***
Di apartment Keenan,
"Sebenarnya ada apa denganku?" gumam Keenan keheranan dengan dirinya sendiri.
Ini pertama kalinya dia bersikap gundah seperti ini.
"Aargh, rasanya sangat tidak nyaman!" geram Keenan sembari mengusap dengan kuat rambutnya.
"Ini pasti karena wanita pembohong itu, dia pasti telah mengguna-gunai aku, makanya sampai sekarang aku terus memikirkan nya!" tegas Keenan yakin dengan ucapannya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Siapa sih yang menelepon aku jam segini, baru juga aku selesai makan! argh!" decak Bram kesal ponsel nya tiba-tiba berbunyi sesaat setelah dia selesai makan.
Tapi saat melihat yang menelpon dirinya adalah Keenan, Bram sempat kebingungan.
"Bukan kah ini baru sekitar 45 menitan dia bersama Dewi? kenapa bisa secepat itu? apakah atasanku ini sudah impoten? HAHA!" tiba-tiba Bram tertawa seperti seorang iblis tanpa disadari dia lupa mengangkat teleponnya. "Aduh mampus aku!" serunya panik.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Sekali lagi ponsel Bram memecah angan Bram saat membayangkan Bos nya akan memaki-maki dirinya, dan benar saja setelah dia mengangkatnya ....
"Bram kau darimana saja? berani nya kau tidak mengangkat telepon dari ku ha?" tegas Keenan dengan nada tinggi sampai membuat Bram harus menjauhkan telinganya dari ponselnya sebentar.
"Maaf Pak, saya dari kamar mandi mencuci tangan, karena saya baru selesai makan, " jawab Bram beralasan.
"Oh baiklah," balas Keenan menerima alasan Bram. "Ada apa Pak?" tanya Bram kepada Keenan, kenapa dia menelpon dirinya padahal dia sudah meninggalkan Dewi dengan atasanya di apartemen.
"Iya Bram, kau carikan dulu aku wanita yang lain pokonya harus lebih cantik dari Dewi dan harus lebih seksi dari nya," ketus Keenan menuntut.
"Memangnya ada apa dengan Dewi, Pak?" tanya Bram keheranan. "Bukan kah Dewi yang selama ini bisa memuaskan Keenan? diantara wanita wanita yang ditiduri bos nya hanya Dewi yang bertahan selama 1 tahun!" benak Bram, tapi bukan berarti selama 1 tahun Keenan hanya tidur dengan Dewi, Keenan tetap tidur dengan gadis lain tapi dia tidak pernah membuang Dewi.
"Jangan banyak tanya Bram, kau pasti tahu aku sudah bosan padanya, kau harus menggantinya dengan yang baru dan harus lebih bagus," seru Keenan seolah oleh dia sedang mengganti sebuah barang.
"Baiklah Pak akan saya carikan," jawab Bram menyanggupi.
"Suruh dia malam ini ke apartemen ku!" tuntut Keenan dan langsung menutup telepon nya.
"Yaampun ini bos aku beneran lagi puber kah? bukan kah umur nya sudah 30 tahun ya?" geram Bram sambil tetap mencarikan wanita yang di inginkan bosnya.
"Hm, apakah ini ada hubungannya dengan Cinta?" benak Bram lagi... "Hm, yasudah lah nantilah itu ku pikirkan lagi, aku harus mencarikan wanita yang di inginkan Bos dan melanjutkan pekerjaan di kantor pusat" gumamnya.
Di kantor cabang tempat Cinta bekerja,
"Eh pak Dino sudah pulang? " ucap Rita sambil menyolek Isya yang di sampingnya.
"Eh tapi Cinta mana?" tanya Rita khawatir. Dan tanpa basa basi dia langsung bertanya ke atasannya.
"Pak Dino, mohon maaf mau bertanya, bukan kah Pak Dino tadi bersama Cinta? ada dimana dia sekarang?" tanya Rita sedikit khawatir.
Mendengar pertanyaan itu, Dino merasa lega karena ternyata teman-teman Cinta sangat peduli pada Cinta
"Ya Rita? Cinta tadi sedikit pusing jadi saya antarkan dia pulang, dia saya kasih ijin hari ini," jawab Dino menjelaskan.
"Oh baiklah Pak kalau begitu, terimakasih telah mengantarkan teman saya pulang," sahut Rita lega setelah mengetahui temannya sekarang ada di rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Lily Mantansari
percaya begituan juga pak bos
2023-06-11
0
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk adaljan kamu tau,yg kamu butuhkan bukan cewek cantik dan seksi di luar sana,Tapi Cinta..
2023-04-19
0
Va Nee La
baju kali ahhh... dasarrr keenan😏😏
2023-01-13
0