PPFC 13 - Situasi Huafei
Guan Zhou menjelaskan kepada Fei Chen jika gadis yang memiliki paras manis penuh tipu muslihat itu bernama Hua Ying. Terlebih Hua Ying merupakan anak kandungnya.
Namun Hua Ying tidak menganggap Guan Zhou sebagai ayahnya, lantaran Guan Zhou pernah menelantarkan ibunya dan membiarkannya mati dibunuh oleh kakak Guan Zhou sendiri.
Mendengar penjelasan Guan Zhou atau pembicaraan Hua Ying dengan Guan Zhou, membuat Fei Chen bingung harus bereaksi seperti apa.
“Kucing Manis, bukankah hubungan mereka terlihat mengerikan. Baru kali ini aku melihat seorang anak tidak mengakui orang tuanya...” Fei Chen berbicara cukup pelan pada Kucing Manis.
‘Walau dia telah menipumu, tetapi perempuan ini sepertinya dapat kau ajak bicara soal masa depan...’
Kucing Manis justru terlihat memikirkan sesuatu yang tidak-tidak tentang Fei Chen dan gadis bernama Hua Ying.
“Semenjak keluar dari Gunung Menangis, kau terlihat semakin menjijikkan...” Fei Chen memasang ekspresi jijik melihat Kucing Manis yang ada dibawahnya, “Lagian aku lebih muda darinya. Dan satu hal lagi, aku tidak tertarik dengan perempuan sekarang.”
Kucing Manis sudah siap mencakar Fei Chen, namun beruntung kesabarannya untuk menerkam tubuh Fei Chen menghilang karena Hua Ying mendekati pemuda berumur sepuluh tahun itu.
“Pendekar muda siapa namamu?” Hua Ying berkata dengan lembut sambil tersenyum ramah.
“Fei Chen...” Cukup singkat Fei Chen menjawab dengan ekspresi yang terlihat sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada Hua Ying.
‘Fei Chen? Fei? Aku rasa pernah mendengar ini...’ Hua Ying mencoba mengingat nama marga yang dimiliki Fei Chen.
‘Fei? Bukankah di Kekaisaran Ma ada keluarga bangsawan yang bermarga Fei? Apa bocah ini...’ Hua Ying menatap Fei Chen dengan tatapan menyelidik.
“Ada apa Senior Hua?” Fei Chen tersenyum menyeringai, Hua Ying segera mengalihkan pandangannya sementara jari-jarinya memainkan rambutnya.
“Aku penasaran dengan asal-usulmu, menurutku kau adalah keturunan Keluarga Fei yang terakhir...” Suasana menjadi hening setelah Hua Ying menyelesaikan perkataannya. Fei Chen terdiam seribu bahasa dan melangkah maju beberapa langkah sebelum matanya menatap tajam Hua Ying.
“Heh, aku tidak menyangka ada orang yang mengetahui Keluarga Fei di Kekaisaran Yin...” Tatapan Fei Chen sama sekali tidak membuat Hua Ying ketakutan. Justru gadis itu mengepalkan tangannya dan merapatkan giginya.
“Aku pernah ke Kekaisaran Ma saat berumur sepuluh tahun. Jika bukan karena dia, maka aku...” Suara Hua Ying terdengar sedih, “Aku tidak akan menjadi pendekar cacat seperti ini. Satu-satunya penyemangatku adalah elang yang menjadi peliharaanku.”
Fei Chen kini yang dibuat penasaran dengan masa lalu Hua Ying, namun pada akhirnya dia lebih memilih diam karena ini baru pertama kali dirinya berbicara panjang lebar dengan manusia.
Setelah melihat Fei Chen dan Hua Ying selesai berbincang, Guan Zhou menyiapkan makanan sebelum ketiganya menyantap makan malam bersama.
Guan Zhou terlihat tidak memiliki nafsu makan, sementara Fei Chen dan Hua Ying terlihat sangat menikmati makanan yang disajikan diatas meja.
“Junior Chen, kau terlihat seperti anak yang baru memakan hidangan ini? Apa kau sebelumnya belum pernah memakan hidangan seperti ini?” Hua Ying berkata pada Fei Chen setelah selesai menikmati hidangan makan malam.
“Itu bukan urusanmu, Senior Hua.” Fei Chen menjawab singkat, lalu meminum air putih sebelum kembali memakan hidangan lezat dengan lahap.
Hua Ying terkekeh pelan, saat itu Fei Chen menyadari jika gadis didepannya memiliki paras yang manis dengan senyumanku yang menenangkan.
‘Meong, meong, meong!’ Kucing Manis tertawa melihat Fei Chen menatap Hua Ying dalam diam.
Fei Chen tidak mempedulikan Kucing Manis dan menghabiskan makanannya.
“Terimakasih Paman Guan, ini sangat lezat.” Setelah berkata demikian, Fei Chen berniat pergi menuju gerbang kota untuk berjaga, namun Guan Zhou menyuruhnya untuk beristirahat.
“Pendekar muda sebaiknya istirahat disini terlebih dahulu...” Guan Zhou menyuruh Fei Chen untuk beristirahat dikediamannya. Namun Fei Chen menolaknya.
“Paman Guan, bukannya aku menolak kebaikanmu. Tetapi aku merasa malam ini akan terjadi sesuatu di kota ini...” Jawaban Fei Chen membuat Guan Zhou menghela napas panjang.
“Bagaimana kau bisa seyakin itu?” Guan Zhou kembali bertanya.
“Hmmm, firasatku...” Fei Chen menjawab, sementara tangannya menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal, “Mungkin...”
Mendengar perkataan Fei Chen yang terakhir, Hua Ying tertawa pelan. Gadis itu menghampiri Fei Chen dan mencubit pipinya pelan.
“Kau terlihat menggemaskan.” Perkataan Hua Ying membuat wajah Fei Chen merah padam.
Fei Chen mematung sebelum tangannya menepis tangan Hua Ying dan pergi dengan cepat meninggalkan kediaman Walikota Kota Huafei.
“Apa-apaan dia itu?” Fei Chen kebingungan dengan perasaannya sendiri. Tetapi dia senang berbicara dengan Hua Ying. Walau lebih tua darinya, Hua Ying berhasil menarik perhatiannya.
Kucing Manis yang sedang memakan ikan mentah mengejar Fei Chen dari belakang, ‘Chen, tunggu! Bukankah kau sudah ada kemajuan?! Jangan melarikan diri! Kau harus mengajaknya menikah!’
“Hah?! Aku masih kecil dan tidak ada pikiran untuk kesana!” Fei Chen mengumpat kesal mendengar perkataan Kucing Manis, “Cih, daripada memikirkan itu. Aku sudah memutuskannya sejak awal jika aku akan membalaskan dendamku sebelum kutukan ini menggerogoti tubuhku!”
Saat jarak antara gerbang Kota Huafei dan Fei Chen semakin mendekat, Fei Chen terkejut karena melihat siluet dua orang yang tak asing.
“Kenapa mereka ada disini?” Fei Chen menajamkan penglihatannya, “Apa mereka berdua sedang bertarung melawan Manusia Buas?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
luar biasa thor lanjutkan
2023-05-02
0
Prefix13
Ggwp
2023-03-30
0
Azkha nia Nia
ya ampun thorrr ini mah plot twissss nya pke bngtt.😭🙈😔☝🏻☝🏻☝🏻 semangat trs thorr.🤍🙈
2022-12-29
2