‘Dia masih hidup setelah kulubangi perutnya? Seharusnya dia sudah mati. Apa dia punya semacam skill atau item untuk hidup kembali?’
[Apakah anda ingin mengetahui informasi tersebut? Harga : 10 poin tukar.]
‘Tukarkan.’
[Penukaran berhasil, memproses informasi...]
[Apa yang membuatnya hidup kembali adalah sebuah kalung yang menggantung di lehernya. Jika penggunanya mati maka kalung itu akan hancur dan menghidupkan kembali penggunanya. Penggunanya akan mendapatkan bonus mode mengamuk yang meningkatkan statnya. Item ini hanya bisa dipakai sekali.]
‘Sebuah kalung? Aku tidak memperhatikannya tadi.’
“Yah karena kalung itu cuman bisa dipakai sekali, berarti aku hanya perlu membunuhnya sekali lagi kan?” Gumam Tohrei dengan senyum tipis.
Sang hobgoblin lord dengan ganas menyerang Tohrei dengan tangan kosong. Si hobgoblin lord itu memulai serangan dengan pukulan. Namun ketika pukulannya hampir mengenai Tohrei, secara tiba-tiba pukulan itu membelok dari Tohrei.
Dan disaat itu, Tohrei mengucap sesuatu dengan nada yang rendah. “Dengan ini selesai,
Seketika seolah tersedot, hobgoblin lord itu lenyap dalam kehampaan. Para goblin yang menyaksikan langsung terkejut dan terdiam melihat hilangnya keberadaan sang hobgoblin lord.
[Misi membunuh hobgoblin lord selesai! Anda mendapatkan hadiah : (1) 1.000 poin stat (2) 1.000 poin tukar (3) Skill : Area Detection]
“Misi selesai, sekarang kurasa aku akan kembali ke kediaman—” Tohrei membalikkan badan dan terkejut melihat pemandangan yang ia saksikan.
Seluruh goblin bersujud di hadapannya seolah dia adalah sosok yang mereka puja. “Tolong jadikan kami sebagai pengikut anda tuan!”
“Eh...?” Tohrei nampak bingung.
***
“Jadi intinya..., kalian berterima kasih kepadaku karena telah menyelamatkan kalian dari penderitaan yang selama ini kalian alami dan sebagai tanda terima kasih kalian mau menjadi pengikutku?” Tohrei mendapatkan kesimpulan dari tindakan para goblin.
“Begitulah tuan.” Sang kepala desa menjawab.
“Tapi kalian tidak harus menjadi pengikutku sebagai tanda terima kasih bukan?”
“Kami blessing goblin tidak mampu bertahan lebih lama lagi, diriku sebagai kepala ras sungguh lemah, tanpa sosok yang kuat memimpin, kami akan dimusnahkan oleh chaos goblin.” Kepala desa merasa putus asa.
“Oh ya mengenai blessing dan chaos goblin itu maksudnya apa? Sepertinya kalian bermusuhan.”
“Kami goblin memiliki dua ras yang saling bertolak belakang, chaos goblin adalah goblin yang tidak punya hati nurani dan bengis, mereka sangat suka membuat kekacauan.” Jelas kepala desa tentang chaos goblin.
“Dan Blessing Goblin adalah goblin yang punya hati nurani dan baik berbanding terbalik dengan chaos goblin, karena mereka tidak suka dengan sikap kami blessing goblin maka mereka mencoba menyingkirkan kami. Jumlah kami lebih sedikit dari mereka, membuat kami kalah jumlah dan pada akhirnya jumlah kami terus berkurang hingga yang tersisa hanya blessing goblin di desa ini.” Jelas kepala desa tentang blessing goblin.
‘Apa itu benar sistem?’ Tanya Tohrei kepada sistem.
[Itulah kebenarannya.]
“Begitukah? Chaos goblin..., apa itu seperti hobgoblin lord tadi?” Tohrei membicarakan hobgoblin lord yang telah ia lenyapkan dengan annihilation.
“Ya, dia datang ke desa ini dengan niat memusnahkan kami, namun sebagai pengampunan dia memperbudak kami, itu tidak lebih baik daripada kami mati.”
‘Sistem, menurutmu apa yang harus kulakukan? Entah mengapa aku merasa iba kepada mereka.’ Tohrei meminta saran dari sistem, dia tidak tahu apakah sistem memiliki solusi.
[Saya memiliki saran, anda bisa mengambil mereka sebagai pengikut setia, anda bisa menjamin kesetiaan itu dengan darah anda, jika anda memasukan darah anda kepada seseorang maka orang itu tidak akan mampu menolak perintah anda.]
‘Itu namanya kesetiaan palsu, aku benci yang seperti itu, apakah ada cara untuk menguji apakah mereka akan setia padaku? Ah..., sepertinya aku tahu.’ Tohrei tersenyum tipis.
“Hei, kalian bilang kalian ingin menjadi pengikutku kan?” Tanya Tohrei kepada mereka.
“Ya! Kami akan menjadi pengikut setia anda!” Kepala desa mengatakannya dengan yakin.
“Kalau begitu apa kalian akan menusuk mata kalian jika kuperintahkan?”
Para goblin terkejut, mereka saling berbincang dan pada akhirnya saling mengangguk lalu setuju. “Ya! Kami akan melakukannya jika itu perintah anda!”
“Kalau begitu lakukanlah sekarang.” Tohrei menciptakan pisau sesuai jumlah goblin. Ia menggunakan telekinesis untuk membagi itu semua ke masing-masing dari mereka.
Para goblin dengan sedikit ragu mencoba untuk menusuk matanya. Namun perlahan mereka tidak ragu lagi. Tangan mereka bergetar dan ketika mata mereka tepan akan tertusuk oleh pisau, Tohrei menghentikan mereka.
“Cukup sampai disana.” Tohrei menggunakan telekinesis untuk mengambil semua pisau itu. Ia kemudian melenyapkan itu dengan annihilation.
“Akan kuterima kalian sebagai pengikut setiaku.” Para goblin seketika bersorak gembira.
“Oh ya, namaku Tohrei, kalian bisa memanggilku dengan sebutan apapun.” Tohrei memperkenalkan dirinya.
“Terima kasih Tuan Tohrei! Kami pasti akan setia kepadamu!” Si kepala desa blessing goblin mengatakannya dengan bersungguh-sungguh.
“Ya ya aku mengerti, juga aku ingin bertanya, apa kalian ingin menjadi kuat?” Tanya Tohrei kepada seluruh goblin.
“Ya! Kami ingin menjadi kuat agar bisa melawan para chaos goblin dan membantu tuan!”
“Jawaban yang bagus, kalau begitu...,” Tohrei melukai tangannya sendiri, para goblin seketika terkejut atas tindakan Tohrei.
Darah Tohrei yang keluar melayang-layang membentuk gumpalan. “Minumlah darahku dan kalian akan menjadi kuat.” Tohrei membagi darahnya yang menggumpal itu menjadi setetes-setetes ke para goblin.
Mereka sedikit ragu untuk meminumnya namun setelah beberapa saat akhirnya mereka tidak ragu lagi dan meminum darah Tohrei. Tak terjadi apa-apa setelah mereka meminumnya, itu membuat para goblin kebingungan.
“Efeknya akan muncul nanti, jadi kalian hanya perlu menunggu, ngomong-ngomong sepertinya kalian harus pindah ke dekat kediaman ku, itu hanya agar kalian mudah untuk diawasi.” Tohrei berniat memindahkan pemukiman blessing goblin.
“Baik! Kami akan segera pindah tuan Tohrei.”
“Bagus, segera kemasi keperluan kalian dan ikuti aku ke kediamanku.”
Setelah para goblin berkemas akhirnya mereka pergi ke kediaman Tohrei dan jumlah blessing goblin adalah sekitar puluhan. Tohrei meminta sistem untuk mencari rute teraman untuk kembali. Akan merepotkan jika mereka diserang monster. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai.
“Yosh sekarang aku hanya perlu membangun rumah kalian.” Tohrei menyiapkan ancang-ancang untuk menggunakan skill creation. Para goblin kebingungan dengan maksud Tohrei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
The nickname
Mau jadi kaya lord rimuru
2023-04-19
1
ベルゼブブ
hmmm
2022-01-02
1
★←Råvêñ→★
hmm mungkin lebih baik klo mau di bagi²kek gtu, campuran aja darah MC ke minuman abistu suruh diminum biar gk dikurangin telalu banyak darahnya si MC takut Anemia😂😂yah gk maksa jga sih siapa tau klo darah nya dicampur efeknya berkurang
2021-09-28
2