Chapter 11. APA MUNGKIN KAU ORANG ITU?

Perubahan tubuh Hakai kembali normal seperti manusia biasa tanduk, sayap beserta jubahnya menghilang bagai debu.

"..Kakak.. Kakak.. Kenapa kamu tidur di situ? Sudah waktunya kita pulang kakak.."

"Gracia? Tunggu aku.. Gracia.. "

Setelah serangan extrim yang Hakai lakukan padahal itu bisa saja membuat nyawa dirinya terancam. Hakai yang pingsan mengigau terus mengatakan "Gracia.. Gracia" Di hadapan Xylona yang sedang memberikan pangkuan pahanya di jadikan bantal tidur untuk kepala Hakai.

"Tuan Hakai.. Tuan Hakai? Apa kamu sudah sadar? Bangunlah aku membawakan minum"

".. Ahh.. Terima.. Kasih banyak.. "

Bambu? Kelapa? Apapun itu aku minum, ada-ada saja kau ini membawakan aku mangkuk yang aneh.

"Gracia, di mana kita sekarang?" Hakai berbicara setengah sadar.

".. Ehmm.. Anu.. " Xylona bingung harus menjawab apa.

Suara itu dan juga tempat ini.... Aku mengerti sangat mengerti ini bukanlah dunia yang aku kenal aku sudah mati, penyesalan selalu datang di akhir itu fakta buktinya aku sekarang sedang mengalaminya aku sangat egois tapi aku berharap setelah semua yang aku libatkan ini hanyalah mimpi.

Pakaian yang sudah robek di mana-mana hanya menyisakan celananya saja Hakai sedang duduk bersila dan menunduk merenungkan seperti sedang bertarung dalam pikiran.

Lalu dia bangkit dan menoleh pada Xylona. "Aku sudah bangun, ikutlah denganku"

"Apa? Kemana? Setelah aku pikir-pikir, aku tidak bisa pergi keluar dari sini" Ragu dan cemas kedua tangannya terus memegangi kunci tersebut.

"Kenapa? Lihatlah.. Aku tidak bisa berjalan sendirian apa kau senang aku menderita seperti ini? bantulah aku" Hakai sengaja membuat Xylona ikut.

"Hmm.. Tapi... Ya baiklah" Walau terpaksa Xylona tetap membantu.

Hakai yang kesakitan tidak terlalu parah hanya goresan saja system berhasil memperkecil rasio luka setelah ledakan dahsyat tadi, Xylona menarik tangan kanan Hakai dan di gantungkan ke leher membantunya berjalan dengan stabil.

Setelah 20 menit berjalan, Hakai tidak bisa menahan berat badannya sendiri dan panas di seluruh tubuhnya. Lagi-lagi dia harus pingsan di tengah, Xylona yang melihatnya kembali panik dan cara satu-satunya yang terpikir adalah menyeret keluar dari hutan ini.

Berusaha keras Xylona menarik Hakai sampai di tepi jalan lewatlah seorang penarik delman yang Hakai sempat menaikinya saat berangkat, paman itu berbaik hati mengangkatnya dan menidurkan di belakang bersama barang-barang pesanan, Xylona niat dalam hatinya untuk pergi meninggalkan Hakai dan masuk ke dalam hutan, tetapi dia berpikir "akan sangat jahat orang yang sudah menolongku aku tinggalkan begitu saja sebelum sempat berucap terima kasih".

Akhirnya Xylona tetap bersama Hakai menemaninya yang sedang pingsan itu di dalam delman.

"Ini di mana Xy.. Lona.. " Tanya Hakai pusing berat bangun dari pingsannya.

"Ini kereta pengangkut barang" Ucapnya yang berseri-seri.

"Oh.. Jadi kamu naik delman Istimewa ku duduk di muka.. Hmmm.. Pluk.. plik.. plak.. plik.. pluk.. plik.. plak..suara sepatu... DINOSAURUS!!! Oy.. Oy pak tua apa itu?" Kaget Hakai melihat paman kusir sedang mengendalikan hewan aneh.

"Sudah sadar booyah? Apa yang kau kagetkan?" Pak kusir menoleh karena di belakang begitu ribut.

"Makanya aku tanya.. Itu apa yang kau kendarai itu!! Hewan apa itu dinosaurus? Naga? Bukan kuda?"

"Kuda? Apa itu? Lagi-lagi kau masih mengigau ya tuan Hakai?" Balas Xylona yang berusaha menenangkan Hakai.

"Ohh ini.. Ya kami memesan hewan dari bangsa Ryuu karena di sana ada berbagai macam hewan yang bisa di jadikan kendaraan, naga ini tak bersayap jadi cocok sekali untuk menarik penumpang atau barang-barang" Jelas pak kusir yang tenang mengendarainya.

Hee... Begitu ya hee.... Aneh perasaan waktu berangkat aku liat tadi seekor kuda hee... Ini begitu membuatku pusing, di bumi naga ini sudah punah berjuta-juta tahun sedangkan di sini di jadikan kendaraan, planet ini dua kali lipat lebih mengerikan di banding bumi.

Ketika sampai di depan benteng Hakai mengajak masuk Xylona ke dalam tetapi dengan respon cepat menolak.

"Ayo.. Xylona kita masuk"

"Aku tidak mau!"

"Sudah sejauh ini.. Kamu mau menolaknya? Lihatlah tidak ada hutan lebat di sekitaran sini mau bersembunyi di mana lagi? percayalah padaku.. "

"Hm.. Aku hanya takut dengan penjaga itu.. "

Ternyata cuman takut dengan penjaga? Padahal di dalam lembah itu lebih mengerikan gadis aneh, ya mungkin wajar dia sudah tidak berkomunikasi dengan manusia beberapa ribu tahun dan juga dia terikat oleh janji seseorang yang memberi kunci itu ya.

Hakai yang berjalan sempoyongan melewati gerbang yang di jaga oleh seorang penjaga, mereka berdua hanya diam seperti berkata "Aku tidak ingin berurusan dengan dia lagi" Di lihat dari luka, pakaian lusuh Hakai dan level yang naik drastis membuatnya menggertak.

"Woaahhh... Indah sekali, baunya wangi makanan? Bunga-bunga? Bau besi?"

Xylona dia begitu terpana matanya membelalak, awasnya mulai turun tangannya tak lagi memegang kunci itu, seperti dalam mimpi itu sudah pasti.

"Bagaimana menurutmu? Cantik sekali bukan? Di bandingkan tinggal di hutan"

"Hmphhhh... " Xylona menggembungkan pipinya cemberut.

"Heee.... Apa? Heee... Aku tak bermaksud meledek padahal" Bisik Hakai.

Tuan Hakai datang kembali ke Guild dengan gagahnya bersama Xylona, setelah sekitar satu bulan lamanya Hakai berada di lembah kematian langsung menagih.

"Jadi?! Dimana uangku?" Tanya keras Hakai pada resepsionis.

"Ka-ka-kau yang waktu itu, si kulit pucat bagaimana- mana mungkin!! Tidak mungkin!!! Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka semua!!" Kembali kaget tambah shock kedatangan tuan Hakai.

"Hooeekkkksss... " Hakai muntah darah lagi di depan para Ksatria yang sedang makan.

Sontak semuanya merasa jijik dan mual, namun ada seseorang yang datang menghampiriku lagi seperti awal aku masuk ke Guild.

"Kau... Bocah yang kemarin tingkatan levelmu naik begitu cepat apa yang sudah kau lakukan.. Lalu tangan apa itu?" Guornio si kampak bertanya dan memegang pipiku.

"Nah loh... Jangan meremehkan siapapun mungkin kita bisa kalah melawannya.. Anu mungkinkah kau adalah orang itu?!!" Sambung maya dan bertanya.

Pemuda yang mabuk itu bernama Crish dia juga berujar. "Tangan itu tidak di miliki oleh siapapun.. Kau benar-benar orang yang di ceritakan oleh para leluhur kami? Hahaaa aku pikir itu cuma mitos apa benar kau orangnya!!?"

Aku tak bisa mengikuti arah pembicaraan mereka bertiga, orang itu? Siapa yang dia maksud apa itu aku? Leluhur mereka bilang?

"Siapa orang itu-"

Aku akan bertanya soal yang di bicarakan itu, namun dari arah pintu luar datang pemuda mengetuk pintu dan berkata.

"Apa benar seseorang bernama tuan Hakai ada di sini?"

Seorang pria dengan pakaian bangsawan memanggil namaku bagaimana dia bisa tahu? Dia pelayan atau ksatria? Ya.. Bukan itu maksudku ada apa repot-repot dia menghampiriku.

***

Terpopuler

Comments

Reza

Reza

...gatau mau komen apa

2021-10-18

4

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1. REINKARNASI DAN TEMAN BARU
3 Chapter 2. PLANET ESTHER
4 Chapter 3. KOTA LIVEDIYA
5 Chapter 4. LEMBAH KEMATIAN
6 Chapter 5. SANG NAGA "WYVERN"
7 Chapter 6. PEMBANTAIAN LEMBAH KEMATIAN
8 Chapter 7. GADIS KECIL
9 Chapter 8. XYLONA DENGAN SEBUAH KUNCI
10 Chapter 9. CHYROS THE UNDEAD!!
11 Chapter 10. HAKAI & WYVERN VS CHYROS
12 Chapter 11. APA MUNGKIN KAU ORANG ITU?
13 Chapter 12. RAJA "ARIUS" INGIN BERTEMU
14 Chapter 13. SINGGASANA YANG KOSONG
15 Chapter 14. MENJADI RAJA
16 Chapter 15. PARA PAHLAWAN DAN RAJA
17 Chapter 16. WAVE STRUCK
18 Chapter 17. PENGKHIANATAN
19 Chapter 18. REPUTASI HANCUR
20 Chapter 19. MENGEMBARA
21 Chapter 20. RETURN OF THE KING
22 Chapter 21. EXTERMINATION
23 Chapter 22. MENEBUS DOSA
24 Chapter 23. THE SON OF GOD
25 Chapter 24. IRAMA PERJALANAN
26 Chapter 25. PERANG DUNIA II : KERAJAAN HORUS
27 Chapter 26 PERANG DUNIA II : KERAJAAN HORUS
28 Chapter 27. ARTEFAK "WHITE WINGS"
29 Chapter 28. APA ITU KEHIDUPAN?
30 Chapter 29. PERANG DUNIA II: KERAJAAN ELCHIA
31 Chapter 30. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
32 Chapter 31. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
33 Chapter 32. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
34 Chapter 33. SANG PEMBANTAI
35 Chapter 34. ARTEFAK "IMMORTAL BLUE FLAMES"
36 Chapter 35. TUMBUHNYA MAWAR PUTIH
37 Chapter 36. PERNYATAAN PERANG KEPADA DEWA OLYMPUS
38 Chapter 37. WELCOME TO THE PARADISE
39 Chapter 38. SEPTEM PECCATA MORTALIA
40 Chapter 39. THE SEVEN HEAVENLY VIRTUES
41 Chapter 40. 7+7=15
42 Chapter 41. UNDERWORLD
43 Chapter 42. TUAN DAN PELIHARAANNYA
44 Chapter 43. DEVIL TRIGGER
45 Chapter 44. KUNCI PANDORA
46 Chapter 45. PERSEUS
47 Chapter 46. HERMES
48 Chapter 47. DEWA MATAHARI
49 Chapter 48. HELIOS
50 Chapter 49. BOOTS OF WING
51 Chapter 50. SETENGAH DEWA vs SETENGAH DEWA
52 Chapter 51. DEWA LAUT
53 Chapter 52. HAKAI vs DEIMOS FT FOBOS
54 Chapter 53. SPEAR OF DESTINY
55 Chapter 54. GOD HAS APPEARS
56 Chapter 55. GODS vs GODS
57 Chapter 56. END
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1. REINKARNASI DAN TEMAN BARU
3
Chapter 2. PLANET ESTHER
4
Chapter 3. KOTA LIVEDIYA
5
Chapter 4. LEMBAH KEMATIAN
6
Chapter 5. SANG NAGA "WYVERN"
7
Chapter 6. PEMBANTAIAN LEMBAH KEMATIAN
8
Chapter 7. GADIS KECIL
9
Chapter 8. XYLONA DENGAN SEBUAH KUNCI
10
Chapter 9. CHYROS THE UNDEAD!!
11
Chapter 10. HAKAI & WYVERN VS CHYROS
12
Chapter 11. APA MUNGKIN KAU ORANG ITU?
13
Chapter 12. RAJA "ARIUS" INGIN BERTEMU
14
Chapter 13. SINGGASANA YANG KOSONG
15
Chapter 14. MENJADI RAJA
16
Chapter 15. PARA PAHLAWAN DAN RAJA
17
Chapter 16. WAVE STRUCK
18
Chapter 17. PENGKHIANATAN
19
Chapter 18. REPUTASI HANCUR
20
Chapter 19. MENGEMBARA
21
Chapter 20. RETURN OF THE KING
22
Chapter 21. EXTERMINATION
23
Chapter 22. MENEBUS DOSA
24
Chapter 23. THE SON OF GOD
25
Chapter 24. IRAMA PERJALANAN
26
Chapter 25. PERANG DUNIA II : KERAJAAN HORUS
27
Chapter 26 PERANG DUNIA II : KERAJAAN HORUS
28
Chapter 27. ARTEFAK "WHITE WINGS"
29
Chapter 28. APA ITU KEHIDUPAN?
30
Chapter 29. PERANG DUNIA II: KERAJAAN ELCHIA
31
Chapter 30. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
32
Chapter 31. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
33
Chapter 32. PERANG DUNIA II : KERAJAAN ELCHIA
34
Chapter 33. SANG PEMBANTAI
35
Chapter 34. ARTEFAK "IMMORTAL BLUE FLAMES"
36
Chapter 35. TUMBUHNYA MAWAR PUTIH
37
Chapter 36. PERNYATAAN PERANG KEPADA DEWA OLYMPUS
38
Chapter 37. WELCOME TO THE PARADISE
39
Chapter 38. SEPTEM PECCATA MORTALIA
40
Chapter 39. THE SEVEN HEAVENLY VIRTUES
41
Chapter 40. 7+7=15
42
Chapter 41. UNDERWORLD
43
Chapter 42. TUAN DAN PELIHARAANNYA
44
Chapter 43. DEVIL TRIGGER
45
Chapter 44. KUNCI PANDORA
46
Chapter 45. PERSEUS
47
Chapter 46. HERMES
48
Chapter 47. DEWA MATAHARI
49
Chapter 48. HELIOS
50
Chapter 49. BOOTS OF WING
51
Chapter 50. SETENGAH DEWA vs SETENGAH DEWA
52
Chapter 51. DEWA LAUT
53
Chapter 52. HAKAI vs DEIMOS FT FOBOS
54
Chapter 53. SPEAR OF DESTINY
55
Chapter 54. GOD HAS APPEARS
56
Chapter 55. GODS vs GODS
57
Chapter 56. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!