Tohrei mengikuti arahan sistem, setelah sistem memberi misi muncul sebuah peta hologram di dekatnya. Peta itu nampak mirip seperti di dalam game. Tohrei mengikuti arah yang ditunjuk oleh map.
Tohrei pergi menuju lokasi misi dengan santai, dia merasa tidak perlu terburu-buru pergi kesana. Tohrei butuh beberapa menit untuk ke lokasi misi.
Lokasi misi ada di sebuah gua yang berada di hutan yang sudah menjadi dungeon. Tohrei mencoba untuk membuat sebuah pedang kecil yang terbuat dari besi dengan skill creation dan ternyata masih cukup jelek.
Saat ini stat Tohrei seharusnya sudah melampaui rata-rata kebanyakan orang sehingga dia cukup percaya diri untuk mengalahkan monster di dalam gua itu.
Ketika Tohrei melihat gua itu, ternyata ada dua makhluk yang sedang berjaga. Dua makhluk itu adalah goblin yang berwarna hijau. Masing-masing dari mereka membawa pisau.
Tohrei langsung berlari ke arah dua goblin itu dengan pedangnya. Seketika dua goblin yang berjaga mengalihkan pandangannya dan ikut menyerang.
Tohrei mengayunkan pedangnya ke arah salah satu goblin, namun goblin itu dapat menghindarinya dan melompat menyerang Tohrei. Namun ia dengan cepat menciptakan satu pedang lagi di tangan kirinya dan menggerakkannya ke arah kepala goblin itu. Seketika goblin itu tertusuk oleh pedangnya.
“Kii!!” Dari arah belakang goblin lain melompat mencoba menusuk kepala Tohrei. Namun dengan agility Tohrei yang sangat tinggi ia segera melempar goblin yang tertusuk pedangnya dan membalikkan badan.
Dia dengan begitu cepat mengayunkan pedang di tangan kanannya secara vertikal dari bawah ke atas. Seketika goblin itu tertebas oleh pedangnya dan mengerang kesakitan.
Goblin itu terjatuh ke tanah dan belum sempat ia bangun kembali Tohrei mengerakkan pedangnya menusuk kepala goblin itu.
Tohrei sama sekali tidak mengedipkan mata selama melakukan itu. Setelah melakukan semua itu dia tidak menunjukkan rasa lelah sama sekali.
[ Anda mendapatkan 20 Poin Pengalaman! ]
Pemberitahuan sistem membuat mata Tohrei berkedip. Entah apa yang terjadi barusan seperti bukan dirinya.
“Apa yang barusan aku lakukan?” Tohrei menjatuhkan pedangnya dan melihat tangannya yang berlumuran darah.
Dia nampak sama sekali tidak panik, dia tidak merasakan apapun setelah melakukan hal tadi. Ini pertama kalinya ia membunuh monster dan ini juga pertama kalinya ia melihat darah keluar sebanyak ini.
Namun, Tohrei sama sekali tidak merasakan apapun.
[ Master, nampaknya goblin lain dari dalam dungeon keluar. Ini mungkin karena pertarungan barusan. ]
Tohrei tersadar dari lamunannya, dia teringat bahwa dirinya masih dalam pertarungan. Ini bukan saatnya melamun, dia mengambil kedua pedangnya yang terjatuh dan membalikkan badan.
Goblin-goblin keluar dari dalam gua, jumlahnya sekitar puluhan. Namun Tohrei nampak tak gentar dan malah memberikan tatapan tajam kepada para goblin.
Para goblin itu sesaat merasa ngeri ketika Tohrei memberikan tatapan tajam kepada mereka.
“Creation”
Tohrei tidak maju, dia mengarahkan tangannya ke arah para goblin. Mereka tidak diam saja, mereka bergerak menuju Tohrei, namun pergerakan mereka terhalangi oleh tembok batu yang menghalangi mereka.
Tembok batu itu mengelilingi mereka, membuat para goblin tidak dapat bergerak bebas. Setelah itu Tohrei menciptakan duri tajam di atas para goblin. Jumlah dari duri itu sangat banyak.
Para goblin langsung berbondong-bondong memanjat tembok. Namun tembok terlalu halus untuk dipanjat membuat mereka harus mendaki sesama mereka. Akan tetapi tindakan mereka tidak berguna karena sebelum satu pun goblin berhasil keluar duri-duri berjatuhan menusuk mereka.
Seketika para goblin yang tertusuk oleh duri dan mengerang kesakitan. Tohrei tidak melihat langsung kematian mereka karena para goblin dikelilingi oleh tembok batu.
Setelah erangan kesakitan para goblin sudah tidak terdengar, notifikasi dari sistem muncul.
[ Anda mendapatkan 500 Poin Pengalaman! ]
“Huft, ternyata serangan jarak jauh lebih efektif ya?” Tohrei menghembuskan nafasnya dan tersenyum.
Tohrei tidak memedulikan para goblin yang telah kehilangan nyawanya itu. Ia melewatinya dan masuk ke dalam gua.
Ketika masuk ke dalam gua banyak obor berjejer di dinding gua. Tohrei menemui beberapa goblin lagi di dalam namun mereka langsung ia bunuh dengan sekali serang.
Ketika ia menuju ujung ruangan ia melihat goblin yang nampak berbeda dengan goblin lain. Goblin itu nampak berukuran lebih besar dari manusia biasa dan memiliki tubuh berotot. Goblin itu membawa pemukul kayu besar di tengan kanannya. Dia nampak kesal karena Tohrei dapat kesini.
Tohrei menggunakan apprasial kepada goblin itu dan mengetahui bahwa goblin di depannya adalah hobgoblin, spesies yang lebih tinggi dari goblin biasa.
Hobgoblin itu melancarkan serangan dengan mengayunkan senjatanya. Tohrei langsung menghindar, gua ini tidak terlalu sempit sehingga masih cukup luas untuk menghindar.
Tohrei menciptakan duri tajam di atas hobgoblin itu dan menjatuhkannya ke bawah. Namun ketika mengenai hobgoblin itu duri tajam miliknya tidak menusuk tubuh hobgoblin. Itu membuat Tohrei sedikit terkejut namun dengan cepat ia tenang kembali dan fokus ke dalam pertarungan.
Dia tiba-tiba terpikir sesuatu, yaitu tentang memanfaatkan skill creation. Dia berpikir untuk membuat sesuatu yang dapat mengekang hobgoblin itu.
Hobgoblin itu melesat ke arah Tohrei sambil mengayunkan senjatanya. Namun langkahnya secara tiba-tiba berhenti ketika melihat kedua kakinya dirantai oleh rantai besi yang menancap di tanah.
Dia berusaha menghancurkan rantai itu dengan tenaganya namun Tohrei tidak membiarkannya. Dia menambah lebih banyak rantai yang mengikat hobgoblin itu dan menambahkan rantai di kedua tangan hobgoblin.
Tohrei kemudian menusukkan pedangnya ke hobgoblin itu. Pedangnya lebih tajam dibanding duri yang ia ciptakan tadi jadi mungkin pedang ini dapat menembusnya.
Seperti dugaannya, pedangnya dapat menusuknya. Itu berkat bantuan stat STR nya yang begitu tinggi. Seketika darah semburan darah keluar dari bekas tusukan Tohrei. Ia mencabut pedangnya dari tubuh hobgoblin itu.
[ Misi anda telah selesai! Anda mendapatkan hadiah 1.000 poin tukar, skill healing, dan skill corrosion! ]
“Sudah selesaikah?” Tohrei terbaring di tanah dengan bercak darah yang masih ada.
Tohrei tidak merasakan apapun selama membunuh, dia terlihat tidak panik melihat banyak darah kerceceran. Jika ia bukan membunuh monster melainkan manusia mungkin itu akan berbeda.
“Entah apa yang salah dengan diriku.” Tohrei bergumam dan menghela nafas pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Nino Ndut
kok rada aneh y..pertama itu lv nya blom selesai n harusnya statnya naik jg sesuai lv kan y..kedua itu dgn stat yg g ngotak kayak gitu tp kok mc kayaknya lemah bener y..
2024-02-24
0
矢kaguyume冬
kok bisa ngehindar kan stat nya ga ngotak?🤔
2024-02-05
1
NEE-SANN
Lebih ke belati nggak sih?
2022-10-07
0