Pagi hari tiba, aku berniat mencari mata air untuk minum gadis kecil itu namun jaraknya begitu jauh dari sini.
"Hoy.. Bangun... Hoy... "
Gadis kecil yang sedang tertidur terus memegangi sebuah benda, apa itu? Mungkin aku bisa membukanya sedikit.. Ssttt.. Sstt...
Keplaakkkk!!!
"Awww!! A-apa-apaan itu tadi?" Hakai memegang pipinya merah kesakitan karena di tampar.
"K-kau mencoba memegang d-dada ku ini 'kan??" Xylona yang kaget menutup badannya dengan kedua tangan.
"Jangan salah paham! Aku hanya penasaran dengan apa yang kau pegang sepertinya itu sangat berharga bagimu.. "
".. Ini.. Sebuah kunci seseorang memberikan ini padaku dan bilang “jaga ini dengan nyawamu“"
Sebuah kunci yang di kalungkan? Warna biru terang menyala kunci untuk membuka apa itu? Sangat berharga hingga orang itu bilang jaga dengan nyawamu? palingan kunci gembok rumah lapuk.
"Apa-apaan orang itu menyuruhmu menjaga dengan nyawamu kenapa tidak dengan nyawanya sendiri? Sangat konyol kapan dia memberikannya padamu dan siapa dia??"
"Mungkin sekitar seribu tahun yang lalu.. Ya kurang lebih begitu, soal siapa orangnya aku tidak tahu dia begitu gelap tampak bersayap.."
"Haaahhhh!!!! Jadi kau sudah nenek-nenek? Dengan wujud bocil?"
Plakkk... Plakkk... Plukkkk... Pleekkkkk...
Xylona memukul dan melempari batu padaku dengan bertubi-tubi, gawat membicarakan umur kepada wanita itu sangat berbahaya sebaiknya jangan di ulangi kalau tidak nyawamu melayang.
"Ampun... Ampunnn!!"
Kehadirannya bukan disengaja, dia sanggup menangkap hewan itu sendirian di tempat seperti ini apa jangan-jangan.. Sengaja untuk menyembunyikan kunci itu? Tapi siapa yang memberinya, dia menerima kunci seribu tahun yang lalu tanpa ada petunjuk sedikit pun.
***
"Xylona aku akan melakukan pembasmian di lembah kematian ini apa kamu ingin ikut bersamaku?"
"Kenapa kau melakukan hal itu?"
"Aku melakukan karena... Berlatih ya untuk berlatih"
"Ya aku ikut"
Padahal untuk uang He. He. He dengan uang sebanyak itu aku bisa membeli, menyewa, menerawang dan lain-lain jadi tidak sabar Xi.xi.xi.xi.
Aku tidak ingin menanyakan masa lalunya begitu jauh mungkin dia masih curiga denganku akan aku tunggu waktu yang tepat.
Hingga sampai di penghujung tempat ini adalah akhir dari petualanganku, aura di sini begitu pengap dan sangat negatif aku bisa memperhitungkan hal buruk pasti terjadi.
Tiba-tiba datang kerumunan yang begitu banyak.
Manusia? Elf? Atau bangsa lain? Kenapa ada di sini? Banyak sekali ini seperti akan perang tempur, tidak bisa di hindari ini sangat merugikanku karena Xylona bersamaku dia prioritas utama.
"Xylona.. Ini berbahaya bisakah kau diam di situ dan jangan panik? Aku akan membuat sebuah pelindung yang kuat!!!"
Xylona yang sangat khawatir terlihat akan menangis terpaksa harus aku isolasi terlebih dahulu.
EARTH WALL SUPER!!
Lapisan dinding tanah di buat 4 sisi agar Xylona tidak bisa pergi kemana-mana dan agar musuh tidak bisa menyerang dia.
Saatnya pertunjukan aku tak akan menahan walau lawanku harus dengan sesama manusia lagi.
"Bersiaplah, Wyvern!!"
.
.
.
"Apa yang kamu tunggu?!! Mereka semua mendekat cepat serang!! Atau gadis kecil itu dalam bahaya!!" Teriak Wyvern menunggu Hakai yang sudah siap menyerang.
"Aku.. Tidak bisa melawan manusia atau bangsa lain..." Hakai merasa frustasi dengan lawan yang sama derajatnya.
"Cih.. Sial kau bocah apa kau tidak lihat dia bukanlah bangsa manapun mereka semua sudah mati mereka adalah Undead"
Itu benar radarku ataupun deteksi suhu tidak bisa membacanya mereka mayat hidup... Undead?, aku tidak perlu merasa ragu lagi ini akan menjadi serangan terbesar.
DARK BLAST!!!!
Hm.... Apa yang terjadi? Tidak ada yang terjadi, gawat mereka semakin mendekat.
"Goblok emang goblok ga ada otak, DARK BLAST untuk menyedot jiwa sedangkan mereka sudah mati bocah gemblung!!!"
"Ehh.... Hehe... Salah jurus"
FIRE BLADES ULTIMATE!!!
HAAAA.....
Hakai dengan gigih membasmi semua para Undead dengan pedang api yang berkobar lebih besar dan berwarna kebiruan di intinya.
Lebih dari setengah jam tanpa henti terus bermunculan Undead di mana-mana membuat Hakai lengah dan tertangkap di cabik-cabik.
Di saat yang bersamaan para Undead merasakan kehadiran di balik benteng yang di buat Hakai mereka bersi kukuh menghancurkan dinding dan ada juga yang mencoba memanjat.
Hakai yang sedang kesulitan pun bingung harus melakukan apa tubuhnya memang tidak bisa hancur tapi tidak dengan gadis itu.
Apa kau... ingin sedikit dorongan? ....Terima... ini..
Siapa itu? Dorongan? Aku bisa merasakan tubuhku lebih ringan dan sangat kuat, siapapun itu aku sangat berterimakasih.
EARTH WALL ELECTRIC SHOCK!!!
Hakai menggabungkan energi tanah dan listrik sehingga para Undead itu kesetrum dan mati gosong.
"Aku merasakan hal yang luar biasa.. Ini sangat tidak biasa HAHAHAH.... "
TORNADO STROM!!!!
Angin badai yang kencang di sertai pusaran beliung api, listrik dan air bersatu dalam kemampuan yang baru saja di ciptakan Hakai, kekuatannya terdorong sangat kuat hingga bisa menciptakan sesuatu yang besar.
Para Undead itu terbawa dan berputar lalu hancur berkeping-keping hingga tak bisa hidup kembali.
LEVEL UP: 440
EXP UP: 120.000.000.000
Huff.. Tadi sangat menarik seseorang berbicara padaku dan memberikan kekuatan?
"Tuan Hakai.." Nada lembut nan anggun muncul dari gadis itu.
"Xylona! Syukurlah kau baik-baik saja.." Hakai mencoba memeluknya tanpa di sadari.
Hakai merasa Xylona mirip dengan adiknya yang kecil sepantaran dengannya, dia merasa senang dan bahagia bisa melihat wujud Gracia dalam diri Xylona.
Mereka semua seperti bukan mengincarku melainkan sebuah kunci? Aku penasaran dengan kunci pemberian itu.
"Andromeda, tampilkan Quest saat ini"
MENAMPILKAN QUEST
•PRIMARY QUEST: MEMBASMI LEMBAH KEMATIAN TOTAL(1.000.000.000.000/997.000.000.000)
"Masih kurang? Apa ada yang ketinggalan sepertinya tidak ada, apa perlu hancurkan semua lembah ini?"
"Woy bocah!! Apa kamu pikir aku tidak di hitung?" Wyvern berbicara pada Hakai dengan lantang.
"Ah.. Kau naga penghuni sini juga lalu siapa lagi? Apa mungkin Xylona? Kalau memang Xylona penghuni sini, satu lagi siapa?"
"Apa mungkin! Undead-Undead itu? Tidak mungkin mereka hidup sendiri pasti ada yang menghidupkan mereka.." Wyvern mengetahui bahwa ada yang janggal dengan lembah kematian ini.
Jadi begitu salah satu dari mereka yang menggerakan para Undead yang sangat banyak sekitar 500 pasukan di kendalikan sendiri itu membutuhkan kekuatan yang sangat besar, aku punya firasat buruk soal ini.
"Xylona.. Aku masih punya urusan di sini apa kamu bisa kembali ke tempat kita tidur tadi malam? Aku akan kembali jangan pergi kemana pun ya?"
".. Yaa.. Tapi.. Apa ada masalah? Aku belum pernah melihat tangan bisa berbicara dan kamu juga bicara sendiri aneh sekali"
"Begitulah'.. aku akan segera nyusul nanti, akan aku ceritakan semuanya padamu sebagai gantinya kamu ceritakan juga soal kunci itu oke?"
".. Oke.. " Xylona menuruti kata tuan Hakai dan pergi ke tempat di mana kita beristirahat.
.
.
Seolah terusik tempatnya, dia pun mulai unjuk gigi, wujudnya seperti mayat hidup pakaian yang compang camping dengan kekuatan sihir kegelapan yang sangat mencekam, tanah yang dia injak seolah mati udara di sekitarnya sangat beracun.
"Dia adalah Chyros pencipta tempat ini GROUUWWWHH!!!?" Wyvern tampak sangat bersemangat dan ingin segera melawannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
ara
buat krkterny dingin, brdrh dingin thor mngkin menarik
2022-03-08
0
AngGa
Padahal OP tpi MC nya kaya tolol gak sih make kekuatan nya 🤔
2022-02-23
1
Reza
komen yuk dukung author nya
2021-10-18
4