pedang Raja Neraka masih tertawa dan berbicara sendiri.
‘Abaikan dia.’ Naga Manis berbicara, Fei Chen mengangguk pelan.
‘Malam ini tidur dulu dan istirahat. Besok aku dan dia akan menjelaskan padamu tentang dunia ini.’ Setelah Naga Manis berkata demikian, Fei Chen menjadikan Pedang Raja Neraka sebagai bantal untuk tidurnya.
“Bocah! Harusnya kau menjadikanku sebagai pusaka!” Pedang Raja Neraka berteriak semalaman, sementara Fei Chen tertidur lelap.
____
Kicauan burung membangunkan Fei Chen. Setelah membasuh wajah dan mandi, Fei Chen segera mengambil buah-buahan untuk sarapan pagi.
Naga Manis menghampirinya dan melihat bocah ini lebih cepat beradaptasi.
‘Tempat ini bernama Gunung Menangis. Sebenarnya aku ingin memberinya nama Gunung Aura Surgawi. Tetapi pedang bodoh itu tidak mau mengalah.’
Fei Chen menaruh Pedang Raja Neraka sambil mendengarkan Roh Dewa Naga dan Roh Raja Neraka berdebat lama. Pada akhirnya Roh Dewa Naga, yang terjebak dalam tubuh kucing putih mengalah.
Gunung Menangis merupakan sebuah gunung yang berada di Kekaisaran Yin. Tempat yang memiliki dinding pembatas ini merupakan sebuah tempat yang penuh dengan aura dan sumber daya.
Dalam Gunung Menangis terdapat keindahan alam yang memanjakan mata. Di sana terdapat Kolam Air Panas, Kolam Siksa Petir, Kolam Aura, Danau Phoenix dan Air Terjun Kebenaran. Bahkan gua tempat Pedang Raja Neraka tertancap adalah Gua Hati.
“Sekarang aku berada di Kekaisaran Yin...” Fei Chen menggumam pelan sambil memakan buah-buahan dengan santainya.
Naga Manis kembali menjelaskan tentang Gunung Menangis kepada Fei Chen. Sumber daya dan kekayaan alam yang melimpah disini merupakan tempat yang sangat berharga bagi manusia.
“Cukup jelaskan pada bocah ini tentang dunia persilatan di dunia manusia.” Pedang Raja Neraka memprotes Naga Manis yang sedang bercerita panjang lebar kepada Fei Chen.
Keduanya kembali berdebat. Pada akhirnya Naga Manis mengalah.
‘Di dunia persilatan, buah-buahan dan semua yang ada di Gunung Menangis sangat berharga.’
Dunia persilatan menjadi tempat yang kejam. Yang kuat menindas yang lemah. Naga Manis mengatakan kepada Fei Chen bahwa yang hitam belum tentu kotor, dan yang putih belum tentu bersih. Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja.
‘Chen, manusia hanyalah sebuah tanah yang diberi nyawa. Jadi jangan pernah sombong dan membanggakan diri.’
Fei Chen menganggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan Naga Manis.
Fei Chen sudah menerima nasibnya. Dia mengerti garis besarnya, tetapi sungguh tidak pernah dia sangka karena akan bertemu dengan Raja Neraka yang menjadi pedang dan Dewa Naga yang terjebak dalam tubuh kucing putih.
Di dunia ini ada sembilan tahapan pendekar beserta tingkatannya.
- Pendekar Bintang
- Pendekar Raja
- Pendekar Kaisar
- Pendekar Jiwa
- Pendekar Suci
- Pendekar Agung
- Pendekar Bumi
- Pendekar Langit
- Pendekar Dewa
Setiap tingkatan ada tiga tahapan antara lain awal, menengah dan puncak. Tempat tinggal Fei Chen berada di Benua Tujuh Bintang, salah satu dari empat benua yang ada didunia ini.
‘Apa kau sudah memahaminya?’ Naga Manis berbicara melalui telepati.
Fei Chen menghabiskan buah yang dia makan sebelum menganggukkan kepalanya pelan.
Naga Manis melompat ke arah perut Fei Chen dan melepaskan dua cakaran. Fei Chen tersentak kaget sebelum dia merasakan tubuhnya lebih ringan dan dipenuhi tenaga.
‘Titik meridian dan titik penghubung aura dalam tubuhmu tertutup. Aku memberinya rangsangan lewat cakaranku. Aku lupa memberitahu satu hal padamu. Biarpun wujudku kucing, tetapi darahku yang telah menyatu dengan bekas luka di perutmu merupakan darah naga.’
Fei Chen masih bersikap tenang sebelum dia kembali meronta kesakitan. Wajahnya panik ketika setiap pori-pori dalam tubuhnya mengeluarkan darah kotor.
‘Proses pemurnian darah dalam tubuhmu sedang berlangsung. Mulai sekarang tubuhmu akan dipenuhi darah naga.’ Jelas Naga Manis.
Pedang Raja Neraka tertawa ketika melihat wajah serius Naga Manis dan wajah kesakitan Fei Chen.
“Argh!!!” Fei Chen berteriak keras sebelum napasnya mulai tidak beraturan.
Naga Manis dan Pedang Raja Neraka melihat Fei Chen kembali berdiri dengan tubuh berlumuran darah.
‘Mandi! Bau badanmu busuk!’ Naga Manis menjauh.
‘Mulai hari ini kau akan berlatih di bawah bimbingan kami berdua, Dewa Naga..’ Naga Manis menatap punggung Fei Chen.
‘Dan Raja Neraka hahaha...’ Pedang Raja Neraka tertawa ketika melihat Fei Chen melangkahkan kakinya menuju Kolam Siksa Petir.
Latihan Fei Chen untuk menjadi seorang pendekar di bawah bimbingan Naga Manis dan Pedang Raja Neraka akhirnya dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
Raden Hanafi
tahapan kultivasi yang aneh, bintang itu lebih tinggi daripada bumi tapi dsni malah jadi pemula
2024-10-24
0
babangkian
berlatih ♻️♻️👍👍
2023-07-01
0
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2023-05-02
0