Bahkan jika ini hanyalah sebuah mimpi yang panjang sangatlah menyakitkan, mengapa orang-orang selalu menyakiti satu sama lain? Apa yang mereka dapatkan dari itu semua? tak bisakah kalian merasakan itu semua.
"Xylona biar aku yang menggendong gadis itu, tolong kamu bisa bawakan kendaraanku?"
"Baik! Segera laksanakan.. "
Hakai membawa gadis yang lemas itu di bahunya sedang Xylona di suruh untuk membawa kendaraan Hakai seekor Naga yang telah di beli minggu lalu.
Banyak sekali yang menontonku berjalan mereka hanya melihat dan tak ada satupun yang mengulurkan tangan bantuan walaupun aku seorang Raja.
"Ini tuan! Baringkan saja kakak itu di Naga ini"
Aku membuat wanita itu menunggangi Naga yang di bawa Xylona menuju istana, perawatan di sana cukup baik.
Setelah sampai aku kembali menggendongnya dan membawa ke ruang perawatan segera aku menyuruh para perawat dan pelayan untuk mengurusnya.
Sedangkan aku ingin memastikan sesuatu apa benar yang aku dengar dan lihat itu dia..
Tok.. Tok.. Tok..
Menuju lorong yang megah sampai di ujung Hakai mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh Yelena.
Tok.. Tok.. Tok..
"Yelena!! Kau di dalam?! Bukalah!"
Seseorang pelayan menghampiriku dan berkata. "Dia tidak ada di dalam Yang Mulia baru beberapa menit lalu dia keluar, katanya dia ingin bertemu seseorang"
"Begitu ya, Terima kasih"
Bertemu seseorang? Apa mungkin orang itu adalah.. Prajurit itu?! Aku yakin Yelena keluar untuk menemui prajurit itu memancingku keluar untuk menyaksikan kebakaran itu pertama kali di waktu yang sama salah seseorang membakar desa itu? Ya itu masuk akal karena warga dalam kerajaan tidak mengetahui hal itu.
Hakai berusaha mencari kesuluruh ruangan istana yang megah tetapi tidak ketemu dengan Yelena namun yang ada hanyalah Arius.
"Arius! Apa kau melihat Yelena kemana?"
"Aku tidak melihatnya" Ketika Hakai membalikan badan dan segera mencari Yelena, Arius memegang pundaknya. "Tunggu! Apa yang sudah kau lakukan rumor menyebar kau telah membakar pemukiman di luar kerajaan ini?!"
"Kau juga?! Sudah ku katakan bukan aku yang melakukan!!" Hakai dengan emosi membentak Arius.
"Ah.. Ya menjadi seorang Raja itu berat sekali- bukan itu maksudku menanggung beban dan membawa julukan “Dragon Knight“ itu tidak akan sanggup untukku, untukmu, untuk siapapun"
Arius tidak menyalahiku? Apa hal seperti ini sangat wajar?
"Apa yang telah Raja pertama sialan!! itu lakukan pada perang 400 tahun lalu?!" Hakai yang penasaran mencoba mencari tahu kebenaran.
"Melihatnya saja kau pasti sudah tahu.. "
"Cuih.. Tak ada yang bisa melihat! Tidak ada satupun yang memberi tahu ku!!"
Kenapa Raja pertama ini selalu di tutup-tutupi, persetan dengannya bung... Kemana perginya “Dragon Knight“ brengsek itu bukannya urusi Negaramu sendiri atau dia sudah mati? Ha.. Ha.. Menyedihkan.
Hakai keluar istana dan mencari keluar, di depan sana dekat gerbang melihat adanya Yelena sedang memerintah seseorang Ksatria.
"Apa kau menyebut dirimu Ksatria UN-FEAR cepat pergi dan bantu desa itu!!"
Yelena nampak sedang memarahi Ksatria yang sedang berjaga sekitaran gerbang ke-tiga.
"Yelena!! Jangan mencoba menipuku kau jalàng!! Kau memprovokasi warga agar terlihat aku yang membakar desa itu bukan!?!?" Keras perkataan Hakai penuh kebencian.
"Yang M-Mulia.. Aku tidak mengerti apapun yang kamu ucapkan... Provokasi soal apa?"
"Apa kau mau mati?! Untuk apa kau melakukan itu?!" Hakai memegang leher Yelena berusaha akan mencekiknya.
Saat aku ingin mengancam Yelena untuk membuka mulutnya, lagi dan lagi aku malah memperumit keadaan, warga sekitar melihat kejadian tersebut juga anak-anak para pemuda yang sedang berlatih pun menonton bagai pertunjukan bioskop.
"Cih.. Dasar anjing!!"
SOUND BENDING..
Aku mendengar tangan kiriku mengeluarkan ability, Wyvern kah? Aku ingat kita telah melakukan kontrak jadi dia bisa mengakses kekuatanku.
Yelena yang tak tahu menahu pamit begitu saja, dia pikir aku tak tahu apa yang kau rencanakan beribu wajah telah aku lihat tak semua orang bermuka cantik dan imut itu baik malahan lebih buruk dari pada orang jelek!!
"Wyvern? Itu kah kau? Apa yang telah kau lakukan?" Hakai berbicara dengan lengannya sendiri tak peduli lagi mau di anggap gila oleh orang di sekitarnya.
"Aku telah mengambil suara wanita hitam itu maksudku berkulit coklat itu.. Hahaha.. Jika kau ingin mengetahui lebih lanjut cari saja prajurit titahan dia!"
Jadi begitu ya.. Wyvern telah mengambil suara miliknya, aku cuma dia seorang yang mau membantuku walau dia bukanlah manusia.. Hanya seekor Naga yang bisa berbicara.
"Tuan Hakai, mau kemana?"
Ahh.. Gadis ini.. Aku melupakannya lagi aku tidak tahu siapa dirimu namun aku ingin melindunginya.
"Aku? Mencari seseorang.. Bagaimana kondisi wanita itu?"
"Baik-baik saja.. Dia sudah siuman"
"Gitu? Syukurlah.. "
"Jangan gunakan kekerasan ya.. Jika tuan mencari prajurit yang memberi informasi tadi.. Terakhir aku lihat dia masuk ke dalam Guild.. "
Kenapa? Kenapa kau memberi tahu ku, niat jahatku ini apa sangat terlihat di matamu Xylona?
"Aku mengerti.. "
Hakai pun bergegas mengendarai Naga miliknya untuk segera menemui prajurit itu.
Setelah sampai di depan Guild.. Hakai tak menemukan orang yang di maksud dia telah pergi entah kemana.
Gangguan demi gangguan selalu datang dari warga sekitar ucapan penghinaan juga tindakan seperti melempari batu padaku, sebagai seorang Raja aku bukannya tidak ingin berlaku tegas.. Aku hanya lelah menghadapi itu semua.
Di suatu gang sempit Hakai melihat seseorang sedang mengganti pakaian, dia adalah prajurit suruhan Yelena pria itu hanyalah warga biasa berpakaian prajurit dan entah dapat dari mana tentu saja di beri dari wanita itu.
Dengan suara ucapan seperti Yelena lengan kiri Wyvern mulai menginterogasi. "Kau telah berhasil menipu “Dragon Knight“ pria muda"
Dengan menghadap ke arah tembok pria itu tak menyadari bahwa Hakai lah yang berbicara.
"Yaa.. Nona Yelena.. Apa aku sudah bisa mendapatkan imbalan?" Ucap pria itu.
"Haa tentu.. Kalo boleh tahu desa itu telah terbakar semua?" Tanya Hakai dengan nada tomboy Yelena.
"Sesuai dengan perintah tak satupun ada yang selamat, tak ada jejak yang melarikan diri"
Apa dia bilang?! Mereka bermaksud membunuh semua? Bahaya! Dalam bahaya! Xylona dan wanita itu....keparàt!!.
Hakai langsung kembali ke istana dengan cepat Yelena bermaksud untuk menyingkirkan semua desa itu atas dengan menyalahi nama Sang Raja, jika si tomboy itu tahu bahwa aku membawa seseorang yang masih hidup dia akan membunuhnya ini sangatlah gawat!!! Xylona kumohon....
Setelah sampai Hakai langsung lompat dari tunggangan lalu berlari sekencang tenaga menuju ruang perawatan di mana wanita dan Xylona itu berada.
Ketika sampai depan pintu, Yelena telah keluar dari ruangan itu..
"Bangsàt!!!! Sampai sejauh itu kah?!!"
Brakk!!
"Xylona?!"
Ternyata.. Mereka berdua masih hidup, apa aku tidak salah lihat? Aku sangat yakin dia keluar dari ruangan ini.
"Apa kau menemui seseorang barusan?!"
"Seseorang..? Siapa? Aku? Tidak ada yang masuk kok... "
Aku merasa lega pasti dia telah mendengarku datang kemari dan dia tidak sempat untuk masuk.
"Aku.. Aku melihat seseorang di luar pintu tadi namun dia tidak masuk hanya mengintip" Ucap wanita yang sedang berbaring terluka bakar.
Di dalam sini sudah tidak aman lagi, bukan untukku melainkan untuk kedua orang ini, tanggunganku cukup berat untuk tinggal di sini akan ada korban yang berjatuhan lagi, ini sangatlah bagus sekali.. Untuk kehidupanku yang kedua ini.
Haruskah aku tinggalkan Kota ini?
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Franssisskus Supry
lanjut
2021-10-03
7
Chikochokis
Okee siap!!
2021-10-03
13
Muklis Saputra
lanjut thor
2021-10-03
8