Bagaimana bisa ada sosok yang bisa lolos dari serangan tadi? Patut di pertanyakan semakin jauh melangkah semakin penghuninya kuat tapi masih jauh lebih kuat diriku ini sangat membosankan lama-lama.
Gua ini lebih besar dari yang kukira, luas sekali tingginya sekitar 50 meter atau 100 meter? Di dalam yang luas begini bagaimana bisa mencari seorang yang berlari tadi dan terdapat bebatuan tinggi yang menghalangi penglihatan.
TAP......... TAPZZZZ........... TAPZZ.......
Gempa? Ada apa? Tanah ini bergoyang, gua ini bergetar jangan-jangan ini sebuah gunung, berbahaya sekali tempat ini.
"WHAAAAAAA....."
Teriakan siapa itu? Seorang gadis? Apa jangan-jangan mahkluk yang tadi pasti ini jebakan lagi aku tak ingin terkena tipuan yang sama.
"Bersiaplah naga aku akan melancarkan serangan lagi untuk membasminya.. "
Hakai memasang kuda-kuda di bibir gua berniat untuk menghancurkan semuanya tetapi Wyvern yang berada di tangan kiri dan telah menjadi HAND OF GOD menyarankan untuk tidak melakukan hal itu lagi.
"Tunggu aku bilang!!.. Aku merasakan hawa yang begitu kuat tapi tidak negatif ini sesuatu yang tak aku kenal!"
"Kenapa kau jadi begitu ragu bukankah yang kita lihat selama ini hanya mahkluk garang yang tak bisa berpikir" Tutur Hakai yang sedang berbicara dengan tangan kiri.
"Cih.. Ya terserah padamu saja"
Gua ini sangat luas dan sedikit lembab mungkin aku bisa menggunakan ability yang ber-listrik di sini, ability itu apa namanya.. Ya itu.. Apa ya.. Saking banyaknya jadi lupa.. Itu hmm.. Ya apa?.
"Hey! Bocah ada yang datang begitu besar sekali!!"
Gawat apa nama kekuatan itu.. Ini cukup sulit untuk mengingatnya.
BAHAYA ANCAMAN TINGKAT -TIDAK DI KETAHUI-
INI SANGAT BERBAHAYA TUAN SEBAIKNYA LARI DARI SINI BEGITU KUAT HINGGA SYSTEM INI SEDIKIT MENGALAMI GANGGUAN
Bahkan Andromeda pun ketakutan, ancaman tinggi? Tidak di ketahui jadi ancaman yang tidak terdaftar dalam system? Tamat sudah riwayatku selamat tinggal semua.
"Aaaaa larii... Ada Titan!!!, cepat keluar sedang apa kau di sana gembel!!" Lari panik seorang gadis kecil.
"HAAAA!!? Apa maksudmu kau sebut aku gembel!? Eh-bukannya tadi itu gadis yang aku liat? Tunggu dia bilang Titan... "
WRAAARRRRR.....
RAKSASA.. woy woy gadis cantik nan imut kau bermain-main dengan penghuni gua ini hebat sekali lalu siapa yang akan menyelesaikan kekacauan ini??
Hakai masih berdiri mematung melihat raksasa yang besar tertegun dan tak bisa mempersiapkan diri. Tiba-tiba gadis itu menarikku keluar sebelum akhirnya raksasa itu memukul dengan sebuah tulang yang besar.
BAAAM...
"Apa kau ingin mati? Kenapa diam saja di sana?" Omelan imut yang keluar dari mulut gadis kecil bergaun putih.
"Apa.. Susu itu asli?" Hakai melihat payudara sang gadis sangat besar.
Pletakk...
Hakai di tampar oleh gadis itu dengan kencang.
"Dasar mesum, kalau kau tidak ingin mati sebaiknya pergi dari sini" Ucapnya yang terus-menerus memegang sebuah benda di dada dengan kedua tangannya.
"Yah.. Soalnya, semua yang ada di sini cuman mahkluk kau pasti salah satunya 'kan?" Hakai mencurigai gadis yang keluar dari gua tersebut.
Sebelum percakapan selesai raksasa itu menyerang, tingginya.. Ini setinggi Wyvern- bukan ini terlihat kecil kalau dilihat Wyvern.. Jadi Wyvern memang makhluk yang paling kuat di lembah ini.
"Gadis cantik, sebaiknya kau mundur aku akan melawannya" Bersikap tenang layaknya seorang pangeran yang gagah.
Tidak di percaya ability yang ingin aku ucapkan di dalam gua sekarang teringat- ini telat sial.
Aku melihat gadis itu bersembunyi di balik pohon tepat di belakangku, dia lusuh dan kotor juga tangan itu selalu memegang sebuah kalung? Apa sebegitu penting di banding nyawanya ya?
"Bersiaplah, Wyvern!!"
HAILSTORM!!
ZZEZZTTTTTT...
"Liat itu nona muda, dia tersengat listrik kayak tukang PLN yang ngebenerin rumah gw waktu itu eh malah kesetrum Hahahaa...." Hakai ketawa ngakak mengingat kejadian lucu saat di rumahnya.
"Bahayaa!!!" Gadis kecil yang sedang bersembunyi itu berteriak kencang pada Hakai.
BAAMMM....
Tuan Hakai terkena pukulan yang kuat sekali hingga tubuhnya terkubur dalam-dalam, di saat yang bersamaan gadis cantik itu kaget melihat seseorang mati di depan matanya terbujur kaku.
Raksasa itu melihatnya dan menghampiri, gadis yang panik di tambah lemas dengan apa yang dia lihat terlihat mundur dengan menyeret badannya sambil terus memegang sebuah benda di lehernya itu.
TAP..... TAPZZZ...... TAPZZZ......
Raksasa itu hendak memukul dengan sebuah tulang yang besar dan siap menghancurkan tubuh mungilnya.
SYSTEM LEVEL 300%
"TUAN HAKAI" ANDA BISA MEMPERKUAT POWER DAN ABILITY DENGAN KELIPATAN YANG ANDA INGINKAN DAN DI BUTUHKAN STAMINA YANG BESAR
Mendengar system yang bicara Hakai langsung terbangun dan menyadari dia telah di pukul.
"Ak.. Aktifkan mode pert... Pertahanan super kuat, Andromeda"
MENGAKTIFKAN MODE PERTAHANAN SUPER KUAT
•MODE PERTAHANAN
>Penyembuhan keseluruh tubuh√
>Menghilangkan rasa sakit√
>Menghilangkan luka√
>Memperkuat fisik√
>Memperkuat anti sihir√
>Menambah stamina √
TELAH AKTIF
Tulang leher Hakai yang patah kembali bersatu dan pulih begitu juga dengan badannya yang remuk semuanya terlihat baik-baik saja.
Pertahanan super kuat ini lebih dari bayanganku ini sangat cepat dan stamina terisi penuh, aku bisa meningkatkan kemampuan sesuai pikiran.
Kalau begitu,
FIRE BLADES ULTIMATE!!!
Dengan sigap Hakai langsung loncat menuju leher raksasa yang sudah siap menghantamkan palunya ke arah gadis kecil.
SREEEETTTTTT.... BURSHHHH.....
DUBBB....
Kepala raksasa itu langsung terpisah dari badannya dan gadis kecil melihat Hakai dengan penuh ketakutan dan kengerian.
"Apa kamu baik-baik saja? Gadis kecil?"
Namun perlahan mulai membaik dan wajah pucatnya mulai berseri.
"Aku.. Aku baik-baik saja terima kasih sudah menolongku"
"Ho.. Ho. Ho. Tentu saja aku hebat bukan?! Namaku tuan Hakai salam kenal gadis manis, kalau namamu siapa?"
"Namaku Xylona"
"Xylona? Nama yang bagus sangat cocok untukmu gadis kecil-... "
Gubrak.....
Namun tidak beberapa lama Hakai kembali jatuh pingsan di karenakan staminanya terkuras banyak setelah mengeluarkan ability FIRE BLADES ULTIMATE itu adalah tingkatan yang cukup besar dan sangat menguras tenaga.
Gadis kecil itu menarik tubuh Hakai dan menyenderkannya di bawah pohon, lalu dia mencoba memburu sebuah hewan di sekitarnya dengan membuat sebuah jebakan yang sederhana.
Jebakan yang dia buat butuh waktu hingga berjam-jam lamanya untuk menangkap sebuah Kouneli semacam pemakan tumbuhan mirip dengan kelinci.
Setelah lama tidur Hakai membuka matanya, melihat seorang gadis mencoba menyalakan api dengan menggesekkan batu dengan sangat gigih, hati Hakai tergerak dan langsung bangun menyuruhnya berhenti.
"Sepertinya kau sedikit kesulitan Xylona.. Aku masih mempunyai sedikit kekuatan mundurlah sedikit"
FIRE...
"Hewan apa ini? Kelinci? Mungkin bukan? Apa kau yang menangkap semua ini? Ahhhh... Bajumu jadi kotor sekarang, biarkan aku yang membakar ini kamu istirahatlah"
".. Ya baiklah.. "
Xylona yang begitu lelah berbaring di sisi api unggun yang menyala di tengah malam yang dingin, suasana ini mengingatkanku ketika masih hidup di bumi dulu aku kamping bersama seorang gadis kondisinya terbalik dia yang pingsan sedangkan aku yang sibuk mencari bantuan bahkan aku tidak berguna sama sekali Ha. Ha. Ha.
Semoga tenang di sana Gracia adikku yang malang.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Reza
ntaps
2021-10-18
6