Saat ini matahari sudah menampakkan sinarnya, cahaya berwarna orange ke emasan mulai menyinari. Suara kicauan burung seperti sebuah nyanyian yang merdu.
"Hoaam... sudah pagi rupanya, sebaiknya aku mencari seekor ayam liar dan buah buahan untuk sarapan." ucap Xiao Ziya kemudian masuk lebih dalam dan menjelajahi hutan tersebut. Sedangkan sang harimau kecilnya masih tidur dengan lelap.
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya kembali, sambil membawa satu ekor ayam yang telah dia bersihkan, dan beberapa buah apel dan buah pisang.
" Zier bangunlah matahari sudah mulai tinggi apa kau tak lapar humm." ucap Ziya sambil memcubit gemas pipi sang harimau.
Dengan malas Zier membuka matanya, saat melihat sepotong daging segar di hadapannya dia menjadi semangat, dan memakannya dengan lahap.
"errr, telimakacih nona." ucap harimau yang belum fasih itu. Hewan ajaib yang setingkat dengan Zier memang istimewa.
Setelah selesai sarapan Xiao Ziya mengajak Zier untuk melanjutkan perjalanan. Awalnya memang tak ada halangan sedikitpun, namun tiba tiba ada sekelompok bandit yang menghalangi perjalanan.
"Gadis kecil serahkan semua barang berharga yang kamu punya, dan tinggalkan juga harimau kecilmu itu, kami akan membiarkanmu lewat dengan selamat." ucap sang pemimpin bandit.
"Apa yang kalian katakan dia adalah temanku, bagaimana bisa kalian berbicara seperti itu." ucap Ziya yang tak terima dengan perkataan pemimpin bandit.
"Hey gadis kecil berani kau padaku, tak taukah kau bahwa kami adalah kelompok bandit cobra." ucap pemimpin bandit itu lagi.
"Aku tak peduli siapa kalian, tapi aku akan melindungi harimau kecilku ini." Ziya telah siap untuk menyerang para bandit.
Perkelahian tak dapat dihindarkan, para bandit menyerang secara bersamaan. Ziya tak pernah mengira bahwa bandit bandit seperti mereka mempunyai tingkatan yang cukup tinggi. Lengan Xiao Ziya terluka akibat perhatiannya yang terpecah.
"Bila seperti ini terus aku bisa tak selamat, mungkin aku memang harus mengeluarkan sebuah jurus, untuk membuat celah untuk kabur." batin Xiao Ziya yang sedang memikirkan sebuah rencana.
"Jurus Seribu pedang"
Saat Ziya mengucapkan jurus tersebut, tiba tiba banyak jiwa pedang yang tercipta dari energi Qi yang diserap dari alam.
Jumlahnya kurang lebih ada 100 jiwa pedang berwarna keemasan. Pedang pedang itu berputar di atas langit kemudian turun kebawah dengan sangat cepat, menghujam tubuh para bandit.
Dengan secepat kilat juga para bandit terbunuh dengan keadaan yang mengenaskan.
Setelah itu dengan cepat Xiao Ziya pergi sambil membawa harimau kecil kesayangannya itu.
Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah desa. Desa itu bernama Desa Cahaya. Namun ada yang aneh, walau namanya desa cahaya, desa itu sangat gelap tanpa cahaya.
"Mengapa nama desa dan kenyataannya sangat berbeda? namanya desa cahaya namun desa ini sangat gelap walau di siang hari." ucap Xiao Ziya dengan sangat heran. Dengan ragu ragu Ziya mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam desa.
Setelah itu dia mencari penginapan yang ada di desa tersebut.
Penginapan Bulan
Itulah nama penginapan yang ia jumpai di desa cahaya, satu satunya penginapan yang masih memiliki kamar yang tersisa.
"Paman aku ingin pesan sebuah kamar yang cukup luas, berapa biyaya sewanya?" ucap Ziya pada penjaga penginapan.
"Satu malamnya 5 keping perak, sebaiknya nona kecil meninggalkan desa ini besok pagi." ucap sang penjaga penginapan dengan wajah cemas.
"Ada apa paman, mengapa kau menyuruhku untuk cepat pergi dari desa ini?" tanya Xiao Ziya yang sangat penasaran.
"Desa ini seperti terkena kutukan aneh, setiap pagi akan banyak hantu hantu yang datang kesini dan membawa 1 anak kecil setiap harinya, ini sangat berbahaya untukmu." ucap sang paman
Xiao Ziya mengganguk paham atas peringatan yang diberikan paman itu, dengan segera Ziya mengambil kunci kamar dan naik ke lantai atas.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya Klan Xiao. Sedang terjadi perselisihan antara benerapa ketua klan dengan pemimpin klan. Mereka merasa kecewa dengan tindakan sang pemimpin klan yang mengusir Xiao Ziya hanya karna masalah pribadi mereka.
"Tetap saja keputusan anda itu tidak benar, Xiao Ziya tetaplah anggota dari klan Xiao." ucap Xiao Xiling yang sedang membela keponakan kesayangannya itu.
"Kau membelanya karna dia adalah keponakanmu, benar begitu kan." ucap pemimpin klan yang tak terima.
"Benar dia adalah keponakanku, dan apa yang ia lakukan adalah benar." bela Xiao Xiling.
"Dia juga adalah putri kesayanganku, beraninya kau menjodohkannya dengan seorang pemuda yang tak bermoral." Xiao Cunyu tak bisa menahan amarahnya.
"Sudahlah anak sampahmu itu tak akan berguna bagi Klan Xiao." cela Xiao Yuza.
"Lihat saja saat putriku kembali, dan memenuhi janjinya, aku bersumpah tak akan menghentikannya untuk menghabisi kalian." Ucap Xiao Cunyu, kemudian mengajak Xiao Xiling untuk pergi.
**Hai guys maaf ya baru bisa up sekarang, jangan lupa vote, rate, komen, dan like.
Kalian juga bisa kasih tips ke author supaya lebih semangat.
stay at home ya**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 665 Episodes
Comments
𝖄𝖚𝖉𝖎 °やんと•
Bukannya udh menang turnamen klan, kok masih dikatain sampah y.
2024-05-26
0
Vivi
Semangat semangat semangat
2023-02-14
0
Efendi Siantar
knp msh disebut sampah? bukankah dia sdh menunjukkan bakatnya?
aneh kau thor
2022-10-28
0