Wawan sangat menyukai game, hampir semua game yang pernah ada sudah pernah dirinya mainkan. di bidang permainan dirinya adalah nomer satu, akun game play Heroes akan selalu menempati posisi teratas di setiap permainan yang pernah dirinya mainkan.
Hidup seperti ini adalah kepuasan untuk dirinya, walaupun setiap harinya hanya makan mie instan dia tidak peduli asalkan bisa bermain game setiap hari.
Orang tuanya mengusir Wawan dari rumah karena di dalam pandangan orang tuanya dan orang terdekatnya Wawan di cap sebagi orang yang tidak berguna.
Lulusan universitas ternama yang ada di jakarta dengan nilai hampir sempurna, kedua orang tuanya sangat tertekan di karenakan Wawan tidak berniat memiliki pekerjaan dan lebih memilih untuk bermain game.
Di bandingkan adiknya yang sudah berkerja di kantor ternama kedua saudara ini seperti langit dan bumi.
Bagi Wawan berkerja dengan keterpaksaan tanpa menuruti kesenangan hati itu bukanlah kehidupan melainkan siksaan. walaupun di cap sebagai orang yang tidak berguna oleh orang lain terutama adiknya sendiri Wawan tidak menyimpan kebencian.
Sebelum adiknya sangat membenci dirinya Wawan adalah orang yang sangat di andalkan oleh adiknya sendiri. bahkan untuk lulus tes perusahaan yang saat ini menjadi tempat adiknya bekerja itu semua berkat bantuan Wawan yang di kenal tidak berguna.
Wawan yang memiliki perawakan hampir indentik dengan adiknya menggantikan adiknya tersebut saat interview pekerjaan dan hasilnya adalah di terima dengan nilai penuh.
Sekarang Air susu di balas dengan air tuba membuat Wawan dapat melihat sisi lain dari adiknya sendiri. Wawan tidak marah ataupun dendam dia hanya mendedikasikan hidupnya tanpa hari selain bermain game.
Karena di usir dari rumah dan semua perangkat permainan miliknya di sita oleh kedua orang tuanya. Wawan memutuskan untuk tinggal di warnet yang buka 24 jam.
Ini sudah lebih dari satu tahun dirinya tinggal di warnet tanpa di duga ada seorang bos perusahaan ingin Mempekerjakannya, entah itu pekerjaan di bidang apa yang jelas Wawan tidak tertarik bekerja di perusahaan.
Bagaimana tidak... sangat jelas jika Wawan memutuskan untuk bekerja dirinya hanya akan menghabiskan waktunya untuk perusahaan layaknya seorang budak tanpa bisa bermain game.
Wawan langsung menolak perkataan bos perusahaan tersebut karena dirinya tidak ingin bekerja, namun siapa yang percaya jika bos tersebut tidak menyerah terhadap dirinya.
Bos perusahaan tersebut adalah Agus yang rela merubah kondisi perusahaan hanya agar Wawan bekerja di perusahaannya. Wawan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Namun karena bos perusahaan tersebut mengijinkan karyawan perusahaan untuk bermain game di luar pekerjaan dan itu membuat Wawan tertarik.
Dia sebenarnya sudah mencari pekerjaan yang tidak melarangnya bermain game namun sangat mustahil ada perusahaan seperti itu. Bos perusahaan tersebut juga menawarkan ruang kantor yang sangat nyaman juga tidak kekurangan makanan baik itu makanan berat atau pun makanan ringan.
Wawan sangat di perbolehkan tinggal di sana jika dirinya mau, karena di ruangan kerja ada ranjang tidur yang di khususkan untuk karyawan. belum lagi perangkat permainan dengan komputer paling canggih.
"Bos... Bisakah saya melihat dulu ruangan kerjanya seperti apa?... Jika itu semua bohong bukannya aku akan merugi..." Wawan melihat Bos perusahaan tersebut dengan curiga.
Kondisinya tidak bisa membuat Wawan untuk menolaknya, namun dia bukan orang bodoh dia harus memastikannya dengan kedua matanya sendiri lalu hal berikutnya membuat keputusan.
"Tidak masalah..." Agus sangat senang di dalam hati.
Dia akhirnya memiliki karyawan yang memiliki tekad dan semangat Caesars entertainment. sungguh perjalanan yang tidak sia-sia sebagai bos perusahaan yang jenius Agus merasa dengan karyawan seperti ini dirinya akan menjadi kaya raya.
Agus langsung membawa Wawan langsung mengunjungi perusahaan Caesars entertainment.
Wawan yang melihat gedung tinggi perkantoran yang ada di depannya sangat terpukau, ini adalah salah satu gedung perkantoran termewah yang ada di kota jakarta.
Sebuah tulisan besar di bagian depan gedung dan sangat jelas yaitu Caesars entertainment.
"Kamu bisa memilih ruangan mana saja karena semua ruangan adalah sama" Agus menjelaskan dengan bangga.
"Kalo begitu aku memilih ruangan di lantai satu karena aku terlalu malas untuk naik ke lantai atas..." Wawan menjawab dengan jujur.
Malas... bagus... sangat bagus, ini adalah karyawan sejati. sepertinya aku tidak salah memilih karyawan untuk di kerjakan di Caesars entertainment. Aku menunggu produk jelek darinya kemudian biarkan perusahaan merugi lalu dana modal akan di konversi ke rekening pribadiku.
Sangat nyaman...
Saat Wawan memasuki ruang karyawan dia harus mengakui jika apa yang bosnya katakan tidaklah bohong. komputer-komputer ini adalah tercanggih yang baru-baru ini banyak di minati pecinta Gemes dan di pasaran belum keluar.
Dia pernah bermimpi untuk memiliki satu perangkat komputer jenis ini.
"Bos... Aku Wawan akan bekerja di perusahaan Caesars entertainment" Wawan mengulurkan tangan guna berjabat tangan.
"Wawan... kamu adalah karyawan yang menjanjikan Caesars entertainment menyambut kedatangan mu" Agus yang berjabat tangan tersenyum dari telinga ke telinga.
"Bos... apakah aku satu-satunya karyawan di perusahaan ini..." Wawan bertanya dengan heran.
Menurut Wawan Caesars entertainment adalah perusahaan besar yang baru-baru ini di dirikan, jika perusahaan sebesar ini membuka lowongan pekerjaan pasti banyak orang yang akan datang melamar pekerjaan.
"Selain kamu hanya beberapa penjaga seperti satpam dan pengurus kebersihan dan keperluan kantor, namun secara teoritis kamu adalah karyawan pertama Caesars entertainment" Agus menjelaskan kepada Wawan, tanpa menyebutkan 100 calon karyawan baru yang dirinya tolak.
Mengikuti peraturan yang ada di sistem Agus menyadari jika satpam dan pengurus kebersihan dan keperluan kantor adalah dua karyawan dengan konsep yang sama sekali berbeda. mereka bekerja pada perusahaan di mana mereka non produktif sedangkan karyawan seperti Wawan yang akan membuat produk di sebut produktif.
"Kalau begitu kita akan membuat kontrak kerja... tenang saja ini adalah formalitas perusahaan" keduanya pergi ke kantor Agus yang ada di pertengahan lantai teratas.
"Bagaimana?" Agus bertanya.
Apa yang di baca Wawan adalah kontrak kerja yang di buat secara pribadi oleh agus dengan mengikuti aturan yang di tetapkan sistem seperti jam kerja, jangka panjang kontrak dan lain sebagainya.
"Bos... apakah ini benar 10 tahun?" Wawan bingung.
Wawan yang melihat kontrak berjangka 10 tahun langsung bertanya, biasanya karyawan baru harus magang 3 bulan sebelum menjadi karyawan kontrak, setelah itu jika karyawan melakukan kontrak pertama maka akan memiliki jangka waktu 1 tahun. karena itu Wawan bertanya apakah kontrak berjangka ini terdapat kesalahan ketik?
"Tidak ada kesalahan..." Agus tersenyum.
Jika sistem tidak membatasi jangka kontrak 10 tahun aku akan membuat kontrak seumur hidup. Mengapa aku tidak mengikat karyawan malas seperti Wawan.
"Aku mengerti..."
Wawan yang sudah melihat semua kontrak dan merasa jika itu cukup normal langsung menandatangani kontrak tersebut.
"Baiklah... kamu bisa bermain game sepuasnya... Untuk pembuatan produk kita akan Meeting besok pagi" Melihat kepergian Wawan yang menghilang di balik pintu, Agus bersandar pada kursi berputar sambil menyeringai.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
DEWA KEGELAPAN
hahaha bagusss
2022-01-16
0
MALIN KUNDANG [KEDURHAKAAN]�
malas tapi pintar
2021-11-21
0
mothur
mantap
2021-11-17
0