PPFC 10 - Hutan Terlarang
Suara dua pedang yang bersentuhan menggema diiringi raungan Binatang Iblis berwujud mengerikan.
Keberadaan Binatang Iblis berwujud mengerikan itu Fei Chen abaikan karena dihadapannya ada manusia pertama yang dia temui setelah keluar dari Gunung Menangis.
“Anak kecil?” Perempuan yang menahan tebasan Fei Chen secara tiba-tiba terkejut.
Sementara Fei Chen memperhatikan rambut, wajah, bahkan pakaiannya tak luput dari pandangan matanya, “Jadi ini perempuan? Tetapi masih cantik mendiang ibuku.”
Setelah mendengar perkataan dan cara Fei Chen memandang dirinya, perempuan itu bergerak cepat sebelum melepaskan tendangan telak diperut Fei Chen.
Fei Chen terpental dan terkejut disaat yang bersamaan. Satu hal yang terlintas didalam kepalanya sekarang, ‘Perempuan sangat menakutkan.’
Bahkan Kucing Manis juga berpikir demikian, ‘Mustahil Chen bisa menaklukkan perjanjian konyol dengan Pedang Gila...’
Tidak pernah Fei Chen dan Kucing Manis sangka jika ada seorang perempuan yang sedang bertarung melawan Binatang Iblis berwujud mengerikan. Yang awalnya Fei Chen mengira perempuan itu adalah orang yang mengendalikan Binatang Iblis, sekarang membuatnya berubah pikiran setelah melihat bentuk wujud Binatang Iblis dihadapannya.
“Woy, kau, hmmm?” Fei Chen ingin bertanya pada perempuan yang menendang perutnya, tetapi pengalaman pertamanya berinteraksi dengan manusia setelah keluar dari Gunung Menangis beku.
Kucing Manis tertawa terbahak-bahak melihat sikap Fei Chen, ‘Aku tidak bisa berhenti tertawa!’
Fei Chen memerah wajahnya dan menundukkan kepalanya.
“Hei, bocah. Siapa namamu dan darimana asalmu?” Perempuan yang ingin Fei Chen ajak berbicara justru bicara padanya, “Lalu kenapa kau bisa ada di Hutan Terlarang ini?”
Fei Chen menelan ludah. Dia tidak menyangka akan segugup ini berbicara dengan seseorang. Untuk seukuran bocah, Fei Chen menyadari jika perempuan dihadapannya itu lebih tua darinya.
“Namaku Fei Chen. Aku hanyalah anak yang tersesat di hutan ini karena berlatih bela diri.” Fei Chen menjawab dengan lancar dan membuatnya tersenyum cerah.
‘Bicaralah lebih sopan, bodoh! Aku bisa mengetahui jika perempuan ini berumur delapan belas tahun. Sementara dirimu ini sepuluh tahun, kau harus lebih menghormati orang yang lebih dewasa, Chen!’ Nasihat Kucing Manis membuat Fei Chen membungkukkan badannya.
“Maaf atas perbuatan junior yang sebelumnya. Junior mengira senior adalah orang yang mengendalikan Binatang Iblis, jadi junior menyerang senior tanpa pikir panjang.” Fei Chen terlihat merasa bersalah dengan ekspresi wajahnya yang kekanak-kanakan, walau sebenarnya Fei Chen sama sekali tidak merasa bersalah bahkan dia sendiri tidak peduli.
‘Bocah ini aneh, tetapi aku merasakan dia berbeda dari anak seusianya. Aku rasa kurang lebih usianya hampir sama dengan Lian‘er.’ Gadis itu memperhatikan Fei Chen sambil melepaskan aura pembunuh pada Binatang Iblis.
“Junior Fei, kau terlihat begitu mencurigakan. Tetapi satu hal yang kuketahui, kau seorang pendekar bukan?” Gadis itu berkata sambil menghentikan pergerakan Binatang Iblis menggunakan aura tubuhnya.
“Ya, senior. Junior adalah seorang pendekar.” Fei Chen menjawab singkat.
Fei Chen memperhatikan pertarungan gadis itu dengan Binatang Iblis berwujud mengerikan. Pertarungan yang berlangsung singkat itu membuat Fei Chen bertanya-tanya karena gadis itu terlihat begitu marah saat memotong kepala Binatang Iblis tersebut, terlebih Binatang Iblis yang terbunuh memiliki wujud yang mengerikan tidak seperti hewan dan sedikit terlihat seperti manusia.
Setelah matipun tubuh Binatang Iblis tersebut lenyap tak bersisa. Tentu saja itu membuat Fei Chen mengernyitkan keningnya.
“Aneh?” Fei Chen baru pertama kali melihat Binatang Iblis yang tidak memiliki Permata Iblis dan setelah mati tubuhnya pun langsung lenyap tak bersisa.
“Anu, senior-”
“Yu‘er, sepertinya itu adalah yang terakhir. Aku telah menyusuri seluruh Hutan Terlarang dan tidak ada tanda-tanda orang yang mengendalikan Manusia Buas.” Seorang kakek tua berambut putih muncul dari atas langit dan menghampiri gadis yang berparas cantik dan mempesona.
“Kakek, murid menemukan bocah yang terlihat mencurigakan.”
Fei Chen mendengarkan keduanya berbincang. Tak lama kakek tua itu memperkenalkan dirinya sebagai Fang Huo dan gadis berumur delapan belas tahun itu bernama Murong Liuyu. Keduanya berasal dari Lembah Persik yang merupakan sekte aliran putih di Kekaisaran Yin.
“Pendekar Bintang Tahap Awal dan berada di Hutan Terlarang. Bocah, kau berasal dari sekte mana?” Dari gaya bicaranya, Fei Chen bisa mengetahui jika kakek tua yang bernama Fang Huo ini memiliki ilmu tinggi.
“Junior tidak berasal dari sekte manapun. Junior berada di hutan ini karena tersesat.” Fei Chen memberi hormat pada Fang Huo dan memasang ekspresi kesal karena harus berbicara formal.
“Hooh...” Fang Huo mengelus jenggotnya, kemudian mengajak Fei Chen untuk meninggalkan Hutan Terlarang bersama-sama.
Dalam perjalanan keluar dari Hutan Terlarang, Fei Chen lebih banyak diam saat ditanya tentang masa lalunya dan lebih memilih mendengarkan cerita dari Fang Huo tentang Manusia Buas.
Sementara itu Murong Liuyu tidak terlalu peduli dengan kehadiran Fei Chen. Setelah malam tiba, mereka bertiga bermalam di bagian terluar Hutan Terlarang, lalu melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya.
Yang awalnya Murong Liuyu sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Fei Chen, sekarang justru dibuat terkejut saat melihat bocah berumur sepuluh tahun membunuh gerombolan Binatang Iblis Tahap Kaisar dengan mata yang sama sekali tidak berkedip.
Bahkan Fang Huo sendiri bisa mengetahui jika Fei Chen memiliki masa lalu yang kelam. Dan tentu saja faktor utama yang membuat Fei Chen demikian adalah tempat dimana dia tumbuh dan berkembang. Yang menjadi perhatian utamanya adalah kemampuan bertarung Fei Chen setara dengan Pendekar Raja bahkan Pendekar Kaisar, namun kemampuan Fei Chen sekarang berada di Pendekar Bintang Tahap Awal.
‘Siapa sebenarnya anak ini? Dia sama sekali tidak mau menceritakan masa lalunya. Setiap kali aku menyinggung masa lalunya, aku merasakan kemarahan darinya.’ Fang Huo mengelus jenggotnya dan memperhatikan Fei Chen yang sedang mengelus tubuh kucing yang ada dipangkuannya.
Setelah merasa cukup untuk melakukan perjalanan bersama Fang Huo dan Murong Liuyu, Fei Chen berniat langsung bergegas menuju Kekaisaran Ma. Tetapi dirinya tidak mengetahui jalan menuju ke Kekaisaran Ma.
“Senior Fang...” Fei Chen menjelaskan jika dirinya berniat pergi ke Kekaisaran Ma karena ada urusan yang harus dia selesaikan disana.
Mendengar itu, Fang Huo berpikir jika Fei Chen berasal dari Kekaisaran Ma.
“Sepertinya kita akan berpisah disini. Sebenarnya aku berniat mengangkatmu sebagai muridmu, Chen‘er.” Fang Huo tersenyum sambil mengelus jenggotnya. Sementara Murong Liuyu terkejut mendengarnya.
“Terimakasih senior, tetapi saat ini junior memiliki urusan yang harus diselesaikan. Masalah ini berkaitan dengan mendiang kedua orang tua junior.” Setelah mendengar jawaban Fei Chen, Fang Huo berniat memberi sedikit bantuan pada Fei Chen namun tetap saja Fei Chen menolaknya.
Hingga akhirnya Fang Huo memberikan saran pada Fei Chen untuk pergi ke Kota Huafei.
“Terimakasih Senior Fang, Senior Murong.” Fei Chen memberi hormat dan mengucapkan terimakasih yang terdalam dari lubuk hatinya.
Setelah itu Fang Huo dan Murong Liuyu menuntun Fei Chen menuju tempat terdekat dengan Kota Huafei.
Mereka bertiga berpisah setelah dekat dengan Kota Huafei.
“Chen‘er, setelah melewati padang rumput ini, kau akan sampai di Kota Huafei.” Fang Huo menjelaskan, “Aku akan kembali ke Lembah Persik. Bawa ini, dan jangan lupa mampir ke Lembah Persik.”
“Itu...” Murong Liuyu tidak pernah diberi terkejut dengan tindakan kakeknya yang terlihat benar-benar berniat menjadikan Fei Chen sebagai muridnya.
“Terimakasih Senior Fang, suatu saat junior akan membalas kebaikanmu.”
Selepas berbincang singkat, Fei Chen berpisah dengan Fang Huo dan Murong Liuyu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
shane long
gak logis juga sih,bocah 10 tahun mau balas drndam,yang dilawan itu udah akik akik dan drwasa,,agak lain imajinasi author 1 ini.
toh setidaknya jadikan mc betkelana sampai dia benar2 kuat dan dewasa gitu,barulah balas dendam.
terlalu tinggi imajinasi malah jadi aneh dan gak logis thor
2024-01-10
3
QueenDevil
Thor jangan panggil 'Kucing Manis' ngeh aja gitu dengernya terus mana mungkin bocah 10 tahun balas dendam kalok bikin fantasi agak ngakal dikit donk ini kelewatan banget gak ngotak bocah baru masuk jalan beladiri mau bunuh patriak+tetua klan Mo yang udah jadi aki" bungkuk😒😒😒🦵
2023-08-19
4
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Fei Chen
2023-05-30
0