Episode 3 : Pria Misterius ketemu Cinta lagi!
***
"Apakah perlu aku membawanya padamu Pak?" tanya pria yang sedang membawa mobil itu pada bosnya yang sedang duduk di kursi belakang. karena menurutnya bosnya itu tertarik dengan gadis tadi.
"Tidak usah! biarkan lah dia, dia juga tidak cantik dia hanya lucu," ketus Keenan mengembalikan ekspresinya ke semula.
"Gadis yang kabur tadi, cepat kau urus dia! aku tidak mau nanti semuanya hancur oleh karena nya." Perintah Keenan pada asistennya itu.
"Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan? " ucap Keenan lagi dengan santainya saat ini sudah mengusap tangannya dengan sapu tangan. Karena tadi sudah basah saat menggenggam gadis yang menurutnya lucu itu.
"Baik Pak, akan segera ku bereskan," balas assisten nya itu menyanggupi permintaan keenan dan langsung menelepon seseorang untuk mencari dan membereskan gadis yang kabur tadi.
"Tring … Tring … Tring!"
“Aku akan mengirimkan sebuah foto padamu, cepat bereskan tanpa membuat keributan, jangan sampai ada celah, mengerti?” perintah assisten pribadi Keenan itu menelepon anggota-anggota mereka yang memang sudah ahli dalam melakukan hal-hal kotor secara senyap.
***
Di sisi lain,
Deras hujan dan suara petir terus saja bersahutan sepanjang perjalanan, dan derasnya hujan yang mengguyur tubuh Cinta membuat dirinya menggigil sesampainya di rumah, dia bergegas mandi dan membayangkan kejadian memalukan tadi.
"Ahh, setelah ku pikir-pikir dia sangat tampan." ucap Cinta tanpa sadar, karena memang dia baru sadar setelah membayangkan lagi wajah pria yang tadi mengerjainya di tengah hujan.
“KAU GILA Cinta!” decak Cinta seraya mengusap dengan kasar rambutnya sendiri, untuk menyadarkan dirinya betapa gila nya ucapan nya barusan. Jelas-jelas pria itu jahat dan tidak normal, bisa-bisanya dirinya masih terpesona akan ketampanan pria itu.
***
Flashback Off,
Sesaat setelah mengingat semua ingatan nya dengan pria menyeramkan itu, tiba - tiba Cinta merasa bulu kuduk nya merinding, saat ini yang dia inginkan hanyalah ingin segera meninggalkan ruangan yang begitu menyeramkan itu.
"Haha, emm … maafkan aku, aku salah ruangan, kalian silahkan lanjutkan saja kegiatan nya haha,” ucap Cinta sembari tersenyum kepada semua orang yang sedang menatapnya dengan tatapan yang seolah akan melahap nya itu. Saat ini tangan Cinta sudah berkeringat dingin.
Pelan tapi pasti, Cinta sudah hendak menutup kembali pintunya, karena sedari tadi semua orang di ruangan itu tetap melihatnya dengan tatapan dingin.
Dengan senyuman yang begitu cerah dan gigi yang terpampang rapih menunjukkan betapa kakunya senyum Cinta saat ini, perlahan menggeser pintu berharap tidak akan ada orang yang akan menyadarinya.
Saat pintu sudah tertutup setengah, Cinta merasa sedikit lega, tapi dia masih mempertahankan ritme pelan yang dia lakukan untuk menutup pintu itu. Dia tidak ingin mengganggu orang-orang yang di dalam ruangan itu, walaupun sebenarnya Cinta sudahlah mengganggu mereka.
“Braaakkkk!” tiba-tiba pintu yang setengah tertutup itu di tarik dengan keras oleh seorang pria dan langsung menarik Cinta masuk kedalam ruangan.
Iya, sedari tadi Keenan sudah berjalan ke arah Cinta, namun karena Cinta terlalu berfokus pada misi penyelamatan hidupnya menutup pintu membuat Cinta sama sekali tidak menyadari kedatangan Keenan.
Cinta yang sudah panik melihat pria yang ia temui di jalanan sudah mencengkeramnya dengan begitu erat mencoba berontak.
"Mau apa kau? teriak Cinta sembari dengan sekuat tenaga hendak melepaskan diri dari pria ini.
"Kau jangan berpura-pura bodoh gadis kecil, aku bukanlah pria bodoh yang bisa kau tipu,” Keenan membisik ke telinga Cinta, hal itu merupakan pertama kalinya seorang pria dewasa membisik dekat sekali di telinga Cinta, membuat Cinta merinding.
Ingin rasanya Cinta pura-pura pingsan saat ini, tapi takutnya nanti pria itu akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya.
"Kau! Kau! Kau! apa maksudmu?” teriak Cinta pelan menunduk sembari menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Haha!” pria itu tertawa menggelegar sampai menggema di seluruh ruangan. Dan tanpa Cinta sadari orang-orang yang tadi sedang bercumbu itu tiba-tiba saja saat ini memperlihatkan raut wajah yang tegang.
“Kau kira aku tidak tahu akal busuk mu?” decak keenan menarik wajah Cinta mendekat ke depan wajahnya, dan saat ini sedang melihat dengan lekat wajah Cinta yang sedang mencoba menenangkan batinnya.
"Aaaaaa, ganteng nya dia jika dilihat dari dekat,” gumam Cinta sama sekali belum sadar jika saat ini dirinya sedang berada di genggaman seorang predator.
“Tidak! tidak! sadarkan dirimu Cinta, kau itu memang jomblo, tapi kau harus tahu menempatkan dirimu!” benak Cinta lagi menyadarkan dirinya sendiri.
"Apa maksudmu? akal busuk apa? aku sama sekali tidak mengerti." balas Cinta meminta penjelasan, bagaimana tidak, pria aneh ini dengan mudahnya mengatakan jika saat ini Cinta sedang memiliki akal bulus.
"Ya tentu saja kau begitu terpikat kepadaku, kau ingin tidur dengan ku makanya kau mencari tahu identitas ku dan mengikuti ku sampai kesini kan?" ucap pria itu percaya diri dan semakin mendekatkan wajahnya ke Cinta.
"Kau narsis sekali!” ketus Cinta sama sekali tidak berani melihat langsung ke mata pria yang sedang menatapnya dengan begitu intens itu.
“Sreetttt!” tangan pria itu tiba-tiba menarik Cinta kedalam pelukan nya dan satu tangan nya memegang kedua tangan Cinta menghadap kebelakang dengan sangat kuat sampai Cinta merasa kesakitan.
"Sudahlah sayang, walaupun kau tidak terlalu cantik dan seksi aku mau kok tidur dengan mu, sebut saja berapa bayaran mu satu malam, hmmmm?" bisik Keenan sambil mengangkat dagu Cinta hendak ingin menciumnya.
Sadar bahwa pria ini ingin melakukan sesuatu padanya, membuat Cinta memutar otaknya bagaimana caranya agar dia bisa lepas dari cengkraman binatang buas ini. Secara tiba-tiba Cinta kepikiran sebuah ide konyol.
"Emmm, ma … maaf Tuan, bukan kah Tuan sudah memiliki banyak gadis cantik? saya ini hanyalah gadis sederhana, tampaknya Tuan memandang tinggi diriku, aku tidak lah pantas tidur dengan mu Tuan, di samping itu aku sudah menikah, bukan kah Tuan tidak merasa risih memegang dan memeluk wanita milik orang lain?" ucap Cinta dengan begitu cepat sudah begitu sopan dan berbicara dengan nada yang lembut.
Walaupun Cinta sedang tersenyum menghadapi pria menyeramkan ini, tapi tidak bisa di pungkiri semua tubuhnya sedang bergetar karena sedang ketakutan sekarang.
***
“Entah dari mana ide ini berasal, tapi itu sudah tidak penting yang paling penting sekarang adalah aku selamat pulang ke rumah dan tidur, masa bodoh dengan kebohongan ini,” gumam Cinta sudah bisa merasakan detak jantungnya yang semakin berdetak cepat karena sedang ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Erlinda
tadi diacara reuni cinta ke toilet sekarang di tempat karaoke ke toilet lagi..nanti di mall Ke toilet lg .😀😀😀
2023-02-02
0
💕Sri PashTer💕
cinta beser kali yakk thor... bolak balik toilet sampai lupa jalan pulang 😄😄
salken buat semuanya salam kenal juga buat othor kece. ini novelmu yg kesekian yg aku baca.. semuanya keren²...
kadang aku mikir ibunya othor dulu nyidam apa yg sampe bisa punya anak sepinter othor 😄
2022-11-09
1
Ibelmizzel
mampir Thor.
2022-10-30
0