Agus baru saja selesai mandi air hangat kemudian mengenakan baju tidur.
Sinta yang malu berada di atas ranjang sambil mengenakan selimut, Sedangkan Agus berniat tidur di lantai namun di hentikan oleh sebuah ketukan dari luar pintu.
"Tok... tok... tok..."
"Siapa?..."
Agus bertanya dengan bingung sedangkan Sinta yang bersembunyi di balik selimut melihat kearah pintu dengan penasaran.
"Kami memberikan pelayanan ekstra untuk setiap tamu yang menginap di hotel bahagia..." Pelayan hotel tersebut tersenyum cerah sambil membawa dua gelas teh hangat di atas nampan.
Teh lagi... sungguh staf karyawan yang berbaik hati... di malam yang begitu dingin ini dia membuatkan teh hangat untuk Agus dan Sinta, sungguh jasa yang patut di hargai.
"Apakah ini?..." Agus melihat kearah dia gelas teh hangat di atas nampan.
"Ini minuman yang di buat khusus, untuk mereka yang berpasangan, minuman ini dapat membuat sepasang kekasih saling menghangatkan"
Saling menghangatkan?...
Agus tidak terlalu peduli dengan penjelasan pihak lain yang jelas dirinya sangat menginginkan minuman hangat.
Tunggu dulu... bagaimana jika nanti teh hangatnya di masukan dalam tagihan dengan harga satu gelasnya 25 ribu bukankah itu berarti 50 ribu untuk 2 gelas.
"Ehm... sepertinya kami tidak terlalu membutuhkan minuman hangat..." Agus berkata dengan tidak berdaya walaupun dirinya menginginkan minuman hangat, namun uang yang di milikinya tidak cukup.
"Pak Agus... bukannya kita baru saja kehujanan, jika kita tidak meminum minuman hangat kita bisa kemasukan angin..."
Sinta tidak mengerti alasan mengapa orang kaya seperti Agus sangat berhemat, dari pada nanti masuk angin dan tidak dapat berkerja karena sakit. bukankah lebih baik meminum teh hangat agar tubuh kita tidak kedinginan.
"Baiklah... Aku akan mengambilnya"
Agus dengan cepat meletakan dua teh hangat ke atas meja kecil yang ada di samping ranjang. lalu mengusir pelayan hotel yang tersenyum sambil membawa nampan.
Agus merasa jika senyuman pelayan hotel tersebut sedikit aneh seolah terdapat sesuatu yang di sembunyikan.
"Ummm... Enak, tubuhku menjadi hangat... Pak Agus kamu harus meminumnya juga..." Sinta berkata sambil tersenyum bahagia.
"Baiklah..."
Bagaimana Agus akan menyia-nyiakan minuman teh hangat yang sudah di ambilnya, Jika aku tidak meminumnya itu sama saja dengan pemborosan.
"Ummm..." Agus harus mengakuinya jika apa yang di katakan Sinta itu benar, setelah meminumnya tubuhnya menjadi hangat, tidak melainkan memanas.
Sial... ini buruk, jangan bilang jika teh hangat nya telah tercampur oleh sesuatu.
Agus mulai merasakan jika bagian bawahnya membengkak sedangkan matanya sedikit memerah.
Agus mengingat kembali senyuman pelayan hotel sebelumnya, mengertakkan giginya Agus sangat yakin jika teh hangat telah di campur dengan afrodisiak.
Tenang... aku harus tenang, selama aku tenang semuanya akan baik-baik saja.
"Pak Agus bisa kipas anginnya di hidupkan..." Apa yang terjadi dengan ku mengapa tubuhku menjadi panas.
Sinta mengingat perkataan pelayan hotel, (minuman ini dapat membuat sepasang kekasih saling menghangatkan)
Aku sangat menyesal karena berbuat kesalahan, andai saja aku mengikuti perkataan Pak Agus dengan menolak minuman teh hangat pasti aku aku tidak mengalami hal ini.
Sinta membayangkan kejadian saat Agus melepaskan pakaian miliknya. Entah mengapa diriku sangat menginginkan benda sebesar itu masuk kedalam tubuhku.
"Pak Agus... mengapa kita tidak berbagi ranjang saja... jika tidur di lantai nanti bisa kemasukan angin..." Seluruh wajah Sinta memerah sangat jelas jika tindakannya terpengaruhi oleh teh Afrodisiak.
Sial... tenang... kamu juga harus tenang Sinta, apakah kita akan kalah terbawah dengan keinginan kita.
Agus berfikir seperti tidak berdosa namun tubuh bagian bawahnya berkata lain. itu terlihat membengkak seperti siap meledak kapan saja.
"Tidak... tidak... aku tidur di lantai saja..."
Tenang... tenang... Aku harus memikirkan sesuatu yang lain dengan begitu semuanya akan kembali normal.
Bumi bulat... bumi bulat... roda bulat... roda bulat... tahu bulat... tahu bulat... semangka Sinta bulat... semangka Sinta bulat...
"Pak Agus kesini saja pak jangan munafik jadi orang..." Sinta berkata dengan tidak sopan itu karena dia sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Sial... siapa juga yang munafik...
"Sinta... sepertinya di dalam minuman itu ada sesuatu seperti afrodisiak...."
Agus menjelaskan agar Sinta bisa mengerti jika keduanya terus berdekatan kemungkinan besar suatu pelanggaran akan terjadi.
"Aku sudah tau itu Pak Agus... namun itu bukan kesalahanmu, karena kita berdua adalah korban dari ketidak tahuan" Sinta perlahan melepaskan pakaian tidurnya.
"Tidak... tidak kita bukan sepasang kekasih Sinta, kita berdua bisa melakukan kesibukan masing-masing. seperti aku akan menggunakan tanganku kamu juga bisa menggunakan tanganmu"
Agus memikirkan cara ini adalah pilihan yang terbaik, pemilik tubuh lama juga sering melakukan hal seperti ini di saat senggang setelah melihat film jav.
"Tapi Sinta tidak pernah melakukannya..."
Sinta mengerti apa yang di maksud Agus, itu adalah apa yang di lakukan gadis-gadis nakal di kala menginginkan namun tidak tersalurkan dengan benar.
"Pak Agus... bagaimana jika kita tidak melakukannya Sinta akan mati... Kebanyakan kasus seperti itu" Sinta yang turun dari ranjang menarik Agus agar naik keatas ranjang.
Sial... apa ada kasus seperti itu?
"Apakah setelah ini kita akan menjadi sepasang kekasih..." Agus berkata dengan tulus.
Walaupun bagian bawahnya menjulang di depan milik Sinta yang basah Agus merasa tidak ingin memanfaatkan orang yang baru di kenalnya.
"Orang tuaku melarang Sinta untuk memiliki kekasih... jadi sepertinya kita tidak bisa memutuskan hal itu terlalu dini"
"Kalau begitu aku tidak bisa melakukannya..." Walaupun dirinya ingin namun dirinya tidak ingin melakukannya tanpa status hubungan yang jelas.
"Bagaimana dengan ini..." Sinta sangat kesal, tubuhnya sangat menginginkannya jika dirinya tidak melakukannya pasti tidak akan bisa tidur.
Itu sudah berdiri di depan pintu masuk tinggal memasukannya saja apa susahnya.
Benar, Pak Agus sangat berbeda dengan kebanyakan laki-laki yang Aku temui, jika itu orang lain pasti akan melakukannya tanpa harus di suruh.
"Pak Agus... Aku tau apa yang kamu khawatirkan, untung saja aku sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari" Sinta mengambil sesuatu dari saku celananya dan memperlihatkan selusin pengaman pencegah kebocoran.
"Pengaman..."
Agus tidak berharap jika selama pertemuan sebelumnya Sinta akan membawa hal seperti itu. dan juga itu ada selusin.
"Benar, Aku selalu membawanya untuk berjaga-jaga. semua wanita yang mengejar karier pasti akan melakukan hal yang sama, agar tidak cepat berperut dua" Sinta dengan tangan lembutnya memasangkannya pada bagian bawah Agus yang menjulang.
"Baiklah aku mengerti..."
Agus hanya bisa mengikuti arus malam ini....
"Ah..."
"Apakah sakit?..."
"Ya... mungkin ini kali pertama ku jadi akan terasa sakit..."
"Apa kita akan melanjutkannya..."
"Tolong lanjutkan... Kita memiliki selusin pengaman... Malam ini Pak agus harus menghabiskannya..."
"Ok..."
Hotel Bahagia bergoyang di bawah langit malam dengan bulan menggantung begitu indah... Agus dan Sinta yang sedang bercocok tanam tidak tau jika hujan di luar hotel sudah berhenti.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
✧༺ 𝘽𝙝𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙪𝙧𝙪༻✧
uh
2022-09-11
2
Deni Alexis
anjritttt...... sumpah di bab ini gua ngakak abis wkwkwkwkwkkk.... mantap thor
2022-08-30
0
mothur
heheeh
2021-12-20
1