PPFC 4 - Sepenggal Nafas
‘Chen, hisap terus aura milikku ini. Jika kau dapat melihat gambaran Kitab Dewa Naga, maka kau dapat melatih ilmu milikku...’ Dewa Naga melepaskan aura yang berbeda dari manusia, aura ini sangat murni.
Fei Chen merasakan tubuhnya mengalami perputaran yang hebat, terutama bagian perutnya yang terasa di remas.
‘Sudah dua tahun kau berada di Gunung Menangis, bocah. Aku tidak menyangka perkembanganmu akan secepat ini. Tetapi dengan kemampuanmu ini akan mati seketika.’ Seperti biasa Pedang Raja Neraka selalu mengomentari perkembangan Fei Chen.
‘Pedang ini sudah gila, abaikan dia.’ Kucing Manis menatap Pedang Raja Neraka yang memancarkan aura mencekam dan mematikan.
Belum sempat Naga Manis memberitahu Fei Chen, aura mematikan Pedang Raja Neraka sudah dihirup Fei Chen sepenuhnya.
‘Hahahaha...’ Pedang Raja Neraka tertawa ketika melihat Fei Chen mengalami Penderitaan Ilahi kembali.
Fei Chen meronta kesakitan selama beberapa jam sebelum akhirnya langsung memegang Pedang Raja Neraka dan melemparkannya.
“Tidak ada Guru yang mencoba membunuh muridnya!”
Pedang Raja Neraka terlempar jauh ke udara, ‘Bocah tengik! Beraninya kau melemparku!’
Akhir-akhir ini Fei Chen sering mengalami Penderitaan Ilahi karena ulah Pedang Raja Neraka. Tetapi berkat Penderitaan Ilahi, Fei Chen dapat melalui metode penempaan tubuh melalui Siksa Petir.
“Hah? Apa yang kau katakan?! Aku sama sekali tidak mendengarnya!” Fei Chen tersenyum melihat Pedang Raja Neraka tertancap di pohon.
Dewa Naga berwujud kucing hanya menggelengkan kepalanya, ‘Semakin lama bersama bocah ini, semakin aku sadar jika kami harus melakukan sesuatu untuk menggapai dunia atas...’
Fei Chen menoleh memperhatikan Dewa Naga yang terlihat memikirkan sesuatu, kucing yang terlihat menggemaskan itu membuat Fei Chen menghampirinya.
“Kucing Manis, apa ada sesuatu yang mengganggumu? Apa aku masih belum cukup kuat untuk membalaskan kematian keluargaku?” Fei Chen bertanya cukup serius. Ironis memang, tetapi yang ada dipikiran Fei Chen hanyalah dendam, tidak ada yang lain.
‘Chen, dari dulu kau hanya memikirkan dendam, dendam dan dendam. Kadang aku merasa pertemuan kami berdua denganmu adalah takdir.’ Perkataan Kucing Manis yang tak lain adalah Dewa Naga ini membuat Fei Chen memasang wajah jijik.
Dengan jari telunjuk yang sedang mengorek kotoran dihidung, Fei Chen dengan santainya berkata, “Walau wujudmu menggemaskan, tetapi perkataanmu menjijikkan.”
Seketika suasana menjadi hening. Selang beberapa menit kemudian, suara tawa Pedang Raja Neraka menggelegar karena perkataan Fei Chen yang menurutnya lucu.
‘Nyaw! Aku tidak peduli padamu lagi! Matilah!’ Kucing Manis mencakar Fei Chen ratusan kali.
Wajah Fei Chen pusat pasi, “Bukankah kau yang bilang, tidak ada guru yang mencoba membunuh muridnya?”
‘Hah?! Kucing sialan! Apa kau berniat membunuhnya?!’ Pedang Raja Neraka terkejut saat melihat sekujur tubuh Fei Chen dipenuhi luka cakaran Kucing Manis.
Fei Chen menelan ludah sebelum merasakan seluruh tubuhnya berteriak kesakitan. Sela-sela tulangnya meronta dan rasa sakit yang merayapi tubuhnya membuatnya berpikir, jika sekarang dirinya lebih baik mati daripada merasakan rasa sakit ini.
“Argh! Sialan!” Fei Chen berteriak sangat keras sebelum aura dalam tubuhnya meledak.
Kucing Manis dan Pedang Raja Neraka terkejut melihat Fei Chen memejamkan mata dalam keadaan berdiri.
‘Apa dia telah mati?’ Pedang Raja Neraka mencoba merasakan aura milik Fei Chen, ‘Yang benar saja, dia sekarat. Kucing sialan! Dimana kau taruh otakmu hah?! Kau harus tanggung jawab! Duniaku ini akan suram jika bocah ini mati!’
Kucing Manis lebih terkejut dari Pedang Raja Neraka karena dia tidak menyangka akan lepas kontrol, ‘Chen! Chen! Kau masih hidup bukan?’
‘Dia cuma sekarat, kucing sialan. Kemungkinan besok mati.’
Perkataan Pedang Raja Neraka membuat Kucing Manis terdiam cukup lama, ‘Bukankah tadi kau bilang duniamu akan suram jika bocah ini mati?!’
‘Kenapa kau berteriak padaku?! Seharusnya aku yang marah padamu, dewa kadal!’
‘Apa katamu, pedang gila?!’
Pada akhirnya Dewa Naga berwujud Kucing Manis dan Pedang Raja Neraka bertengkar hebat didepan Fei Chen yang tengah sekarat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 378 Episodes
Comments
XiaoAriya
Hisapkan dulu le~ /Angry/
2024-07-11
0
Imam Sutoto Suro
keren thor lanjutkan
2023-05-02
0
Prefix13
ggwp
2023-03-29
0