Prologue
Di sebuah kamar dalam istana, seorang ratu sedang berjuang melahirkan anaknya, walaupun ia tahu setelah lahir ia akan jauh dari anak perempuannya itu, ia tak akan pernah berhenti berjuang. dari pemeriksaan rutin dokter istana, akhirnya diketahui kalau bayi itu adalah bayi perempuan.
Yoonavic Alberta alinsky
"huh! huh! huh! eeenggg!" (sang ratu sedang mengejan, sesekali menarik napas lalu menghembuskannya beberapa kali seperti orang melahirkan)
Tangan kanannya memegang tangan raja dan yang kiri mencengkeram gaun bawah duchess Yeonata teman baiknya.
Yoonavic Alberta alinsky
"Alexander! Huh! Huh! Huh!" (Sambil teriak)
Alexander Havier gilbeysta
"Jangan banyak bicara! Nanti kau tak bertenaga, Yoonavic!" (Dengan raut wajah khawatir)
Ratu menarik napas panjang
Yoonavic Alberta alinsky
"Huh! Huh! huh! Duchess Yeonata kenapa lama sekali!" (Sambil teriak dan mengejan)
Yeonata annella jordan
"Sebentar lagi! Ayo anda bisa, yang mulia! Rambutnya sudah kelihatan!" (Menyemangati)
Beberapa menit kemudian, sang ratu melahirkan bayinya. Setelah bayi itu dibersihkan, bayi itu diberikan oleh yang mulia raja dan langsung dibawa pergi dari kamarnya.
Yoonavic Alberta alinsky
"Alexander! Berhenti! Aku ingin melihat anakku sekali saja! Aku mohon!" (Sambil teriak dan menangis tersedu-sedu).
Alexander Havier gilbeysta
"Jaga dan rawat ratu dengan baik! Aku akan segera kembali!" (sambil menggendong anak perempuannya)
Dokter dan perawat istana mulai merawat sang ratu yang mau tak mau sudah mulai tenang.
Sang raja tak menggubris teriakan ratu dan berjalan tegak lurus memperlihatkan punggungnya menghilang di balik pintu.
Di halaman istana, raja bertemu dengan pengawal pribadinya, marquess Izzac.
Alexander Havier gilbeysta
"Apa sudah siap?"
Izzac heartov Izeiden
"Sudah, yang mulia! Mari kita pergi!" (Sambil memberi hormat)
Dan mereka pergi bersama dengan kereta kuda membawa bayi itu ke sebuah rumah seorang yang ditunjuk untuk mengasuh bayi perempuannya, bernama Baron Diego.
Alexander Havier gilbeysta
"Marquess Izzac! Apa sudah benar yang aku lakukan? Aku merasa kasihan pada ratu!" (Sambil memandang bayi perempuannya yang sedang tertidur.
Izzac heartov Izeiden
"Jika itu sudah peraturannya, jika saya yang jadi rajanya, mungkin saya tak akan melanggarnya." (Sambil menatap pemandangan luar jendela).
Setelah sampai di rumah Baron Diego...
Alexander Havier gilbeysta
"Jaga bayiku dengan baik, jangan sampai ratu tahu kalau lady ada bersama kalian! Aku tak akan memintanya, kecuali ratu yang memintanya! Mengerti!" (Sambil menyerahkan bayi perempuannya)
Diego Michiels
"Terimakasih yang mulia! Kami berjanji akan menjaga dan merawat lady dengan baik!" (Mereka mengucapkan bersamaan, dan memberi hormat)
Raja pun pergi sebenarnya dengan berat hati. Di perjalanan, sang raja hanya terdiam menatap pemandangan di luar jendela kereta kuda.
Comments