Masih di apartment Keenan,
Merasa dihiraukan oleh Cinta, Keenan semakin geram, " Kenapa kau tidak jawab? aku sepertinya sudah sangat lembek padamu ya. Bahkan pertanyaanku saja kau sudah berani tidak menjawab!" ancam Keenan geram.
"Ti ... tidak Tuan, saya hanya merasa bingung harus menjawab apa," balas Cinta hampir menangis, dia sangat takut pada pria yang di depannya ini.
"Baru begini kau baru tahu rasa takut, aku tidak mau tahu aku akan menunggu 30 menit lagi masakkan aku makanan yang enak. Kalau tidak aku akan membuatmu tidur di kamar mandi!" ancam Keenan sembari pergi ke sofa.
"What? ya ampun hidupku ini sebenarnya milik siapa Tuhan, masih milik-Mu kan? kenapa Kau biarkan ini terjadi padaku? hiks," air matanya sudah mengalir begitu deras. Baru kali ini ada orang yang membentaknya begitu keras.
Tanpa berpikir panjang, Cinta langsung pergi menuju dapur dan menyiapkan nasi goreng, karena Keenan hanya memberikan waktu 30 menit saja.
"Ku doakan kau tersedak nasi goreng ini, dasar monster tak berperasaan! kau cabai, bawang, nasi, telur dan micin tolonglah bekerja sama denganku. Buat dia tersedak saat memakan kalian, kalian lihat kan dia memarahiku tadi!" Cinta memasak sambil mengomel. Cinta tidak sadar jika Keenan sedari tadi mendengarkan apa yang dia ucapkan.
"Dasar aneh, bahkan dia berbicara dengan bahan masakannya. Tapi apakah aku tadi berlebihan?" gumam Keenan, "Ah, biarlah biar dia tahu rasa dan tahu siapa aku!" tepis Keenan lagi karena merasa Cinta makin berani padanya.
25 menit kemudian ....
"Tuan, makanannya sudah siap," seru Cinta menghampiri Keenan ke sofa.
"Hmm!" jawab Keenan dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya.
"Rawr!" Cinta menggeram merasa dirinya macan hendak menerkam Keenan atas jawabannya itu. "Jawabannya singkat sekali, dasar! kalo bisa aku hentikan waktu, udah ku tempeleng mukamu itu!" gumam Cinta emosi jiwa.
"Silahkan Tuan," ucap Cinta menyendoki makanan ke piring Keenan dan kembali berdiri di sampingnya.
"Nah gini dong, kalo dari tadi kau memasak dengan benar aku pun tidak akan marah padamu," seru Keenan sambil makan nasi goreng yang di hadapannya.
"Iya, iya makan lah dulu, nanti muncrat," balas Cinta keceplosan.
"APA?" seru Keenan langsung naik pitam.
"Tidak ... tidak Tuan, maksud saya silahkan menikmati hehe," balas Cinta langsung mengaktifkan mode sandiwara level dewanya.
Keenan sungguh lahap memakanan nasi goreng yang dibuatkan Cinta, sampai tidak ada satu butir nasi pun yang tersisa.
"Ini monster lapar atau doyan sih? bahkan dia tidak meninggalkan sesendok pun padaku, hiks, nasibku," gumam Cinta meratapi nasibnya.
"Eh tunggu dia tidak tersedak, ya ampun bahkan cabai, bawang, telur, nasi dan micin pun menghianatiku. Padahal tadi kami sudah sepakat, hiks!" gumam Cinta lagi saat menyadari Keenan baik-baik saja saat memakan masakannya.
Melihat ekspresi Cinta yang kesal sungguh membuat Keenan terhibur, "Sangat lucu!" ketus Keenan saat melihat Cinta menggigit bibirnya dan terlihat kesal.
"Kenapa masih disini? apakah kau mau berdekatan terus denganku? aku sih tidak masalah," seru Keenan mendekatkan wajahnya ke arah Cinta sembari tersenyum begitu nakal.
"Hehe, tidak Tuan, saya akan membereskan mejanya," Cinta berlari kecil sambil membawa piring yang di atas meja tadi.
"Dasar monster, masih saja kau memikirkan hal itu sekarang!" maki Cinta dalam hati.
Selesai membereskan kekacauan di dapur, Cinta hendak menghampiri Keenan ke sofa, dia mau ijin pulang dulu karena dia tidak bawa baju ganti.
"Dimana si mesum itu?" decak Cinta kesal, "Ah, masa bodoh, aku ketuk sajalah kamarnya, aku sudah ingin pulang dan mandi!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Rierudi Laras
😂😂😂😂 Cinta awas nanti betul2 jatuh cinta sama bos mu
2022-11-05
0
Lusiana_Oct13
semangaaatttt cintaaaa 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
2022-07-22
0
Dick Roell
ngakak q ya ampun...
2022-06-29
0