Saat ini tinggal enam peserta yang tersisa. Karna hari sudah mulai sore maka turnamen akan dilanjutkan esok pagi.
Semua yang hadir di turnamen membubarkan diri dan pergi kembali ke paviliun masing masing ataupun ke penginapan yang berada di sekitar Klan Xiao.
Saat ini Xiao Ziya sedang ada di pasar dan membeli beberapa manisan.
"Humm.. mungkin aku perlu beberapa tanaman obat." ucap Xiao Ziya sambil melangkah masuk ke salah satu toko yang menjual bahan untuk membuat obat.
"Apa yang bisa kami bantu nona?" tanya seorang pria paruh baya pada Xiao Ziya.
"Aku ingin membeli 1kg rumput perak, dan 1/2kg gingseng air, apakah ada paman?"
"Tunggu sebentar nona saya akan menyiapkan apa yang nona butuhkan." ucap pria itu kemudian pergi masuk ke dalam sebuah ruangan. Tak berselang lama pria itu keluar sambil membawa bahan bahan yang Ziya minta.
"Ini nona totalnya 3 keping emas." ucap pria itu sambil memberikan bahan tersebut pada Xiao Ziya. Lalu Ziya memberikan 4 koin emas pada sang paman kemudian pergi begitu saja.
Saat hendak kembali ke Klan Xiao Ziya melihat pertarungan.
"Apa apaan ini, mengapa pemuda itu dipukuli seperti itu." karna merasa ada yang tidak beres, Ziya pun mendekat.
"Hei apa yang kalian lakukan, hentikan!!!" triak Xiao Ziya sambil berdiri dihadapan anak yang sedang dipukuli.
"Kami tak ada urusan denganmu, biarkan kami menghabisi sampah ini." ucap salah satu dari mereka yg memukuli sang pemuda.
"Aku memang tak punya urusan dengan kalian, namun tetap saja membully orang lain bukanlah hal yg baik." ucap Xiao Ziya yang mulai marah.
"Baiklah akan ku habisi kau." mereka bertiga menyerang Xiao Ziya secara bersamaan. Namun Ziya dapat menghindari setiap serangan dengan mudah.
Xiao Ziya tak tinggal diam, dia juga ikut menyerang dengan menendang dada mereka satu persatu. Hingga ketiganya tersungkur di tanah.
"Kami akan membalasmu, dasar wanita murahan." ucap mereka kemudian pergi.
Dengan segera Xiao Ziya membantu pemuda itu untuk berdiri.
"Apakah kau baik baik saja? mari ikut denganku aku akan mengobati lukamu." ucap Ziya kemudian membawa pemuda itu pergi ke paviliunnya.
Setelah sampai di paviliun, Xiao Ziya menyuruh pemuda tersebut untuk duduk di bangku taman. Sedangkan Ziya masuk ke dalam untuk mengambil salep.
Ziya kembali dengan membawa salep, teh hangat dan beberapa camilan.
"Umm siapa namamu dan berapa umurmu." Ziya bertanya seperti itu karna dia bingung harus memanggil pemuda itu dengan sebutan apa.
"Namaku Lee Yinya, umurku 13 tahun. Aku di bully karna tak memiliki kemampuan apapun." setelah mendengar penjelasan tersebut Xiao Ziya faham apa yang terjadi.
"Baiklah Yin gege, aku akan mengobatimu terlebih dahulu. Untuk urusan kemampuan temui aku satu hari setelah turnamen." Xiao Ziya mengoleskan salep dengan telaten pada Yinya. Setelah selesai Yinya pamit untuk kembali ke penginapan.
Keesokan paginya, Ziya sudah bersiap lebih awal untuk pergi ke tempat turnamen. Bukan karna dia terlalu semangat, namun dia sangat malas bila harus berdesakan saat masuk.
"Masih sangat sepi, mungkin aku bisa tidur sebentar." ucap Xiao Ziya kemudian duduk di kursinya dan mulai memejamkan mata.
Saat Xiao Ziya sedang terlarut dalam mimpinya, tiba tiba ada seseorang yang mencubit pipinya. Saat Ziya membuka mata dia melihat kedua gegenya sedang tertawa.
"Apa yang kalian berdua tertawakan." ucap Ziya sambil menatap kedua gegenya dengan heran.
"Hai gadis kecil, apa yang sedang kau lakukan? Mengapa kau tidur di sini." ucap Xiao Yan sambil mencubit pipi adiknya gemas.
"Saat aku kesini belum ada siapapun yang datang gege, jadi aku memutuskan untuk tidur sejenak." ucap Ziya dengan santainya, walau dia tau banyak mata yang memperhatikan mereka bertiga.
"Apakah kau begitu bersemangat humm?" tanya Xiao Xun.
"Tidak sama sekali, aku hanya malas berdesakan saat masuk." ucap Ziya kemudian memanyunkan bibirnya.
Secara tak sadar tingkahnya membuat orang2 yang memperhatikan sedari tadi merasa gemas.
Tak berselang lama sang pembawa acara naik ke atas arena. Dan mengumumkan babak Semi final akan dimulai. Pada babak ini setiap peserta yang mendapat undian emas berhak memilih lawannya.
Dan Xiao Ziya hanya mendapat undian biasa, karna baginya itu bukan masalah. Setelah menunggu dua putaran, akhirnya ada yang menantang Xiao Ziya.
"Aku akan menghancurkanmu di sini, akan ku balas penghinaanmu pada Xiao Yuna." ya orang yang menantang Xiao Ziya adalah Xiao Feng sepupu dari Xiao Yuna.
"Penghinaan? hahaha apakah Feng gege sedang bercanda? Aku hanya berusaha melindungi diriku dari rubah licik." ucap Xiao Ziya.
Karna merasa tak terima Xiao Feng langsung menyerang Ziya dengan berutal. Ada beberapa pukulan yang mengenai Ziya.
"Kau akan mati di tanganku." ucap Xiao Feng sambil mengeluarkan sebuah belati dari balik jubahnya, kemudian dilempar ke arah Xiao Ziya.
Dengan cepat Xiao Ziya menghindari serangan fatal tersebut. Tiba tiba hawa menjadi sangat panas tatapan Xiao Ziya menjadi sangat tajam.
Dengan melafalkan sebuah mantra, muncullah beberapa formasi sihir di sekitar Xiao Feng.
"Apa kau ingin ku hancurkan di sini!!!!" triak Xiao Ziya dengan lantang. Tubuh Xiao Feng bergetar dengan hebat, kringat dingin mulai keluar.
"Hancurkan." Saat Ziya mengucapkannya tiba tiba formasi sihir tersebut masuk ke dalam tubuh Xiao Feng, dan seketika asap putih menyelimuti tubuhnya dan Bumm.
Sebuah ledakan kecil terjadi di dalam tubuh Xiao Feng, dan dia memuntahkan seteguk darah.
"Hari ini aku tak membunuhmu karna kita adalah saudara, namun jika suatu saat kau mencari masalah denganku, akan ku buat tubuhmu hancur." Ucap Xiao Ziya yang terdengar sangat kejam.
Akhirnya babak semi final berakhir. Menyisihkan tiga peserta yang masuk dalam babak final. Peraturan di babak final adalah ketiga peserta akan saling menyerang di atas arena, dan siapa yang masih bertahan dialah pemenangnya.
Setelah itu Xiao Ziya berdiri di tengah tengah area pertandingan. Dua lawannya tengah memutarinya. Dan secara tiba tiba mereka mengeluarkan jurus.
"Telapak tangan dewa."
"Api pembasmi iblis."
Kedua jurus tersebut menyerang Xiao Ziya secara bersamaan. Dan berhasil mengenai tubuh Ziya dengan telak. Xiao Ziya memutahkan seteguk darah.
"Kalian berdua memang hebat, sekarang giliranku." ucap Xiao Ziya.
"Jurus Halilintar membelah bumi."
Dan tiba tiba saja langit yang semula cerah tiba tiba mendung, suara gemuruh petir saling bersautan. Dua Halilintar dengan secepat kilat menyambar kedua lawan Xiao Ziya. Mereka berdua langsung pingsan ditempat.
Dengan begitu berakhirlah acara Turnamen Tahun ini dan Xiao Ziyalah pemenangnya. Untuk hadiah yang didapatkan akan diumumkan besok pagi.
Hai para pembaca setia ku trimakasih atas dukungan yang kalian berikan, jangan bosan bosan buat baca novelku. Jangan lupa vote, komen, rate, dan like. Jika berkenan kalian juga bisa memberi tips pada author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 665 Episodes
Comments
Kikiari Putri
zaman kuno ada y yg namanya bully 🤣🤣🤣🤣tp benar si kalo bully itu gak baik saya setuju sama ucapan ziya🤔🤔🤔🤔
2024-05-25
0
Kyle
Bocah g seh aturan?kl wanita kan udh nikah,kl gadis msh mending atau pake kata bocah sesuaikan dgn umur.Cuma koreksi dkt kak
2023-03-24
2
Vivi
Semangat semangat semangat
2023-02-14
0