Setelah seremonial kemarin yang di adakan oleh si jenggot panjang, aku telah menjadi seorang raja dadakan tanpa tau apapun soal kerajaan ini aku bahkan belum beradaptasi dengan lingkungan sekitar, apa rakyat mau menerima begitu saja? Mendapat julukan Dragon Knight dari raja pendahulu apa aku boleh memakainya begitu saja?
Aku sedang duduk di singgasana merasakan untuk pertama kalinya menjadi raja ya.. Walau gugup dan agak canggung aku bisa menikmati hal ini.
ZZZTTTTzzz.... KreezzzZzz... Ttzzzz
Argghhh.. Apa ini? Mataku... Penglihatanku.. Menjadi error? Apa-apaan ini, tempat ini berubah menjadi kumuh, mimpi siapa ini? Penglihatan siapa ini? Aku tidak habis pikir, begitu gelap ini adalah visual seseorang.
"Argghh... Sa-sakit kepalaku... Hentikan ini.... " Hakai merasa kesakitan setelah beberapa menit duduk di singgasana yang berada di tengah itu.
"Ada apa Yang Mulia?!" Ucap pelayan.
Lalu Arius dan Yelena datang menghampiriku.
"Ada apa Dragon Knight?" Tanya Arius pada Hakai yang sedang memegang kedua kepala dengan tatapan serius.
Tidak berlangsung lama sakit itu hilang begitu saja, aku pun berdiri dari jongkok dan menyambut kedatangan Arius dan Yelena.
"Hehe... Tidak apa-apa.. Aku hanya sedikit senang menjadi raja.. "
"Begitu ya..?"
Arius dan Yelena duduk di kursi masing-masing, aku pun kembali duduk di tengah bersama mereka, para Ksatria UN-FEAR berdatangan tanpa sepengetahuanku seperti akan ada hal yang akan di sampaikan.
Yelena berdiri dan menyambut para Ksatria lalu beberapa menit kemudian suasana begitu hening senyap tanpa ada sepatah kata pun.
"Anu.. Ada yang ingin aku tanyakan sampai hari ini mengganggu pikiranku.. Apa ada yang bisa ceritakan soal raja pendahulu kita, tentang Dragon Knight itu... " Hakai bertanya soal seseorang yang ada di lukisan dan bermaksud untuk mencairkan suasana.
Semua orang melirik padaku dengan tatapan berbagai macam, ada yang menyedihkan, senang, ketakutan dan emosi seolah berkata. "Kau telah terkutuk" Itu membuatku sangat sangat merinding.
Xylona datang dari balik pintu kamar, aku memanggilnya dan membuat dia duduk di pangkuanku.
Tampaknya orang-orang begitu protes dengan sikap yang tidak berwibawa dan tidak tegas membiarkan gadis kecil menduduki kursi paling tinggi di kerajaan ini.
"Alangkah baiknya yang mulia Dragon Knight untuk menyingkirkan gadis kotor itu dari tempat duduk, sifatmu berbeda dengan pendahulu" Ucap salah satu UN-FEAR bernama Bernice Cristoffel.
"Hah!! Lu bilang apa? Gadis kotor?" Hakai tersulut emosi dan langsung menghampirinya.
JAB!!
Dengan pukulan tangan kiri mengayun ke arah perut dengan kuat orang itu terlempar beberapa meter hingga terbentur ke pintu berlapis emas dan baja.
"Berani sekali kau berkata seperti itu pada Xylona.. Siapapun yang menyentuh dia akan mendapatkan ajalnya" Hakai benar-benar sangat marah.
Kemarahan yang timbul dari dalam hati itu terjadi, karena Xylona yang begitu mirip dengan adiknya yang di perlakukan sama oleh orang di bumi.
Pria itu adalah salah satu anggota UN-FEAR dengan urutan nomor 1 Anggota terkuat.. Haha.. Apanya yang terkuat, Cuihhh..
Semua orang yang berada di dalam dengan raut wajah yang penuh dengan ragam ekpresi berubah menjadi satu expresi yaitu sangat ketakutan, bahkan ada pelayan yang lari keluar juga Ksatria yang berada dekatku sedikit menjauh.
Ada apa ini? Kenapa? Karena aku seorang raja jadi mereka tak bisa melawan? Atau jangan-jangan sesuatu telah terjadi pada jaman dahulu-
"Hentikan itu Yang Mulia, anda penasaran dengan raja pendahulu kita? Iya dia mendapat julukan langsung dari warga sekitar dengan sebutan “Dragon Knight“ itu di karenakan dia telah menjinakkan seekor naga hitam legam yang kuat dan mengerikan, dia sangat gagah dan keras semua yang tidak bisa di lakukan pahlawan lain dia sanggup melakukannya ,dia sangat di hormati bahkan sampai ada yang menuhankan dia" Sanggah Yelena menjelaskan dengan singkat.
Ksatria Naga... Dragon Knight.. Walaupun aku mendengar ringkasan ceritanya sangat mudah di cerna dan di pahami namun ada hal janggal..
"Kau bilang pahlawan lain? Siapa pahlawan itu?" Hakai menyimak sesuatu yang tidak di ketahui.
"Ya.. Yang Mulia pasti baru mendengar hal ini, Kerajaan bawah mempunyai masing-masing gelar Raja dan Pahlawan, ada peraturan yang menjelaskan hal ini telah di setujui oleh keempat kerajaan, tolong bacakan Pelayan"
Pelayan dengan pakaian bangsawan rapi naik ke atas membawa gulungan kertas dan membukanya.
"PERATURAN EMPAT KEPALA,
Raja sekaligus Pahlawan menjaga perdamaian antar Kerajaan demi melindungi dari berbagai macam masalah yang muncul.
Raja tidak mengurus soal Rakyat semuanya di urus oleh petinggi Kerajaan.
Jika mendapati kesalahan dalam petinggi Kerajaan Raja berhak membunuh, sebaliknya jika Raja tidak melakukan tugasnya dengan baik petinggi berhak mencopot atau bahkan membunuhnya.
Raja mampu memerintahkan semua Ksatria dan Prajurit."
Hmm.. Ini baru yang namanya Raja plus Pahlawan, raja turun langsung ke medan tempur sendirian untuk melindungi Kerajaan? Bagus sekali kebijakan ini kebanyakan Raja-raja yang ku tahu di bumi cuman duduk enak makan buah dan minum anggur bisanya memerintah anak buah untuk mengotori tangannya tetapi ini berbeda.
Yelena bilang kerajaan bawah? Maksud dia Ningen, Elchia, Ryuu dan Horus? Kenapa sisa kerajaan tidak di sebutkan menurut system ada kerajaan Theos dan Element bukan?
"Bagaimana dengan nasib kedua kerajaan Yelena, seperti Theos dan Element, apa mereka tidak ikut masuk dalam peraturan?"
"Dari mana Yang Mulia tahu-.. Soal itu kerajaan Theos berada di langit sebelah timur penghuni di sana adalah para dewa yang sangat hebat tidak sebanding dengan semua kerajaan bawah" Ucap Yelena yang merasa gemetar dan gelisah. "Lalu kerajaan Element tidak di ketahui keberadaannya ada yang bilang mereka berada di luar alam semesta konon katanya dia yang menciptakan segala hal di atas sana seperti planet ini"
Semakin banyak yang ku tahu semakin rumit planet Esther ini, begitu banyak hal yang aneh dan aku tidak terbiasa sama sekali.
"Yang Mulia, akan ada perkumpulan para Raja... para Pahlawan besok nanti sebaiknya sekarang kita bergegas berangkat pilih siapa saja yang akan menjadi pendampingmu" Ucap Yelena.
"Kalau begitu aku pilih dirimu saja kau tahu di mana tempat kumpulnya 'kan?" Hakai menunjuk Yelena serta memanggil Xylona untuk ikut bersama.
"Ya.. Baiklah... "
Semua hal tiba-tiba ini aku belum siap sama sekali. Kami bertiga berjalan menuju keluar wilayah kerajaan karena aku ingin menunjukan wajahku juga adaptasi pada kota Livediya ini.
Semua warga yang berdagang atau yang sedang mengantar menyoraki diriku dan memberikan makanan gratis setiap melewati mereka namun tidak semua, ada juga yang membenci melempariku dengan barang-barang keras dan tajam, ini adalah sikap yang wajar bukan? Ada yang tidak terima karena aku orang luar menjadi raja? Lagi pula alasanku menjadi raja masih samar hanya karena membasmi lembah kematian aku di undang dan menjadi raja? Apa mungkin karena tangan kiriku?
Ketika berjalan ada sebuah keributan di benteng kedua.
"Keributan apa itu?" Tanya Hakai pada Yelena.
"Oh itu.. Mereka di sebut para bandit penduduk asli bangsa Ningen, mereka menolak tinggal di dalam kerajaan setelah perang 400 tahun lalu, mereka lebih memilih tinggal di luar kerjaaan sebagai bentuk penolakan, mereka suka mencuri ke dalam dengan menaiki benteng walau begitu kita sepakat untuk melindungi mereka penjaga selalu patroli ke pemukiman mereka"
Ada apa? Di tempat yang sejahtera ini kenapa mereka menolak untuk tinggal di dalam? Padahal sangat nyaman sekali di sini, perang 400 tahun lalu membuatku penasaran pada saat itu Dragon Knight asli masih memimpin bukan?
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments