Tohrei mengajak Ikumi ke suatu tempat, yaitu kamar mandi. Tohrei memandikan Ikumi karena pastinya Ikumi tidak tahu cara mandi. Tohrei juga harus membersihkan rambut panjang Ikumi yang berwarna perak. Ketika memandikannya dia baru menyadari bahwa ada sebuah ekor di belakang Ikumi.
Setelah selesai membersihkan diri, Tohrei memakaikan pakaian kepada Ikumi. Pakaian yang ia pakaikan ke Ikumi adalah dress putih polos yang nampaknya cocok dan pas untuk Ikumi. Tohrei menemukan dress itu di dalam lemari ibunya. Karena itu muat Tohrei pakaikan saja.
“Yah kurasa ini cocok.” Gumam Tohrei yang melihat pakaian yang dipakai Ikumi. Dia melihat Ikumi nampak senang memakai pakaian itu.
“Bagaimana Ikumi menurutmu Master?!” Ikumi berbalik badan ke arah Tohrei. Dia meminta pendapat Tohrei.
“Menurutku kau imut mengenakan itu.” Tohrei melengkungkan bibirnya dan membentuk senyum.
“Terima kasih Master!” Ucap Ikumi dengan riang.
Tohrei hanya mengusap kepala Ikumi sembari tersenyum. Disaat itu dia teringat dia memiliki skill bernama spirit summoning. Dia ingin mencobanya segera, namun niatnya ia tunda ketika mendengar suatu suara.
*Kruk *Kruk
Tohrei mengalihkan pandangan ke asal suara dan ternyata suara itu berasal dari perut Ikumi.
“Master perut Ikumi berbunyi, apa maksudnya ini?” Tanya Ikumi dengan wajah polosnya.
“Itu tandanya kau lapar, sebaiknya kita segera sarapan.” Tohrei mengajak Ikumi pergi ke ruang makan. Ia untuk saat ini menunda niatnya untuk mencoba skill spirit summoning.
Begitu sampai di ruang makan, Tohrei menyuruh Ikumi untuk duduk di kursi yang terbaris di meja makan sementara dirinya pergi ke dapur yang ruangannya bersebelahan dengan ruang makan.
“Mau kemana Master?” Tanya Ikumi.
“Aku akan menyiapkan makanan, kau tunggulah disini.” Ucap Tohrei yang berniat untuk ke dapur.
“Kalau begitu apa Ikumi boleh ikut? Ikumi ingin lihat makanan!” Ikumi turun dari kursi dan mengikuti Tohrei dengan antusias.
“Baik kau boleh ikut tapi jangan merepotkanku ya.” Tohrei kembali berjalan menuju dapur.
“Ikumi pasti tidak akan merepotkan!”
Mereka pun masuk ke dalam dapur, jika dilihat di dalamnya ada berbagai peralatan masak yang kuno jika dibandingkan peralatan masak di bumi. Jika di bumi teknologinya sudah sangat canggih, berbanding terbalik dengan dunia ini.
Dunia ini memiliki latar waktu seperti abad pertengahan. Karena Tohrei yang sudah hidup disini cukup lama dia sudah terbiasa dengan berbagai hal di dunia ini. Yah walau hanya melingkupi lingkungan disekitarnya saja.
“Master! Apa yang akan master masak?” Ikumi penasaran dengan apa yang akan dimasak oleh tuannya.
“Hm kurasa akan kucoba memasak rusa panggang dan ditambah dengan roti.” Gumam Tohrei.
“Roti itu apa master?” Ikumi yang merupakan monster tidak mengetahui makanan bernama roti.
“Gimana menjelaskannya ya...? Roti itu makanan yang terbuat dari gandum.” Tohrei agak bingung menjelaskannya bagaimana.
Ikumi nampaknya masih bingung walau dijelaskan oleh Tohrei.
“Yah lebih baik melihatnya langsung, aku juga akan mengambil daging rusa untuk dimasak.”
Tohrei memiliki beberapa persediaan daging rusa, itu ia dapat dari hasil berburu beberapa hari yang lalu sebelum kediamannya berteleportasi ke hutan penuh monster ini. Sebelum memiliki sistem sebelumnya dia memang lemah tapi dia masih bisa memburu makhluk biasa seperti rusa pada saat itu.
Daging yang dia buru disimpan disuatu ruangan khusus. Ruangan itu berada di bagian bawah kediamannya. Saat ini Tohrei dan Ikumi pergi menuju ruangan itu.
Mereka akhirnya sampai di depan sebuah pintu besi yang terkunci rapat. Tohrei mengambil sesuatu dari sakunya. Apa yang ia ambil adalah sebuah kunci untuk membuka pintu besi itu.
Begitu memasukkan kunci, pintu terbuka dan perlahan hawa dingin yang menusuk keluar. Begitu pintu terbuka lebar, hawa dingin semakin jelas. Isi dari ruangan itu membeku dan membuat permukaan ruangan hanya terlihat es.
“Tempat apa ini master? Kenapa sangat dingin disini?” Ikumi dan Tohrei memasuki ruangan.
“Ini ruangan pembeku, dengan menaruh daging disini maka daging itu akan tahan lama dan tidak cepat membusuk.” Dengan kata lain ruangan ini adalah sebuah kulkas besar.
Ruangan ini bisa menjadi sangat dingin karena terdapat batu sihir berelemen es disini. Kristal sihir itu dapat membuat apapun disekitarnya menjadi elemen dari kristal sihir tersebut. Jadi menaruh sebuah kristal sihir berelemen es disini maka sekitarannya akan berubah menjadi es.
Energi dari kristal sihir perlahan akan habis jika energinya secara terus-menerus keluar. Maka dia harus terus mengganti kristal sihir di ruangan ini jika energinya telah habis.
Yah untung saja kristal sihir membutuhkan waktu yang lama untuk kehabisan energinya. Kira-kira itu membuntuhkan sekitar 100 tahun untuk habis jadi Tohrei tidak perlu khawatir.
“Hup!” Tohrei mengangkut sesuatu yang nampaknya adalah daging rusa. Daging rusa itu terlihat masih dalam keadaan yang baik.
“Ayo kita keluar Ikumi, urusan kita disini sudah selesai.” Tohrei berjalan keluar dari ruangan sambil membawa daging rusa yang akan ia olah.
“Baik!” Ikumi keluar terlebih dahulu sebelum Tohrei.
Setelah mereka keluar dan kembali mengunci ruangan itu, mereka kembali ke dapur untuk memasak.
Ditengah jalan, Ikumi bertanya kepada Tohrei.
“Master mana roti yang Master maksud?” Ikumi nampaknya mencari-cari tapi tidak menemukan roti yang Masternya maksud.
“Ah..., itu akan kubuat nanti...,” Tohrei berniat untuk menciptakan roti sendiri dengan skill creation.
“Ikumi tidak sabar!”
Tohrei hanya tersenyum tipis melihat reaksi Ikumi. Mereka akhirnya sampai kembali ke dapur, pertama ia akan memanggang rusa terlebih dahulu.
Dia penasaran apakah rusa yang akan ia panggang akan terasa enak atau tidak. Karena sebelum mendapatkan sistem, dia selalu membuat gosong makanan yang ia panggang.
Tohrei memanggang rusa dengan metode yang ia tahu. Ikumi yang melihat rusa yang Tohrei masak membuatnya terlihat sangat tidak sabar untuk mencobanya. Aroma dari rusa panggang yang tercium membuat liur yang menciumnya keluar.
Yah itu hanya kata-kata yang terlalu berlebihan, yang sebenarnya mengeluarkan liur hanya Ikumi sedangkan Tohrei terlihat biasa saja walau ia juga merasa tergoda dengan aromanya.
Setelah memanggangnya hingga matang, Tohrei menyajikannya di wadah yang cukup untuk daging itu dan membawanya ke ruang makan.
“Jangan makan dulu sampai aku bilang ya Ikumi?” Tohrei memberi peringatan kepada Ikumi karena melihat betapa ia ingin memakan rusa panggang itu.
“Baik....,” Respon Ikumi yang sedikit kecewa tidak bisa langsung memakannya. Pada akhirnya dia pergi ke meja makan dan duduk di kursi sembari menunggu Tohrei memperbolehkannya untuk makan.
Setelah menaruh daging rusa di meja dan menyiapkan beberapa peralatan makan, Tohrei berpikir untuk membuat beberapa makanan dengan instan dengan skill creationnya.
Tohrei menciptakan minuman susu yang ia tahu dari bumi, lalu dia menciptakan roti lapis untuk mereka berdua. Ia melakukannya di depan Ikumi, tentu Ikumi terkejut dan kagum melihat itu.
“Apa yang barusan master lakukan?! Tangan master awalnya kosong tapi tiba-tiba ada sesuatu! Apa itu skill?” Ucap Ikumi yang kagum melihatnya.
“Yah ini skill ku, dengan skill ini aku bisa menciptakan apapun semauku.” Tohrei menyombongkan diri dihadapan Ikumi.
“Hebat..! Lalu kenapa Master tidak menciptakan langsung rusa panggang?” Tamya Ikumi yang penasaran.
“Selama bahannya masih ada, aku ingin memanfaatkannya, makanan yang kuciptakan dengan skillku barusan bahannya tidak ada maka aku harus menciptakannya langsung dan lagipula aku juga ingin menguji skill memasakku dengan memasak rusa panggang itu.”
“Oh iya makanan apa itu?” Yang Ikumi maksud adalah makanan yang barusan Tohrei ciptakan.
“Ini adalah roti lapis dan susu, mungkin kau akan menyukainya.” Tohrei menciptakan khusus susu untuk Ikumi.
“Nah sekarang kau bisa makan Ikumi, kau boleh makan terlebih dahulu yang manapun.” Tohrei duduk dan mempersilahkan Ikumi untuk memakan makanan di meja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Gusti Rahmat
liur emang bisa mencium ya/Pooh-pooh/
2024-03-09
0
108_Dugong
oklah
2022-07-13
0
108_Dugong
kenapa masak kalau gitu
2022-07-13
1