Tohrei menemukan sebuah ruangan rahasia di mansionnya berkat peta sistem. Selama ini ia tidak dapat membuka ruangan itu namun berkat sistem dia dapat membuka ruangan itu.
Begitu ia melihat isi dalam ruangan itu betapa terkejutnya dirinya. Apa yang ada di dalamnya adalah berbagai sumber daya dan berbagai perlengkapan yang seingatnya tidak pernah ada di mansion ini.
Di dalam ruangan itu terdapat sebuah meja dan sofa, di meja tersebut terdapat sepucuk surat. Tohrei mengambil surat itu dan membukanya. Isi dari surat itu adalah suatu pesan yang ditujukan untuk Tohrei.
“Surat ini...,”
“Kepada anakku, Tohrei, ini adalah pesan yang ditinggalkan oleh ibumu yaitu Elicia Von Evelia. Ketika kamu membuka ruangan ini itu berarti kamu sudah mendapatkan kekuatanmu yang selama ini tersegel. Saat itu mungkin ibumu ini sudah tiada karena kutukan yang disebabkan karena melahirkanmu. Ayahmu, Arzelis telah tiada terlebih dahulu sebelum ibu melahirkanmu karena karena harus melindungi keluarga kita.”
“Tunggu..., apa maksudnya ini..., aku..., sama sekali tidak mengerti...,” Tohrei tidak tahu maksud dari kekuatannya yang tersegel dan kutukan itu.
Isi surat dari ibunya tidak sampai disitu.
“Tohrei, mungkin kamu tidak mengerti, kamu memiliki kekuatan yang dapat mengubah dunia. Kekuatanmu itu terlalu kuat hingga memberi kami kutukan, karena itu kami terpaksa menyegel kekuatanmu.
Maaf sudah melakukan ini padamu Tohrei, tapi kamu mungkin akan menderita karena kekuatan itu. Ibumu hanya ingin kamu hidup dengan damai, jauh dari orang-orang agar kamu terlindungi.
Karena kekuatanmu sudah tidak tersegel, maka kamu harus menggunakannya sebaik mungkin. Ibu ingin kamu menggunakan kekuatanmu itu untuk membantu orang disekitarmu. Ibu yakin kamu akan menemukan teman-teman yang akan peduli padamu.”
“Jadi selama ini aku menjadi lemah karena kekuatanku disegel? Itu untuk membuatku hidup dengan damai katanya? Aku tidak mengerti maksud perkataan ibu. Ibu tiada karena diriku?”
“Ibu tidak menyesal melahirkanmu, kamu harus ingat itu Tohrei. Ibu harap kamu bisa hidup dengan baik walau ibumu telah tiada.”
“Ibu..., kamu selama ini merahasiakan ini..?” Tohrei menggertakkan gigi.
“Ruangan ini berisi berbagai perlengkapan dan pengetahuan yang ibu dan ayahmu miliki. Ruangan ini ibu simpan untuk dirimu Tohrei. Di dekatmu ada perlengkapan yang dulunya adalah milik ayahmu. Itu mungkin berguna bagimu, sekian isi surat yang ibu tinggalkan untukmu. Ibu berharap kamu baik-baik saja.”
Tohrei melihat kesekitarnya dan menemukan set jubah berwarna hitam di dekatnya dengan perlengkapan lainnya.
“Ini milik ayah..?” Tohrei belum pernah melihat ayahnya selama hidupnya, dia hanya pernah diceritakan tentang sosok ayahnya oleh ibunya.
Tohrei menyentuh jubah itu dengan tangannya, sebelum setelahnya ia keluar dari ruangan itu dan menutupnya. Dia kemudian langsung pergi ke kamarnya dan berbaring di ranjangnya.
“Huft..., terlalu banyak yang terjadi hari ini..., aku rasa hari ini aku tidak perlu makan dan mandi. Lebih baik aku langsung tidur.” Gumam Tohrei.
“Sistem, peringatkan aku jika terjadi suatu hal yang berbahaya.” Ucap Tohrei kepada sistem.
[Dilaksanakan.]
Perlahan Tohrei memejamkan matanya, dia mencoba untuk tidur. Setelah beberapa menit Tohrei tertidur lelap dan pada saat itu dia mendapatkan sebuah mimpi yang sama anehnya dengan sebelumnya.
Di mimpinya terlihat Ribuan, tidak, bahkan milyaran makhluk dengan ras berbeda. Wajah mereka terlihat samar karena jumlah mereka yang sangat banyak. Mereka semua berlutut di depan Tohrei dan memanggilnya sebagai Yang Mulia.
Tohrei nampak bingung maksud mereka melakukan itu. Sebelum sempat Tohrei menanyakannya, ia terbangun di pagi hari yang baru.
“Mimpi aneh lainnya ya?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Nino Ndut
entah kenapa mc kayaknya rada lemot gimana gitu..banyak petunjuk tp dia kayak gimana gitu..y jadinya gimana gitu terus dah..wkwkwkwk
2024-02-24
1
nohtc
bukan mimpi aneh itu masa depan lu
2022-12-12
0
Hari Adrianto
dan 1 vote utkmu
2022-09-13
0