Karpet merah menjuntai di lantai apa akan ada pesta di kediaman raja? Mana mungkin, penjagaan begitu ketat tembok baja berlapis emas ini di awasi oleh 10 penjaga sekaligus di kiri dan kanan? Aku merasa tidak enak, antisipasi di perlukan jika hal buruk terjadi.
"Xylona jangan menjauh denganku, lalu kunci itu sangat berharga bukan? Agar tidak menarik perhatian masukanlah ke dalam... Di balik bajumu"
Dia hanya menganggukkan kepala dan mengikuti ucapanku, terlihat begitu polos wajahnya tanpa dosa aku ingin melindunginya dia sangat mirip dengannya... Adikku Gracia.
Ketika di buka pintu, semua para Ksatria UN-FEAR sudah ada di dalam, berbaris bagai prajurit akan siap tempur, Guornio, Maya dan Chris ada di dalam barisan itu di tambah para petinggi juga para pelayan ikut menghadiri.
Mengagumkan ruangan ini, lampu berkilauan menggantung dan yang membuatku bertanya kenapa di depan sana ada 3 tempat duduk?
TAP.. TAP... TAP...
"Beri hormat pada yang mulia!!!" Teriak kencang salah satu Ksatria.
Semua orang yang ada di dalam berlutut, menurunkan senjata menunduk memberi hormat sedangkan aku berdua tidak ingin repot-repot melakukan hal itu, memangnya seberapa menyeramkan dia sampai harus di hormati huh?? Sama-sama punya nyawa satu, derajat kita setara tak perlu menekukkan kaki segala.
Muncul dua orang di sisi kanan dan di sisi kiri, pandangan mataku sangat jelas dia memiliki gelar raja mempunyai nama Arius berlevel 1200 duduk di paling kanan, tubuh yang ideal dan proposional juga janggut yang panjang keahliannya pedang yang besar panjang setengah badan dan dia memiliki tameng pelindung.
Sedangkan di sisi kiri seorang wanita yang cukup cantik dengan kulit coklat bernama Yelena, pakaian yang seksi hanya menggunakan bra dan memakai celana ketat panjang plus sepatu boot tempur, keahliannya adalah jarak jauh dia seorang pemanah berlevel 900.
Tempat duduk kosong yang berada di tengah itu untuk siapa? Bukankah Arius adalah raja dari bangsa Ningen ini.
"Jadi kau adalah tuan Hakai? Kau yang sudah memusnahkan semua penghuni di lembah kematian sendirian? Siapa gadis itu?" Tanya raja Arius yang sedang duduk tegap.
"Ya itu aku, aku sendiri yang melawan mereka. Gadis cantik ini aku temui di dalam hutan itu" Jawab Hakai dengan nada rendah.
"Maaf memanggilmu mendadak seperti ini, Quest yang ada di Guild dengan uang yang bergelimang itu atas perintahku, jika memang benar kau yang menghabisinya, aku sendiri yang akan memberikan imbalan"
Prok.. Prok...
Raja Arius memanggil seseorang penjaga yang kekar.
"Bawakan emas yang sudah di kantongi itu kemari" Perintah Arius pada seseorang itu.
Salah satu seorang penjaga kekar itu menyeret dengan sekuat tenaga kantong kain yang besar sekali di dalamnya berisi koin emas yang sangat menggiurkan sekali.
"Itu hanya sebagian, jika sudah habis mintalah kembali" Sambung kembali raja Arius.
Aku tak bisa berhenti menatap emas-emas yang berjatuhan itu, berbentuk bulat dan bolong di tengahnya nampak seperti emas asli sungguhan, selama hidupku belum pernah melihat emas dengan kelapa mataku sendiri di bumi.
Bagaimana aku mengangkat kantong ini? Begitu besar sekali aku sendiri mungkin akan mati ketiban emas- mana aku peduli lagi setelah melihat ini semua lebih baik aku ambil sebagian saja.
"Arius! Terima kasih banyak atas emasnya dan... Kau seorang raja? Seharusnya kau duduk di singgasana yang kosong di tengah itu 'kan?" Teriak Hakai dan melipat tangan kanan di perut menunduk hormat.
Salah satu Ksatria UN-FEAR yang berlutut di sebelah kiri Hakai tiba-tiba berdiri dan menarik leher bajunya.
"Lancang sekali kau orang luar!! Tidak punya sopan santun sama sekali!!"
Wajahnya begitu emosi dan tanganya sudah siap menghajar, apa-apaan dia ini mau mati? Aku tidak lagi sama, aku tidak bisa diam saja jika di tindas seperti ini akan aku balas juga kau.
"Hentikan itu!! Kami tidak ingin ada pertikaian antar sesama.. Lepaskan dia Bernice Cristoffel aku tidak memperdulikan hal itu sedikit pun" Raja Arius menghentikan perkelahian.
Krezzz.. Zzeertt... Zzzz
Huh? Apa ini? Pandanganku buram nama-nama mereka tak karuan kenapa ini? Penglihatanku rusak? Begitu banyak garis-garis seperti televisi yang kehilangan sinyal saja, kompasnya muter-muter terus dan petaku tak menunjukan tempat seharusnya aku sudah menyadari sejak kemarin.
Puk.. Puk.. Puk..
Hakai menepuk kepala dengan kedua tanganya.
"Kenapa? Apa tuan masih sakit? Maaf karenaku tuan tidur di kursi pasti itu membuat sakit kepala" Xylona melihat Hakai begitu menjadi merasa bersalah.
"Hee... Payudaramu sepertinya membesar ya..." Hakai melihat ke arah dada dan mengalihkan pembicaraan.
"Jangan melihat terus dasar mesum!! Hmpphh.. "
Raja Arius berdiri dan berjalan ke tengah dengan membawa pedang di sampingnya juga tameng yang di gantung di pundaknya.
"Ini cerita yang sangat panjang, cerita tentang jaman dahulu seorang pahlawan yang menuntun kerajaan hingga berjaya berdiri sampai sekarang, kau bisa lihat lukisan di atas kursi itu? Itulah orangnya" Gagahnya Arius menjelaskan.
Lukisan.. Yang menempati tempat duduk itu adalah dia? Aku tak bisa melihat wajahnya, dia di lukis dari belakang menggunakan baju berlapis baja di selimuti jubah hitam dan menutupi kepalanya berkerudung di sampingnya ada seekor naga.
"Di lihat dari tanganmu itu, sepertinya kau adalah orangnya.. Orang yang akan memimpin dan menjadi raja, menjadi pahlawan kerajaan ini" Ucapnya seraya Arius keluar membuka pintu besar berlapis emas itu.
Semua orang yang berada di dalam ikut keluar mengikuti sang raja, mau kemana orang-orang ini ada acara reunian? Tidak jelas sama sekali sekarang aku akan memimpin kerajaan ini tiba-tiba? Menjadi pahlawan? Omong kosong- tapi ini tidak buruk aku hidup kembali dan hidupku 180 derajat berbeda.
Ketika aku ikuti kemana mereka semua berjalan.. Ternyata di bawah sana kelihatan seluruh lapisan bentang dan rakyat bangsa Ningen berada di bawah seperti menunggu sesuatu yang akan di ucapkan raja Arius.
"Wahai rakyatku yang sejahtera! Aku mempunyai kabar gembira bagi kalian semua setelah bertahun-tahun lamanya kita berjuang menghadapi berbagai macam masalah dan pengorbanan yang sangat hebat, kini aku nyatakan bahwa DRAGON KNIGHT telah hadir kembali dia pahlawan kita.. Raja kita pengganti pendahulu kita sambutlah... "
Aku di dorong ke depan untuk menyambut semua rakyat yang sudah bersorak-sorai, dragon knight? Teriakan asal-asalan apa raja jenggot panjang ini?! pengen di cukur botak kayaknya.
"Kau sekarang adalah Dragon Knight itu nama panggilanmu sekarang" Bisik sang raja.
".. Inilah dia Pahlawan kita!!" Sambung Yelena menarikku kedepan.
Melihat semua rakyat ini sangat bersenang-senang dan begitu meriah, banyak yang melemparkan berbagai macam pakaian,bubuk warna-warna, dan juga bendera berkibar. Melihat semua itu hatiku begitu berdegup kencang dan bisa merasakan kesenangan semua rakyat di bawah sana.
Tetapi sejujurnya aku tidak ingin hal ini, perasaan ini seperti ada dua begitu menyakitkan dan mengerikan penuh kesedihan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Reza
ok...
2021-10-18
6
Franssisskus Supry
lanjut
2021-09-29
7