Aku baru saja mau istirahat terlalu lelah untuk melakukan sesuatu, aku bahkan belum mendapatkan uang hasil jerih payahku yang hampir mati melawan Chyros gila.
"Aku di sini, itu namaku mau apa kau?" Nada berat Hakai yang lelah bertanya dengan menyenderkan badan ke tembok.
"Ikutlah dengan kami, kau akan mendapatkan apa yang kau mau" Ujar pelayan yang mempersilahkan untuk naik delman yang sudah terparkir rapi di depan Guild.
".. Anu.. Tu-tuan Hakai.. Se-sedang terluka sekarang, alangkah b-baiknya untuk di ob-obati dahulu.. " Xylona mengkhawatirkan Hakai walau grogi dan terbata-bata karena baru pertama kalinya lagi berbicara dengan orang lain, dia memiliki simpati yang tinggi.
"Itu tidak masalah, di tempat yang kami tuju fasilitas begitu lengkap ada ruang pengobatan beserta perawat, makanan yang begitu lezat dan juga tempat peristirahatan yang sangat nyaman" Kata sang pelayan.
Terdengar sangat menjanjikan walaupun aku belum tahu siapa dia. Kami berdua, Hakai dan Xylona naik ke dalam delman tersebut perjalanan terlihat dari dalam jendela menuju ke pusat kerajaan.
"Mau kemana ini?" Tanya Hakai.
"Kau akan tahu setelah sampai nanti" Jawab sang pelayan dengan fokus mengendarai seekor naga berdua dengan pelayan lainnya.
Cih.. Sombong tinggal bilang saja apa susahnya, jika di lihat-lihat kita sedang menuju pusat kerajaan betul 'kan? Gerbang yang kita lewati tadi itu adalah benteng ke-dua seperti yang di katakan Guornio terdapat tiga benteng.
Melihat ke sekeliling rumah dan tempat pasar loak ini sangat ramai juga orang-orang berpakaian cukup rapi para Ksatria berlalu lalang dengan baja dan pedang mengkilap.
"Apa tuan baik-baik saja?" Xylona sedikit cemas raut wajahnya sedang menanyakan hal lain.
"Aku kuat! Dan juga sangat bersemangat tak perlu cemas aku akan selalu di sisimu" Ucap Hakai berlagak kuat mengelus kepala Xylona.
Dia tampak gelisah keramaian ini membuatnya takut, aku harus membuatnya nyaman dan aman, pakaian compang-campingku ini dan tangan kiriku terlihat apa tidak apa-apa?
Yaa.. Tidak ada siapapun yang melarang untuk menutupi atau memperingatiku agar tidak di ketahui siapapun soal tangan ini atau kekuatan yang aku miliki jadi biarlah saja, orang-orang sepertinya menerimanya dan tak begitu keheranan.
30 menit berkendara akhirnya sampai di gerbang paling dalam benteng ke-tiga, kesenjangan sosial dan kesejahteraan rakyat di sini hampir mendekati kemewahan, kita bisa melihat rumah yang bertingkat walau terbuat dari kayu sebagian terbuat dari tembok, tempat makan yang mewah layak resto dan kedai ramai di kunjungi sedikit lebih meningkat dari benteng yang ke-dua.
Di benteng paling dalam ini tidak terlalu banyak para Ksatria yang berjaga melainkan para pemuda dan anak-anak sedang berlatih mengayunkan pedang dan teknik menahan serangan atau menghindari.
".. Anu.. Kenapa di dalam sini sedikit sekali yang mengawasi, ya.. Ini adalah inti pusat kota bukan? Seharusnya lebih banyak para pengawas dan penjaga ya 'kan?" Tanya Hakai pada pelayan yang sedang mengendarai.
"Tuan Hakai di sini benar pusat kota, kami beserta para petinggi sengaja untuk memperlonggar keamanan di karenakan prioritas utama adalah anak-anak dan remaja penerus bangsa ini, semua penghuni di wilayah ini di atur dan didik sebagai Prajurit... sebagai Ksatria yang gagah dan pemberani sebelum turun ke medan tempur atau mencari penghasilan dari Guild" Ujar pelayan.
Ternyata aku salah paham, benteng pertama atau yang paling dasar di peruntukan untuk para Ksatria yang mencari pekerjaan atau melindungi dari berbagai masalah dari luar, sedangkan benteng yang ke-dua berada di tengah cocok di jadikan tempat para lansia atau orang yang sudah berumur pekerjaan mereka dominan berdagang, lalu untuk yang ke-tiga atau yang paling dalam untuk para muda-mudi melatih ketangkasan dan mencetak para Ksatria baru.
Setelah perjalanan yang lama, akhirnya kita sampai di tempat yang paling megah dan besar, ya ini adalah tempat singgasana sang raja begitu hebat dan berkilauan pagarnya terbuat dari emas dan lantai ini seperti marmer batu alam.
"Silahkan lewat sini tuan.. " Ucap pelayan lain yang sudah menunggu.
"Ayo, tidak perlu takut aku di sini Xylona" Hakai memegang tangannya yang gemetar.
Ketika masuk ke dalam penuh dengan lorong, baunya semerbak wangi bunga Camelia kita di arahkan ke tempat peristirahatan dan pengobatan khusus.
"Gadis muda, ikutlah dengan saya di kamar sebelah" Ajak sang perawat perempuan pada Xylona.
Xylona nampak kebingungan dan gundah tidak nyaman diam berdiri saja enggan untuk pergi ikut dengannya.
"Biarkan dia di sini bersamaku!" Tegas Hakai.
"Tapi itu akan menggangu istirahat anda tuan.." Balas perawat.
"Itu tidak akan pernah terjadi!"
Akhirnya mereka membiarkan berdua se-ruangan, Hakai yang telah di perban di seluruh badan serta-merta mereka memberikan sebuah pakaian baru untuk kita berdua.
Aku menyuruh Xylona untuk berbaring di kasur yang aku tiduri tapi dia malah tidak mau dan malu-malu.. Padahal sudah nenek-nenek memangnya dia punya rasa malu? Hahaha... wanita tetap saja wanita.
"Tidurlah.. Tidurlah di kasur, sangat empuk dan nikmat sekali loh.. " Goda Hakai pada Xylona.
Xylona menuruti perkataannya dan berbaring di kasur yang putih, jujur saja kasur itu emang empuk mungkin ada bulu-bulu halus di dalamnya. Melihat Xylona yang langsung tidur pulas aku tidak ingin mengerjainya selama ini dia hanya tinggal dalam hutan mungkin bantal beralaskan batu dan baring dalam tanah aku penasaran dia bisa sekuat itu beribu tahun lamanya apa dia tidak asal bicara? Lagian tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Sementara Xylona mengambil tempat tidurku aku tidur di kursi yang besar.
1 hari telah berlalu di tempat peristirahatan yang megah, kami berdua bangun Xylona begitu puas dan nyenyak sekali aku senang melihatnya.
".. Ahh!!.. Maaf tuan Hakai aku ti-ti-ti-tidak bermaksud untuk tidur-" Xylona merasa iba setelah melihat tuan Hakai yang tidur di kursi di lapisi selimut tipis.
"Kenapa? Aku cukup nyaman tidur di kursi ini, tidak perlu khawatir" Tuan Hakai membalas dengan senyuman yang lebar tanpa ada tipuan sama sekali.
Ceklek...
"Tuan dan gadis muda silahkan ikuti kami, akan saya antarkan menuju tempat pemandian air hangat" Ucap pelayan membuka pintu dan memegangi handuk.
"Boleh juga!! Ayo Xylona!!"
Tanpa sungkan sedikitpun Hakai langsung menerima dan minta di antar sedang Xylona masih tidak ingin membuka dirinya tetapi ikut di belakang tuan Hakai.
Sampai di tempat pemandian, ruangannya sangatlah luas dan alamiah tidak di rubah sedikitpun seperti di alam terbuka, hanya berpakaian handuk kita berdua mencelupkan diri ke air hangat tersebut.
30 menit bersantai dan saling membersihkan diri kita, pelayan kembali datang mengatakan bahwa makanan sudah di hidangkan dan siap untuk di santap.
Jamuan baru? Wah ini yang aku tunggu-tunggu untuk mengisi staminaku yang habis terkuras makanan memang yang paling mantap.
"Gadis manis dan cantik dan juga dada yang bulat empuk itu, kemarilah kita habiskan bersama-sama" Berlutut layaknya seorang pangeran.
PELETAK!!!
"Aww... " Hakai di pukul oleh ember kayu besar.
"Dasar mesúm!! Menjauhlah!!"
Lucu sekali mengerjai gadis muda- eh gadis tua ya? Haha.. Entah kenapa aku merasa hidup kembali...
***
Setelah sampai, ruang makan luar biasa luas mejanya panjang banyak sekali berbagai makanan pembuka, penutup dan minuman tersedia.
"Hehe... Kau tahu bukan apa yang harus kita lakukan?! Kita habiskan semua!!"
"Ehhh... Jangan tuan Hakai!! Itu bukan untuk kita semua, nanti marah loh!!"
Baru makan sedikit saja dari arah pintu luar seseorang masuk ke dalam dan berkata.
"Tuan Hakai benarkan?? Kemarilah cepat yang mulia Arius ingin bertemu"
"Yang benar saja bung! Aku baru saja makan daging ini... Sial! Suruh datang rajamu ke sini" Sewot Hakai yang sedang melahap makan.
"Tidak boleh seperti itu tuan Hakai, cepat segera temui!!" Xylona menarik tanganku segera untuk menemuinya.
Mau bagaimana lagi aku tidak bisa menolak gadis ini, berbagai makanan aku ambil untuk Xylona sepertinya dia akan suka, sudah beberapa hari dia belum makan apapun kesian sekali.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Reza
ok
2021-10-18
5
Franssisskus Supry
Lanjut
2021-09-27
7