Party Invatation
Duchess Yeonata datang dengan membawa secarik surat undangan pesta 2 hari lagi.
Yeonata annella jordan
"Anda tamu kehormatan saya, yang mulia ratu. Datanglah! Dengan gaun anda yang paling cantik. Kami juga banyak mengundang bangsawan dari yang biasa hingga tertinggi seperti anda."
Yoonavic Alberta alinsky
"Pesta? Ada apa ini! Tumben sekali?"
Yeonata annella jordan
"Tidak ada yang istimewa, kami hanya mengundang untuk perjamuan minum teh saja."
Yoonavic Alberta alinsky
"Ah, baiklah! Aku akan datang. Kau mengundang Alexander dan Tiffanya juga?"
Yeonata annella jordan
"Ya, yang mulia! Tak masalah kan?"
Yoonavic Alberta alinsky
"Tak masalah, akan jadi masalah besar jika kau hanya mengundangku. Benar kan?"
Siangnya, duches Tiffanya mengunjungi ratu di kamarnya. Ia hanya ingin mengakrabkan diri, itu alasan yang aneh. Apa selama ini mereka berdua tak akrab?
Tiffanya Jasmin Noirright
"Yang mulia ratu, izinkan saya untuk mengunjungi anda. Saya ingin mengakrabkan diri dengan anda." (Lagaknya polos)
Yoonavic Alberta alinsky
"Memangnya kita tak cukup akrab selama ini? Alasanmu sungguh lucu, duchess Tiffanya!" (Berekspresi sinis)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Oh, bukan begitu maksud saya, anda selalu berusaha mengakrabkan diri dengan saya, saya tahu itu? Karena pengangkatan selir, sebenarnya sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh yang mulia ratu."
Yoonavic Alberta alinsky
"Kau sangat tahu itu?! Lalu, kau harus melakukan apa? Apa kau tahu?"
Pembicaraan keduanya semakin seru, Duchess Yeonata mohon izin keluar dari kamar, ia merasa ini bukan sesuatu yang perlu ia dengar dan ikut campur.
Mereka melanjutkan pembicaraan,
Tiffanya Jasmin Noirright
"Saya akan selalu bertindak di bawah perintah anda, tapi, saya juga isteri raja... Saya juga perlu mengakrabkan diri dengan anda tanpa ada kesenjangan dan hal pekerjaan."
Yoonavic Alberta alinsky
"Bagus, jika kau tahu tugasmu! Mari! Lakukan itu besok di undangan pesta duchess Yeonata."
Perbincangan itu terhenti sejenak ketika tiba-tiba raja datang melihat kedua isterinya sedang minum teh bersama di kamar ratu.
Alexander Havier gilbeysta
"Hai, Yoonavic! Hai, Tiffanya!" (Ratu tetap duduk dengan posisinya, sedangkan duchess Tiffanya berdiri memberi hormat)
Yoonavic Alberta alinsky
"Biasakan jika ada orang lain, panggil dengan gelar yang benar, raja!" (Titah ratu)
Alexander Havier gilbeysta
"Astaga! Tiffanya bukan orang lain, Yoonavic!" (Meradang).
Yoonavic Alberta alinsky
"Tapi, setidaknya ajarkan dia tata Krama dalam istana!" (Ikut meradang)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Yang mulia raja! yang mulia ratu! Sudah! Sudah cukup! Jika yang mulia ada perlu dengan yang mulia ratu, saya akan kembali ke kamar saya." (Menengahi).
Alexander Havier gilbeysta
"Tak perlu pergi! Maafkan aku! Seharusnya aku tak merusak suasana harmonis ini! Aku hanya ingin membicarakan tentang undangan pesta dari adikku Haidar." (Bicaranya telah melembut)
Yoonavic Alberta alinsky
"Apa yang perlu dibicarakan?" (Ratu masih dengan wajah datarnya)
Alexander Havier gilbeysta
"Persiapan gaun, kereta kuda, berangkat jam berapa, dan lain sebagainya...."
Yoonavic Alberta alinsky
"Aku hanya perlu sepatu, aku sudah lama tak bepergian, sepertinya aku tambah gemuk termasuk punggung kakiku, semua sepatuku sudah tak cukup."
Tiffanya Jasmin Noirright
"Untuk teknis pemberangkatan, yang mulia raja saja yang atur." (Duchess Tiffanya menyahut)
Alexander Havier gilbeysta
"Oke, apa yang kau butuhkan? Ada?" (bicara dengan duchess Tiffanya)
Tiffanya Jasmin Noirright
"Tidak perlu, saya pakai gaun yang sudah ada saja."
Yoonavic Alberta alinsky
"Satu lagi! Aku ingin menggunakan sepatu dari produsen handal yang kau kenal, raja! Jadi jangan menggunakan produsen yang biasanya, aku ingin buatan produsen lain."
Raja, sempat tersentak. Tapi, ia cukup bisa menetralkan ekspresinya kembali.
Alexander Havier gilbeysta
"Baiklah! Besok jam 8 pagi, aku akan menunggu kalian di paviliun istana! Aku pergi dulu!"
Perbincangan ketiganya usai, raja dan duchess Tiffanya akhirnya keluar kamar ratu bersama, Meninggalkan ratu yang sedang duduk di sofanya sambil menghabiskan tehnya.
Comments