Di aula kerajaan, semua tamu undangan bangsawan dari berbagai kalangan telah datang. Raja dan ratu duduk berdampingan di singgasana mereka.
Dan acara segera di mulai, calon selir bernama Tiffanya Jasmin Noirright memasuki aula, semua hadirin berbisik, berkasak-kusuk dengan adanya calon selir.
Sang ratu bangkit dari duduknya dan merentangkan sebuah surat putusan.
Yoonavic Alberta alinsky
"Aku nobatkan kau, Tiffanya Jasmin Noirright sebagai selir yang mulia raja, semoga kau diberkati Tuhan!" (Tegas)
Banyak yang sang ratu baca setelahnya,
Tiffanya Jasmin Noirright
"Terima kasih yang mulia ratu, atas pengangkatan saya sebagai selir, sebisa mungkin saya akan mentaati peraturan istana dengan sebaik-baiknya. Hormat hamba pada yang mulia ratu!" (Menunduk memberi hormat sambil mengangkat gaunnya)
Ratu kembali duduk di singgasananya. Begitu pula dengan sang selir baru yang kini juga duduk berdampingan di bawah satu tingkat dari singgasana mereka di sebelah kiri sang raja.
Waktu berlalu begitu cepat, pesta pengangkatan selir berakhir dengan hikmat.
Ratu dan selir berjalan beriringan dan berhenti di sebuah kamar.
Yoonavic Alberta alinsky
"Ini kamarmu! kau bisa melakukan segala hal di sini, karena semua yang kau butuhkan sudah ku atur semua di sana."
Tiffanya Jasmin Noirright
"Terima kasih, yang mulia ratu." (Menunduk Memberi hormat)
Kamar telah dibuka dan mereka berdua masuk.
Kamar yang cukup luas, tanpa sekat ada ruang makan, sofa kecil dan ruang tamu kecil telah tersedia sekalian di kamar itu.
Yoonavic Alberta alinsky
"Ingat tugasmu sebagai selir! Kau hanya mengurusi dalam istana yang bukan urusanku! Selain itu jangan ikut campur!" (Tegas)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Ya yang mulia ratu." (Tenang)
Yoonavic Alberta alinsky
"Ingat posisimu hanya selir! Urusan luar negara, jika aku tidak menginginkanmu untuk bekerja sama, jangan sekali-kali memohon! Apa lagi sampai kau memohon pada raja untuk mencampuri urusanku!" (Tegas)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Ya, yang mulia ratu! Saya berterima kasih sekali karena yang mulia sudah menerima saya. Jika saya mengabaikan aturan yang mulia ratu, mohon hukum saya!" (Menunduk hormat)
Yoonavic Alberta alinsky
"Jika kau mengerti, aku pergi! Permisi!" (Melangkah pergi dari kamar selir Tiffanya dengan tegas)
Selir menundukkan kepala hormat sampai sang ratu pergi.
Comments