Raja Herjeno sudah sampai di negara timur, ia melakukan tugasnya dengan baik. Ia sangat lega karena tak ada kabar buruk dari istana ataupun dari prajurit yang membawa marquess Zedelion tentang rencananya, berarti ia merasa rencananya akan berjalan lancar dan baik-baik saja.
Sementara di rumah tua di tengah hutan, prajurit suruhan raja Herjeno telah sadarkan diri setelah 2 hari yang lalu perut dan tangannya ditembak dan menjadi tawanan. Salah satu prajurit dan Marchioness Aerio mendekat, mereka membawakan obat yang diseduh dan juga obat luar untuk luka prajurit itu.
Aerio Estella Hansmitt
Hai, apa kabar? (sambil melepas ikatan di mata prajurit itu). Kau tahu siapa aku? (ucapnya santai)
Jangan banyak bergerak jika kau tak ingin lukamu infeksi, aku membawakan alat operasi untuk mengambil peluru-peluru di tubuhmu dan obat. Kau harus tetap hidup. (ucapnya santai tanpa ekspresi dendam)
Comments