special shoes producen
Keesokan harinya, marquess Izzac datang ke kamar ratu bersama dengan seorang pengrajin sepatu yang diminta oleh ratu pada raja. Pengrajin itu seorang wanita dengan membawa anak perempuannya yang masih balita.
Izzac heartov Izeiden
"Selamat siang, yang mulia ratu! Saya kemari membawa pengrajin sepatu yang anda inginkan dari raja."
Yoonavic Alberta alinsky
"Baiklah, kau boleh pergi! Tinggalkan kami!"
Izzac heartov Izeiden
"Baiklah!"
Marquess Izzac pun pergi dari kamar ratu.
Michiela Madiv
"Sebelumnya saya minta maaf pada anda, yang mulia ratu karena saya ke sini bersama anak saya. Karena ayahnya jam segini sedang sibuk di pabrik dan dia tak ada temannya di rumah." (Sungkan)
Yoonavic Alberta alinsky
"Tidak masalah, aku tak akan marah! sayangnya di sini tidak ada mainan yang bisa kau mainkan, anak manis! maafkan aku."
Michiela Madiv
"Terima kasih, yang mulia ratu!"
Yoonavic Alberta alinsky
"Siapa nama anakmu? Ia gadis yang lucu!"
Michiela Madiv
"Sebelum mengukur kaki anda, saya akan memperkenalkan diri dulu, nama saya Michiela Michiels dan ini Joia Anastasia Michiels. anak pertama saya."
Joia Anastasia Michiels/Gilbeysta
(Joia kecil)
"Hormatku pada yang mulia ratu!"
Hormat anak perempuan itu dengan senyum yang manis,
Ratu membalas senyum anak perempuan itu, lalu memegang dagu anak itu dengan lembut.
Yoonavic Alberta alinsky
"Kau lucu sekali, nak!"
Terlintas dibayangannya, bayi perempuan nya yang mungkin berumur sama.
Setelah itu Michiela segera mengukur kaki ratu dengan membiarkan Joia duduk di sofa sambil menikmati camilan yang tersedia di meja.
Michiela Madiv
"Karena anda sedang hamil, saya sarankan menggunakan model sepatu dengan sol tipis saja dengan bahan karet. Seperti ini modelnya nanti, sederhana awet, tapi elegan."
seperti ini model yang digambarkan baroness Michiela:
Yoonavic Alberta alinsky
"Ya terima kasih baroness Michiela, saya menerima saran anda."
Michiela Madiv
"Kalau begitu kami unDur diri, yang mulia ratu!"
Joia Kecil mengikuti ibunya dengan sopan.
Joia Anastasia Michiels/Gilbeysta
"Iya, kami pamit, yang mulia ratu!"
Yoonavic Alberta alinsky
"Ah, sebenarnya aku ingin anakmu tetap di sini! Tapi pasti kau tidak memperbolehkannya! Jika boleh, kau bisa pulang sendiri dan tinggalkan ia di sini. Aku akan mengantarnya pulang sebelum gelap."
Baroness Michiela seketika tersentak.
Michiela Madiv
"Yang mulia ratu, Joia... anak yang sedikit nakal! Jangan! Biar ia pulang bersama saya saja!"
(berbicara dengan sungkan)
Setelah mengukur kaki ratu dan memberikan model sepatu sederhana tanpa hak tinggi, Michiela pamit undur diri.
Yoonavic Alberta alinsky
"Baiklah, mungkin kapan-kapan saja."
Michiela Madiv
"Kalau itu akan saya pertimbangkan."
Yoonavic Alberta alinsky
"Oke, kau boleh pergi! Terima kasih atas kunjunganmu!"
Michiela Madiv
"Sama-sama yang mulia ratu!"
Mereka berdua akhirnya pergi dari kamar ratu, ratu menahan miris dalam hatinya, pasalnya Joia itu adalah puterinya yang dibuang. Baroness Michiela dan Joia berganti ke kamar selir.
Walaupun duchess Tiffanya tidak meminta apapun, tapi tetap saja raja ingin selalu memberikan sesuatu yang adil terhadap kedua isterinya.
Comments