Mundur kembali ke masa depan, aku tak berhak membawa beban berat di kedua bahuku bersamaan, di setiap kondisi aku harus terus berdiri aku tidak akan mati lagi untuk yang kedua kalinya.
Pilihan ada di tanganku, meninggalkan Kota ini kerajaan beserta isinya adalah hal paling tepat.
"Kalian berdua.. Aku ingin membicarakan sesuatu.. " Hakai yang berdiri di depan pintu menampilkan wajah yang bahagia.
"Tuan ingin bicara apa? Katakan saja" Ucap Xylona sedang duduk di samping wanita yang berbaring itu.
"Kita akan pergi jalan-jalan ya.. Meninggalkan Kerajaan ini"
"Bukannya tuan adalah Raja bagaimana bisa tuan jalan-jalan seenaknya.. Dasar"
"Hehehe.. Aku.. Bukan lagi seorang Raja"
"Begitukah..."
"Kamu tidak marah?"
"Buat apa aku marah itu pilihan tuan.. "
Entah kenapa Xylona sangat paham apa yang telah terjadi, kota ini tidak menerima orang luar begitu saja.
Plak.. Plak..
Hakai menampar pipinya sendiri.
Jangan ragu! Aku begitu kuat apapun yang terjadi aku akan melindungi mereka berdua dan akan aku ungkap siapa “Dragon Knight“ ini kebencian sangat melekat di hati masyarakat seluruh penjuru dunia bagai badai yang siap menghempaskan Raja ini.
Kita bertiga meninggalkan ruangan, wanita itu hanya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya namun masih bisa bergerak dengan normal dan sudah di perban dengan baik menggunakan kain.
Aku mengunjungi singgasana untuk terakhir kalinya, beruntung sekali di sana ada Arius yang sedang duduk membicarakan masalah kebakaran kemarin dengan para petinggi.
"Arius! Aku berikan kembali gelar Raja dan Pahlawan untukmu! Aku tidak butuh itu lagi.. Dan di mana wanita sialan itu? Takut berhadapan denganku huh?" Tegas Hakai sambil menggendong wanita.
"Kenapa?! Negeri ini membutuhkan orang sepertimu.. Kau sangat mirip dengan raja pendahulu, lembah kematian itu adalah bukti bahwa kau memang “Dragon Knight“ asli karena dia yang menciptakan lembah itu dan hanya dia yang bisa mengalahkan semua isi di dalamnya"
"Menciptakan?Ha? Kau sebut itu bukti? gadis kecil ini sanggup tinggal di dalam dan hidup ribuan tahun tanpa takut kematian sedikitpun! Apanya yang lembah kematian? Persetan dengan “Dragon Knight“ itu hanyalah karakter fiksi"
Apa aku salah dengar? Menciptakan tempat itu, kata Wyvern Chyros dia yang menciptakannya.
Hakai yang tidak ingin berlama-lama langsung angkat kaki dari istana tersebut pergi menaiki sebuah delman Naga milik kerajaan karena di lengkapi tempat duduk dan ruang yang agak luas juga sanggup menutupi dari terik matahari dan air hujan.
Sesampainya di depan gerbang utama atau gerbang luar, Hakai turun dan mengunjungi toko pakaian yang pernah di kunjungi ketika datang ke planet ini untuk pertama kalinya.
"Halo pak tua?! Apa kabarmu? Dan dimana gadis cantik itu? " Hakai menggoda pemilik toko pakaian tersebut.
"Kau lagi? Mau minta pakaian lagi? Pergi dari sini!" Ucap pak tua dengan kedua tangan di pinggang.
"Wah Yang Mulia... Ada apa datang kemari?" Suara lembut muncul dari gadis cantik anak pak tua itu.
"Nahh!! Keluar juga xixix.. Maukah kau menikah denganku sekarang.. Aku sudah tidak sabar dengan kebohayanmu itu" Hakai menggeliat berpose menjijikan.
"Brengsek kau berani-beraninya menggoda anakku!!" Ancam pak tua itu.
"Hahahaa.. Aku hanya bercanda.. Ambillah ini, itu untuk membayar pakaian lamaku dulu"
Hakai mengambil sebuah kantong kecil dan memberikan kepada gadis cantik tersebut, kantong itu berisi emas yang sangat banyak.
".. Aku tidak bisa menerima ini semua.. " Ujar gadis itu dengan nada pelan.
"Masa sih?? Kalau begitu aku ambil kain ini oke? Kembaliannya ambil saja" Kata Hakai sambil mengambil kain berwarna hitam.
".. Terkadang orang-orang tidak bisa menilai dengan baik bukan karena mereka buta, hanya karena hati mereka sudah tertutup.. " Pak tua itu memberikan sedikit pencerahan.
Tindakanku ini salah? Apa mereka yang salah? Pak tua itu benar seandainya jika aku bisa menyampaikan kesalahpahaman itu terlebih dahulu mungkin orang bisa memakluminya.
Mereka berdua tak membenciku sama sekali pasti ada juga orang yang seperti mereka berdua jangan samakan diriku dengan kebanyakan orang tak berpikir itu.
Hakai kembali menaiki Naga itu dan menutupi kepalanya dengan kain hitam yang dia beli.
Dalam perjalanan yang tak karuan Hakai kebingungan di mana dia harus berlabuh.
"Kita harus kemana ini? Apa tidak ada lagi desa di sekitar sini?"
"Tuan... Anda sangat mirip dengan orang yang memberikan kunci itu.. Dia menutup kepalanya dengan kain hitam"
"Mana mungkin aku-"
"TUAN HAKAI" BAHAYA MUNCUL DI SEKITAR KERAJAAN NINGEN
TINGKATAN ANCAMAN: VERY HIGH
TINGKATAN KEKUATAN: VERY HIGH
Baru beberapa meter saja berkendara di kejutkan dengan sebuah bahaya muncul dari dalam kerajaan.
Hakai yang berusaha tenang turun dari delman dan kembali ke dalam kerajaan dengan berlari.
"Xylona sebisa mungkin kau jauhkan kendaraan itu dari lingkungan kerajaan dan jangan ikuti aku, temani wanita itu bersamamu!"
Di saat genting seperti ini aku harus menyelamat warga? Kenapa dia harus muncul di tempat seperti ini? Portal itu lebih besar di bandingkan dengan yang di selatan.
Gawat sebelum dia benar-benar keluar aku harus memusnahkan portal itu.
SUNSTRIKE!!
Ability milik Elementalist keluar dari telapak tangan kiri Hakai secara langsung mengarah ke portal, cahaya yang begitu kuat membuat Hakai kepanasan.
BUMMM!!!
"Berhasilkah? Luar biasa kekuatan milik bangsa Elf.. -Eh sepertinya tidak hebat sama sekali"
Apa? Portal itu sama sekali tidak hancur!! Apa kekuatannya tidak sama dengan yang di rapalkan oleh Elementalist? Tidak- portal itulah yang sangat kuat.
SUNSTRIKE!!!
"Hancurlah kumohon....."
BUMMM!!!
"Gawat...Ini akan menjadi mimpi paling buruk bagi kerajaan Ningen"
Portal itu sama sekali tidak tersentuh oleh kekuatanku, apa yang akan keluar dari dalam sana? Semoga bukan sesuatu yang buruk.
"Bahaya!!! Bahaya!!! Keluar dari kerajaan ini!!" Hakai berteriak dengan sekencang-kencangnya.
Teng... Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng..
Nada yang nyaring sanggup membangunkan orang yang sedang tidur nada yang sanggup menghentikan segala aktifitas ialah nada peringatan bahaya.
Teng... Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng..
Semua para warga berhamburan lari mencari jalan keluar suara lonceng itu masih terus berbunyi hingga semua warga di evakuasi.
Portal itu menyala dan terlihat membelah akan muncul sesuatu.
"Tidak akan aku biarkan!"
FROST BITE!
WROSSSTTT....
Dengan sepenuh tenaga Hakai menyemprotkan semburan es ke arah portal tersebut hingga membeku namun itu tak sanggup menghentikannya.
"Kenapa? Apa kekuatanku tidak cukup? Jurus yang di curi oleh copycat melemah? Tidak mungkin"
FROST BITE!!!
"Yo Hakai.. Abilitymu bukanlah melemah melainkan portal itu begitu kuat.. Sangat kuat di banding dengan kemarin itu" Respon Wyvern memberi tahu kebingungan Hakai.
"Jadi... Tidak ada pilihan lain selain menunggu dia keluar, setelah dia turun akan aku HAJAR MAHKLUK ITU!!!"
Semua para Prajurit dan Ksatria sudah berjejeran membentuk formasi benteng, portal itu tepat di atas istana Raja, Arius dan Yelena memimpin pasukan dengan penuh semangat membara.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments