Pagi hari berikutnya...
Agus membuka kedua matanya dengan rasa kantuk nya kuat, dirinya tidak tidur sama sekali melainkan melakukan lembur hingga menjelang pagi hari.
Agus merasa jika yang terjadi semalam hanyalah sebuah mimpi. namun melihat kembali ke sekelilingnya Agus sadar jika itu bukan kamar pada tempat apartemen murah miliknya.
Memastikannya sekali lagi, Agus tidak dapat menemukan keberadaan Sinta yang menghabiskan malam bersama dirinya.
"Benar... apakah aku bermimpi?..."
Sepertinya tidak... karena ada noda darah merah pada seprai putih yang ada di kamar hotel, Agus melihat selusin pengaman elastis yang berserakan di sekitarnya.
"Semalam itu sungguhan..."
Agus awalnya tidak berharap jika dirinya akan bisa melepaskan keperjakaannya sebelum dirinya menjadi benar-benar kaya. siapa yang mengira jika takdir yang tuhan berikan akan begitu indah.
"Baiklah aku harus pergi..."
Agus membuang selusin pengaman yang dia kenakan semalam ke tempat sampah. karena pakaiannya yang basah sudah sedikit mengering Agus langsung mengganti pakaian.
Di atas meja terdapat sebuah catatan kecil, itu pasti dari Sinta. isi dari surat tersebut adalah Sinta yang melakukan permintaan maaf.
"Mengapa dia yang meminta maaf! Bukannya aku yang keenakan dan dia yang dirugikan, mengapa Sinta tidak meminta pertanggung jawaban!"
Sepertinya para wanita di dunia ini memiliki isi kepala mereka yang bengkok.
Bagian selanjutnya dari isi catatan kecil tersebut yaitu, Sinta akan mengurus surat perpindahannya dengan perusahaan lamanya dengan cepat.
Melihat bagian ini Agus sangat senang, pikir Agus dirinya akan kehilangan calon karyawan berbakat seperti Sinta, karena dapat merugikan perusahaan miliknya.
"Karena dia akan datang aku akan menunggunya di perusahaan..."
Agus dengan sedikit rasa lelah meninggalkan kamar hotel dan tanpa sadar menguap dalam perjalanan ke tempat pembayaran.
Pagi ini dirinya sangat lelah karena melakukan selusin putaran dengan menggunakan pengalaman anti bocor, jika Sinta membawa 100 pengalaman bukannya dirinya akan mati setelah menghabiskan semuanya.
Agus bergidik ngeri, dia harus mengakui jika wanita lebih tangguh dari seorang laki-laki.
"Di bayar dengan debit atau cash pak?..."
Agus yang ingin membayar tagihan hotel bahagia di sambut oleh pertanyaan resepsionis hotel.
"Cash..." Agus mengeluarkan 100 ribuan satu dan 50 ribuan satu. dirinya hanya memiliki uang tunai sebanyak 150 ribu.
"Total keseluruhannya 500 ribu pak..." Resepsionis hotel tersenyum ramah lingkungan.
Agus seperti mendengar suara petir dan senyuman resepsionis hotel seperti wajah iblis yang memiliki perjalanan kehidupan dengannya.
"Bagaimana bisa meningkatkan menjadi 500 ribu sedangkan harga awal hanya 150 ribu..." Agus berkata dengan menekankan kata 500 ribu dan 150 ribu.
"Ini daftar yang harus di bayar pak..."
Agus yang menerima daftar tersebut langsung membaca beberapa bagian yang menyebabkan jumlahnya meningkat.
Harga untuk kamar hotel untuk sekali menginap memang benar 150 ribu dalam sekali menginap. Namun untuk harga berikutnya dapat membuat agus muntah darah.
Harga untuk penggunaan cermin hotel 25 ribu.
Harga untuk penggunaan kamar mandi dalam 2 kali pakai 50 ribu.
Harga untuk penggunaan 2 setelan baju tidur 50 ribu.
Harga untuk 2 minuman teh hangat yang tercampur afrodisiak 50 ribu.
Harga membuat noda kotor pada seprai 175 ribu.
Total keseluruhan adalah 500 ribu, sungguh Kejam ini jelas perampokan di pagi hari. sudah dirinya kecapean karena lembur kerja semalam di tambah berita yang tidak menyenangkan ini, Agus merasa jika dirinya ingin menangis namun tidak memiliki air mata.
Sekarang Agus kebingungan, apa yang harus aku bayar.
"Sistem... bukankah aku mendapatkan gaji bulanan dari perusahaan, apakah aku tidak bisa mengambilnya di muka terlebih dahulu" Masih ada 7 hari lagi untuk Agus mendapatkan gaji dari sistem.
[DING...]
[Sistem tidak dapat memberikan pengecualian terhadap siapapun termasuk juga dengan tuan rumah]
[Sistem akan mengkonversi uang secara langsung selama tuan rumah membuat produk yang merugikan perusahaan]
[Sedangkan untuk gaji bulanan hanya akan di berikan secara tepat pada setiap akhir bulan]
Diam... Sistem tidak punya hati mengapa kamu tidak sekali ini saja membuat pengecualian, bukannya aku sudah membuat produk yang memiliki keuntungan sebesar 100 juta untuk perusahaan.
"Agus... kamu menginap di hotel ini juga..." Sebuah sapaan mengejutkan Agus yang sedang termenung.
"Mbul... kamu juga menginap di sini..." Agus sangat senang bertemu dengan temannya yang sebelumnya satu universitas dengannya.
Dia adalah gembul sih bakso berjalan.
Agus dapat melihat di belakang Gembul ada sesosok keindahan yang cukup mempesona. Agus harus mengakui Anita sangat cantik juga jika di lihat dari rambutnya yang basah sangat jelas apa yang keduanya lakukan di hotel.
Sial... temanku walaupun gendut dan kurang enak di pandang, dia punya keluarga yang cukup kaya, di tambah dia memiliki kekasih yang sangat cantik. mengapa kita memiliki perbedaan yang cukup besar.
"Mas Agus pagi..." Anita menyapa sambil tersenyum.
"Juga..." Agus hanya bisa tersenyum konyol.
Agus meminta izin kepada resepsionis hotel yang mengurus prosedur pembayaran untuk memberikan waktu karena ada pertemuan dengan temannya.
"Jadi begitulah ceritanya..."
Agus, Gembul dan Anita duduk di sebuah ruang bersantai seperti sebuah tempat makan yang ada hotel, kemudian Agus menceritakan seluruh kesialan yang di alaminya tanpa mengenalkan tentang Sinta.
Sialan... Agus ini entah mengapa bisa melepaskan keperjakaannya lebih awal dariku... Sedangkan aku yang tidur di hotel harus memesan dua kamar berbeda. Semalam aku memaksa Anita menggunakan satu kamar dengan 1 juta alasan, aku hanya berakhir dengan tidur di lantai.
Gembul yang mendengarkan kesialan yang di alami Agus bukannya senang melain sangat kesal. Temannya sudah merasakan surga dunia sedangkan dirinya menikmati siksa dunia.
Di saat tinggal satu kamar dengan seorang wanita cantik, dirinya tidak merasakan kesenangan apapun. melainkan kesengsaraan karena tidur di lantai yang dingin.
"Mas Agus... apakah benar selusin pengaman yang kamu habiskan?..." Anita bertanya dengan senyuman.
Sial... Ini lagi bukannya kamu pacarnya gembul, mengapa menanyakan hal seperti ini, apa lagi di depan Gembul.
"Ya... begitulah, jadi aku ingin meminjam uang dari mu Mbul..." Agus hanya bisa mengandalkan gembul karena uang di bawah 1 juta tidak berarti apa-apa untuk gembul.
"Maaf... aku tidak bisa" Tentu saja Gembul bisa meminjamkannya hanya saja saat ini dirinya sangat kesal dengan Agus.
Mengapa kamu menceritakan kesenanganmu di depan perjaka sepertiku. apakah kamu dengan sengaja pamer di depanku, Benar pasti seperti itu.
"Begitu ya..." Karena pihak lain tidak meminjamkan dirinya uang Agus tidak punya pilihan selain menggunakan tanda pengenal sebagai jaminan.
Agus tidak membenci Gembul, hanya karena temannya tidak meminjamkannya uang. Gembul pasti punya alasan yang tidak bisa di katakan.
"Sayang... aku tidak menyangka jika kamu akan menutup mata di saat temanmu membutuhkan bantuan..." Anita berkata dengan kesedihan mendalam.
"Sayang, bukanya aku tidak ingin meminjamkannya hanya saja, sekarang aku membawa uang dengan jumlah pas untuk membayar Tagihan kita" Gembul sedikit kesal, mengapa pacarnya membelah Agus dari pada dirinya.
"Aku mengerti... Mas agus ini uang dariku, kamu tidak perlu mengembalikan uang ini, selama kamu datang di acara ulang tahun ku..." Anita tersenyum sambil memberikan sejumlah uang tunai.
"Ulang tahun!..." Agus bingung.
"Agus... pacarku adalah putri dari pemilik perusahaan Touchten Games..." Walaupun Gembul kesal dengan tanggapan Anita namun, Gembul dengan bangga mengenalkan latar belakang pacarnya.
"Touchten Games!..."
Siapa yang tidak mengenal perusahaan yang terkenal hingga ke mancanegara, dengan penghasilan ratusan juta dolar.
Walaupun dunia ini bengkok Agus ingat dengan jelas jika perusahaan Touchten Games memiliki kesuksesan yang sama dengan perusahaan yang ada di kehidupan sebelumnya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
mothur
kasian
2021-12-20
1
💀~_~THE DARK QUUEN~_~💀
🖕🖕🖕🖕🖕👿
2021-11-15
0
Laba-laba
miskin mcnya
2021-11-11
0