"Yang mulia raja, saya baik-baik saja! Bagaimana dengan yang mulia?" (Nada manja)
Alexander Havier gilbeysta
"Aku juga selalu baik-baik saja!" (Datar)
Apa yang dikatakan raja kemarin pada ratu adalah benar, ia memang pernah menolak menikah muda karena ini adalah pernikahan politik, bahkan ia berani berkata, ia tak mencintai ratu yang saat itu masih menjadi putri mahkota.
Sejalannya waktu, raja akhirnya jatuh cinta pada ratu tanpa ada kata-kata. Perlakuannya berubah romantis seketika setelah ia mengakui ia jatuh cinta dengan ratu pada dirinya sendiri.
Alexander Havier gilbeysta
"Aku memberikan hadiah ini untukmu, terimalah!" (Menyodorkan hadiah tanpa melihat selir)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Hadiah apa ini?" (Heran)
Alexander Havier gilbeysta
"Terima kasih karena kau mengandung. Anak ini adalah aset kerajaan." (Nada datar)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Aku mendapat kabar dari marchioness Isyava kalau ratu juga sedang mengandung!?" (Wajahnya mengekspresikan kekhawatiran)
Alexander Havier gilbeysta
"Ya dia juga mengandung. Otomatis jika dia melahirkan bayi laki-laki, anak itu akan menjadi penerusku dan jika anak kita juga laki-laki, maka aku akan memberinya gelar Duke."
Tiffanya Jasmin Noirright
"Lalu jika salah satu dari kami melahirkan bayi perempuan?" (Ekspresi khawatir)
Alexander Havier gilbeysta
"Kalian akan tetap bersamaku di istana. Aku tak akan membuang bayi perempuan yang lahir di istana lagi, meskipun itu anakku dengan ratu."
Selir nampak menghembus napas lega, setelah pembicaraan itu, raja memasang giwang berlian itu di masing-masing telinga selir.
Alexander Havier gilbeysta
"Selesai." (Raja mengambil cermin kecil di atas nakas agar selir tak bangun dari pembaringannya)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Wow, ini indah sekali, terima kasih yang mulia raja! Terima kasih!" (Ekspresinya sungguh bahagia)
Alexander Havier gilbeysta
"Iya, sama-sama!" (Raja pun merangkul tubuh selir dan mengelus lengan atas selir)
Comments