Setelah melihat kemampuan sihir Ikumi, Tohrei mengajak mereka berdua untuk makan siang. Mereka makan siang di tempat itu juga. Selepas mereka makan, Tohrei bilang ada urusan.
“Aku ada urusan, kalian tetaplah disini oke?”
“Eh?! Master akan pergi lagi?! Apa Master tidak bisa bermain dengan Ikumi lebih lama lagi?” Ikumi nampak kecewa.
“Maaf Ikumi, aku akan bermain denganmu lagi lain kali. Ifrit jagalah Ikumi.” Tohrei berjalan pergi.
“Laksanakan tuanku.” Jawab Ifrit yang menerima perintah Tohrei. Ikumi masih dengan kekecewaannya menggembungkan pipinya.
***
Setelah Tohrei selesai makan siang sebuah misi muncul. Itu yang membuatnya segera pergi sehabis makan siang.
[Misi : Penaklukan para monster
Taklukkan para monster yang ada di wilayah kekuasaanmu. Jika monster itu tidak patuh maka bunuh monster itu.
Hadiah :
(1) 5.000 poin tukar
(2) 500.000 exp
(3) Magic Skill : Flame Magic, Water Magic, Wind Magic, Earth Magic]
‘Hoh? Sistem nampaknya tahu apa yang kuinginkan.’ Tohrei tersenyum tipis sembari melihat hadiah ketiga.
Tohrei segera pergi dari kediamannnya dan melakukan misi. Untung saja sistem memberitahu titik dimana adanya monster. Tohrei mengikuti titik terdekat dan menemukan bahwa monster pertama yang ia temui dalam misi ini adalah orc.
“Kita bertemu lagi ya orc-orc bodoh.” Tohrei langsung memunculkan dirinya di hadapan puluhan orc.
Seketika mereka menoleh ke asal suara. “Makanan?” Salah satu dari mereka mengatakan hal itu dengan bodoh. Dia menatap Tohrei seolah-olah Tohrei adalah makanan.
Orc lain juga menganggap Tohrei sebagai hal yang sama. Mereka mengayunkan senjata dan menyerang Tohrei secara bersamaan.
“Suara kalian terdengar menjijikan, apakah kalian tahu?”
Serangan yang para orc lancarkan tidak mengenai Tohrei membuat mereka kebingungan. Itu berkat skill absolute avoidance miliknya. Tohrei kemudian memberi serangan balasan kepada mereka.
‘
Setelah waktu terhenti akibat time slow, puluhan besi tajam tercipta dari creation. Dengan hyper telekinesis ia mengendalikan besi tajam itu.
Tohrei menancapkan semua besi tajam itu ke masing-masing tubuh para orc dan seketika time slow ternonaktifkan.
“Aghh!” / “Sakit!” / “Tanganku!”
Berbagai reaksi kesakitan keluar dari para orc. Tohrei sengaja menusuk mereka di daerah yang tidak fatal karena niatnya bukan untuk membunuh mereka.
“Sakit bukan? Akan kuberi kalian penawaran, jadilah pengikutku maka akan kuhilangkan rasa sakit itu. Namun, jika kalian tidak ingin menjadi pengikutku maka kematian adalah bayarannya.” Tohrei menciptakan kembali besi tajam sebagai ancaman.
“Ba-baiklah! Aku akan jadi pengikutmu jadi jangan bunuh aku!” Salah satu orc menyahut diikuti oleh orc lain yang mengangguk setuju.
“Pilihan yang bagus!” Tohrei menghilangkan besi tajam yang menancap di tubuh mereka dan menyembuhkan mereka dengan skill healing.
“Sekarang masuklah ke dalam inventory!” Tohrei memasukkan para orc ke dalam inventorynya. Dia baru beberapa saat yang lalu mengetahui bahwa inventory juga dapat memasukkan makhluk hidup ke dalamnya.
“Sekarang mari cari monster lain.” Tohrei segera mencari kembali monster-monster di wilayahnya.
Tohrei pergi di titik dimana terdapat monster disitu dan tidak disangka tempat itu ternyata berisi monster chaos goblin dan blessing goblin. Jumlah chaos goblin lebih unggul karena berjumlah ratusan sedangkan blessing goblin memiliki jumlah tidak lebih dari 50.
‘Bukankah itu blessing goblin? Kupikir ras mereka hanya tersisa di desa itu.’ Tohrei segera melesat ke tempat itu.
Nampaknya kedua ras goblin yang berbeda itu sedang berseteru dan blessing goblin terpojokkan. Tohrei yang tidak ingin berlama-lama menggunakan skill switch kepada dirinya sendiri dan memindahkannya ke tengah sana.
“Manusia?! Apa yang kau lakukan ditengah sini?! Menyingkirlah!” Salah satu chaos goblin yang sudah berevolusi menjadi hobgoblin berteriak marah karena urusan mereka terganggu.
“Menyingkir kau bilang? Biar kukatakan mengapa aku ada disini.” Tohrei menciptakan puluhan pedang yang ia kendalikan dengan hyper telekinesis.
“Aku disini karena para blessing goblin ini!” Tohrei mengucapkannya dengan senyum percaya diri.
“Tch mengganggu! Ayo serang dia!” Para chaos goblin menyerang. Para chaos goblin itu tidak semuanya menyerang dengan jarak yang dekat namun ada juga yang menggunakan serangan jarak jauh seperti goblin pemanah dan goblin penyihir.
Nampaknya pemanah dan penyihir menyerang terlebih dahulu. Namun serangan itu tidak berguna karena sihir dan anak panah para goblin membelok ketika hampir bersentuhan dengan Tohrei.
“A..apa yang terjadi?! Harusnya anak panahku tepat sasaran!”
“Sial! Bagaimana bisa sihirku meleset?!”
Para goblin pemanah dan penyihir tidak percaya melihat serangan mereka gagal mengenai Tohrei.
“Goblin petarung ayo serang!” Merasa serangan panah dan sihir tidak berguna maka mereka menyerang dengan jarak yang dekat. Para goblin petarung itu ada yang menggunakan pedang, pemukul dan juga kapak.
“Percuma.” Pedang-pedang yang ia kendalikan dengan telekinesis dilesatkan ke arah para goblin.
Seketika pedang-pedang itu menusuk tubuh mereka. Beberapa langsung tumbang tetapi ada juga yang masih mampu bertahan.
“Kalian cukup tangguh, tetapi kupikir sudah berakhir disini.
“Nonaktifkan time slow.” Waktu kembali berjalan normal dan ratusan besi tajam miliknya jatuh ke arah para chaos goblin itu.
Dengan begitu nyawa mereka sirna. Yang tersisa hanya mayat mereka yang bersimbah darah. Tohrei sama sekali tidak berniat menjadikan para chaos goblin sebagai pengikutnya jadi dia membunuh mereka saja.
“Si ... Siapakah anda?” Salah satu blessing goblin bertanya.
“Aku? Aku Tohrei.” Tohrei menjawab dengan santai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Qwerty
Mirip Fate UBW keknyakalo ada ilustrasinya
2022-01-29
1
Qwerty
Mirip kek fatedah
2022-01-29
1
ベルゼブブ
semangat
2022-01-02
1