Wanita spirit api itu melesatkan puluhan bola api hitam ke arah Tohrei. Namun Tohrei dengan mudah memindahkan arah serangan api hitam itu dengan skill switchnya.
Wanita itu tidak berhenti menyerang, kini ia menciptakan semburan api yang memenuhi arena. Dia terus menyemburkan api ke seluruh arena selama beberapa saat. Tohrei yang berada dalam semburan api nampak baik-baik saja.
Itu karena dia punya skill absolute avoidance yang membuatnya tidak akan terkena serangan apapun secara mutlak. Tohrei kemudian menggunakan skill super magic convertion.
Skill itu dapat mengkonversikan jenis sihir apapun menjadi mp. Tohrei menggunakan skill itu untuk menyerap api yang memenuhi seluruh arena. Seketika api yang menyembur terserap ke dalam tubuh Tohrei dan menjadi mp nya. Sang spirit api terkejut api yang ia semburkan tersedot ke dalam tubuh Tohrei.
“Terima kasih atas makanannya.” Tohrei tersenyum lebar dan menggunakan creation serta telekinesis secara bersamaan.
“
Semua itu dia lesatkan ke arah sang spirit api. Akan tetapi si spirit api dapat menghindarinya. Spirit api itu kemudian melesat mendekati Tohrei, dengan pedang api hitamnya dia bergerak begitu cepat.
Namun ketika si spirit api mengayunkan pedangnya tertangkis oleh senjata yang diciptakan skill creation dan dikendalikan oleh skill telekinesis milik Tohrei.
“Kau berpikir semudah itu mendekatiku?” Tohrei melesatkan puluhan anak panah ke arahnya.
Pedang yang menangkis serangan sang roh api terlahap dalam api hitam tanpa menyisakan apapun selain api hitam itu sendiri. Tohrei segera menggunakan switch untuk memindahkan api hitam itu ke tempat yang sedikit jauh karena dia tahu betapa berbahayanya api itu.
Sang spirit api segera mundur menghindari anak panah yang melesat ke arahnya.
“Sepertinya sudah saatnya untuk mengakhiri ini.” Tohrei menciptakan ratusan pedang di langit dan menggunakan telekinesis untuk mengendalikannya. Pedang-pedang itu lebih besar dari pedang biasa.
Semua pedang itu bersiap untuk melesat ke bawah layaknya tetesan air hujan. Melihat itu membuat wanita spirit api itu bersiap untuk melahap semua itu dengan api hitamnya.
“Sudah berakhir Ifrit!!” Teriak Tohrei dengan senyum lebarnya.
“I...frit?” Mata sang spirit api melebar, dia secara tiba-tiba larut dalam pikirannya memikirkan nama yang Tohrei ucapkan.
Itu terjadi sesaat sebelum akhirnya dirinya terserang oleh pedang-pedang Tohrei yang melesat dari langit. Kini spirit api itu tidak nampak sama sekali, itu mungkin karena pedang-pedang yang tertancap di tempatnya berpijak.
“Apa yang tadi kuucapkan? Kalau tidak salah..., aku menyebut Ifrit? Ah iya, apakah pertarungan ini sudah berakhir?” Tohrei berniat untuk meregangkan tubuhnya.
Akan tetapi secara tiba-tiba pedang-pedang itu terlahap habis oleh api hitam dengan cepat. Sosok spirit api itu kini terlihat kembali, tak terlihat luka sedikit pun di tubuhnya. Dia berjalan perlahan ke arah Tohrei.
“Oi oi..., mau sampai kapan pertarungan ini berlangsung?” Tohrei tersenyum kecut dan kini menyiapkan serangan lagi.
Sang spirit api tiba-tiba berhenti, jarak diantara mereka sekarang hanya beberapa meter.
“Setelah bertarung dan merasakan sendiri kekuatan anda, kupikir pantas menjadikan anda sebagai orang yang ku layani selama hidupku, aku, spirit yang dipanggil olehmu, bersedia untuk menjadi pelayan setiamu.” Ia secara tiba-tiba berlutut di hadapan Tohrei dengan memberi kesetiaannya. Tohrei sontak terkejut, tentu saja setelah duel yang mereka lakukan namun Tohrei dengan cepat tenang kembali dan tersenyum lebar.
“Baiklah baiklah, angkat kepalamu, permainan selesai. Sepertinya kau belum memiliki nama, jadi bagaimana jika aku memberinya?”
“Sebuah kehormatan jika spirit api ini diberi nama oleh tuannya.”
“Hm kalau begitu bagaimana jika kau kunamai...., Ifrit, kurasa hanya itu nama yang cocok untukmu, spirit yang telah kupanggil, mulai sekarang namamu adalah Ifrit!” Tohrei pikir nama yang secara kebetulan ia ucapkan saat itu adalah nama yang cocok untuk spirit ini.
“Akan ku terima dengan senang hati, aku berjanji tidak akan menodai nama itu tuanku.”
“Oh ya, aku belum memperkenalkan diriku, namaku Tohrei! Kau bisa memanggilku tuan Tohrei, tuan, atau semacamnya, karena kini kita adalah majikan dan pelayan, maka salam kenal.” Tohrei menjulurkan tangannya kepada Ifrit.
“Berdirilah Ifrit, kau tidak harus bertingkah terlalu formal kau tahu?” Bibir Tohrei masih tersenyum lebar, senyum itu entah mengapa terasa hangat bagi Ifrit.
Ifrit hanya dapat menerima uluran tangan itu dan berdiri. Tohrei merasa bahwa tangan Ifrit terasa lembut, itu berlawanan dengan kemampuannya yang hebat dalam pertarungan.
“Oh ya..., kurasa kita harus membersihkan ini...,” Tohrei melirik ke arena tempat mereka sebelumnya bertarung. Arena itu hancur lebur dengan api hitam yang terus melahap.
“Apa kau bisa menghilangkan api hitam itu?” Tohrei menunjuk ke salah satu api hitam.
“Tentu tuanku.” Ifrit mengarahkan tangannya ke atas, sebuah lingkaran sihir muncul dan api hitam terserap ke tubuh Ifrit kembali menjadi mana.
“Dengan begini aku hanya perlu membereskan barrier dan arena.” Tohrei mencoba menghapus barrier terlebih dahulu. “Hapuskan
“Sekarang tinggal arenanya saja, Ifrit, ayo kita turun terlebih dahulu.” Tohrei menyuruh Ifrit turun dari arena bersamanya.
“Baik.”
Setelah turun Tohrei menghapus arena dengan skill Corrosion, dia tidak tahu apakah ini akan bisa menghapus arena atau tidak.
‘Ah..., ada yang aneh dengan skill corrosion...’ Tohrei memeriksa skill corrosion dan ternyata skill itu berubah menjadi skill Annihilation.
Tohrei segera menggunakan skill time slow, dia ingin melihat sistem lebih bebas. Ya walau dia sendiri ada dihadapan Ifrit tapi nampaknya dia sama sekali tidak dapat melihat sistem. Masalahnya karena sistem tidak terlihat maka Tohrei akan terlihat aneh ketika melihat sistem.
[Misi pengakuan spirit api tingkat S telah selesai! Anda mendapatkan hadiah : (1) 99.000 exp (2) Annihilation]
[Skill corrosion telah digantikan oleh skill Annihilation.]
‘Ah aku ingat aku mendapat misi ini dan aku mendapatkan hadiah exp? Kurasa notifikasi naik level yang berisik itu akan kembali.’ Tohrei mengingat betapa menyebalkan suara spam notifikasi itu.
[Anda naik ke level 300]
[Anda naik ke level 301]
‘Sistem, langsung saja ke levelku yang paling tinggi.’ Tohrei ingin itu dipersingkat.
[Baik.]
[Anda naik ke level 305]
[Anda telah mencapai level 300, anda mendapatkan bonus 1.000 poin tukar.]
“Sudah selesai kan? Kalau begitu mari kita coba skill annihilation ini.”
[Skill : Annihilation
Rank : S
Tipe : Aktif
Skill yang mampu menghancurkan dan melenyapkan segalanya kecuali hal-hal yang menjadi pengecualian di alam semesta.]
“Jadi ini adalah upgrade dari skill corrosion kah?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Muhammad Naqiuddin Bin Hassan
natsu dragneel
2024-08-13
0
ベルゼブブ
.....
2022-01-02
2
polisi kata
apakah bisa menghilangkan mantan pake annihilarion?
2021-09-12
43