***
Di rumah Cinta,
“Aku harus mandi kembang, dan akan berdoa dan tidak akan lagi melakukan satu pun dosa. ampuni aku Tuhan, jangan lah lagi kau pertemukan aku dengan monster itu,” gumam Cinta seraya menyiapkan mandi kembang nya. Dia merasa hari ini dia sangat sial.
Keesokan harinya,
Cinta sudah sampai di kantornya dan duduk termenung mengingat Kak Rama dan Rara yang ia lihat saat reuni sekolahnya itu, sungguh hati Cinta masih sakit sampai saat ini.
"Cinta," sahut Rita membuyarkan angan-angan Cinta.
"Udah sarapan belum Cinta? mau makan masakan ibu ku? aku sengaja bawa banyak biar kita makan bersama.” Ucap Rita sembari menawarkan makanan yang sudah ia bawakan dari rumahnya.
"Eh, udah enggak galau lagi sekarang?" tanya Cinta saat melihat jika saat ini Rita sudah baik-baik saja, seolah kemarin tidak terjadi apapun.
"Sudah dong Cinta, masih banyak ikan di lautan," ucap Rita dengan gaya seolah-olah dia sedang membaca kan sebuah puisi.
"Tapikan kita kan engga tinggal di laut dan kita bukan ikan," sahut Isya menimpali ucapan temannya Rita. Saat ini Isya memang baru saja sampai di kantor itu.
"Eh baru sampai Sya?" sahut Cinta tersenyum kearah Isya yang baru saja sampai itu.
"Iya nih Cinta," jawab Isya sambil membuka makanan yang tadi di tawarkan oleh Rita.
"Enak banget masakan ibu mu Ta," ucap Isya sembari makan masakan Ibunya Rita itu. "Iya Sya, masakan ibuku memang enak. Cerewetnya itu yang ga enak di dengar nanyain mulu kapan aku nikah nikah, hiks," jawab Rita sambil berpura pura menangis.
(Notes : kata Hiks merupakan pengungkapan seseorang yang sedang menangis tapi dalam konteks lucu-lucuan bukan menangis dalam konteks yang sebenarnya)
***
"Ehemm, lagi apa Cinta?" ucap seorang pria yang memecah situasi sarapan mereka pagi itu.
"Eh iya Pak Dino, saya lagi sarapan mumpung belum jam masuk kantor Pak,” balas Cinta dengan sopan pada atasannya itu.
"Baiklah nanti aku antar pulang yah," ucap Dino lagi dan pergi tanpa menerima jawaban dari Cinta.
"Kayaknya Pak Dino suka sama kamu deh Cinta, kita kan disini bertiga, yang di sapa cuma kamu doang, emang kita berdua patung disini!” ketus Rita kurang suka saat Dino sama sekali tidak memperhatikan dirinya dan Isya.
"Hush! jangan begitu Ta, enggak mungkin lah dia suka sama aku, dia bukan nya deket sama Mba Rini yang bahenol itu ya?" ucap Cinta menepis pendapat Rita
Di kantor Cinta,
"Cinta, kamu dipanggil Pak Dino keruangan beliau," panggil Mba Rini ke Cinta yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya. "Ada apa ya mba kalo boleh tahu? " tanya Cinta khawatir karena setahu nya dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Udah kamu ke ruangan beliau saja dulu!" sahut Mba Rini Lagi.. "Baiklah, " balas Cinta sambil berjalan ke Ruangan Pak Dino..
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Masuk, " seru Pak Dino yang sedang sibuk menyiapkan berkas untuk meeting review siang Ini dengan direktur utama.
"Ada apa Pak panggil saya? " tanya Cinta pelan sebab dia masih khawatir jika dia telah melakukan kesalahan.
"Iya Cinta, kamu temenin Bapak yah meeting siang ini gantiin Ibu Rini, soalnya dia tidak bisa katanya lagi ada kerjaan urgent di sini." seru Dino masih berkutik dengan apa yang dia lakukan.
"Ta ...tapi Pak." belum sempat Cinta menjawab Dino langsung menimpali, "Tidak apa Cinta, kamu nanti duduk saja disana hanya menemani saya saja mengganti Ibu Rini sebagai sekretaris Bapak," sahut Dino menjelaskan.
"Yasudah Pak saya permisi mau bersiap-siap dulu, " balas Cinta sembari kembali ke mejanya untuk bersiap-siap pergi meeting dengan Pak Dino.
"Eh Cinta, kamu mau kemana?" tanya Isya menatap Cinta heran karena berbenah- benah di siang bolong.
"Iya belum waktunya pulang woyy!" balas Rita menimpali ucapan Isya.
"Kalian itu sembarangan, aku di ajak meeting sama Pak Dino katanya Mba Rini lagi ada kerjaan urgent di sini. "
"Ciye, nanti ceritain ya Cinta, " ledek Rita.
"Apaan sih," sungut Cinta geleng-geleng.
***
"Cinta, ayuk jangan sampe telat kita, nanti bisa dimarahin Bapak, besar," ucap Pak Dino.
"Baik Pak" balas Cinta sambil mengekor Pak Dino dari belakang.
Di dalam mobil Dino,
"Nanti kalo ada yang tanya kamu siapa bilang sekretaris Bapak ya Cinta, paling nanti kamu cuma mendengarkan saja, jadi kamu tidak perlu tegang," ucap Pak Dino menenangkan Cinta karena memang Cinta sedang terlihat tegang belum pernah dia ke kantor pusat untuk bertemu dengan para bos besar.
"Baik Pak." balas Cinta menunduk.
"Hmmm kamu manis ya Cinta," sahut Pak Dino saat melihat Cinta menunduk.
"HA apaan dah!" benak Cinta risih, Cinta pura-pura tidak mendengar ucapan Pak Dino agar percakapan nya tidak melenceng kemana-mana.
***
Di kantor pusat,
Cinta benar-benar tegang apalagi yang sedari tadi dilihatnya adalah para bos besar dari cabang-cabang perusahaan di seluruh kota juga beberapa sekretaris yang terlihat pintar dan cantik.
"Aduh, tolong hambamu ini Tuhan," Cinta berdoa dalam hatinya, entah kenapa belum pernah Cinta se tegang ini sebelumnya.
Sebelum rapat dimulai Cinta melihat Pak Dino yang mengobrol akrab dengan manager yang lain, Cinta tidak terlalu tahu apa yang mereka obrolkan karena obrolan mereka tidak masuk ke otak Cinta yang pas-pasan.
30 menit kemudian ....
rapat akhirnya dimulai.
Seketika semua berdiri saat melihat seorang Bos besar yang dimana itu adalah Direktur utama masuk kedalam ruangan dengan gagah dan berwibawa tapi menebarkan hawa dingin yang mencekam.
Saat pria tersebut menghadap semua peserta meeting, tiba-tiba Cinta terkejut setengah mati saat melihat pria itu adalah pria yang ia temui tempo lalu di jalan dan tempat karaoke.
"Mampus aku," benak Cinta berteriak.
Cinta mencoba tetap tenang, dia tidak ingin panik dan mempermalukan dirinya sendiri apalagi dia hanya orang yang menggantikan Mba Rini.
***
Keenan
Cinta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
할루 리니
kenapa pula namaku d bawa2... tau aja klo aku bahenol....🤣🤣🤣🤣
2024-08-24
0
Sunarmi Narmi
wihhh cinta ternyata cantikkkk dn manis Thor..imut 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
2023-10-03
0
Erlinda
aq pikir si cinta gadis yg pintar ternyata dia seorang yg suka halu dgn pikiran nya sendiri
2023-02-02
0