Tohrei dan roh api itu akan segera bertarung. Masing-masing dari mereka mengeluarkan senjata untuk bertarung di tangan mereka. Ikumi yang berada tak jauh dari sana merasa khawatir dengan Tohrei. Namun segera dia menghilangkan kekhawatirannya, dia percaya tuannya lebih kuat dari roh api itu.
“Sebelum bertarung bagaimana kalau kita buat arena terlebih dahulu? Aku tak ingin menghancurkan halamanku sendiri.” Ucap Tohrei.
“Aku memiliki skill untuk melakukan itu dengan singkat.” Ucap Tohrei lagi.
“Hm? Aku tidak keberatan sama sekali.” Jawabnya.
“Kalau begitu...,
Seketika tanah tempat Tohrei dan sang roh api berpijak naik dan berubah menjadi batu yang menjadi arena mereka bertarung. Arena itu berbentuk persegi panjang dan di lantai arena terukir garis-garis yang membentuk kotak persegi.
Roh api yang menjadi lawan Tohrei menyadari suatu hal yang ada dalam arena ini. Dia menyadari ada sebuah barrier(pelindung) di arena ini.
‘Sebuah pelindung? Nampaknya aku mengerti.’ Roh api itu melihat ke arah Ikumi. Dia kemudian tersenyum tipis sesaat.
Dia menyadari arena ini dibuat agar serangan mereka tidak keluar dari arena. Nampaknya Tohrei khawatir serangan mereka akan mengenai Ikumi.
Sebelum memulai pertarungan Tohrei sudah membeli skill barrier tingkat tinggi dari sistem. Selain itu dia juga membeli hal lain yang akan dia gunakan nanti. Itulah kegunaan poin tukar, yaitu untuk menjadi alat tukar untuk membeli sesuatu di sistem.
“Apakah pertarungan kita kini bisa dimulai?” Tanya roh api itu.
“Ya.” Tohrei bersiap untuk menyerang.
Tohrei mengatur nafasnya dan memfokuskan matanya. Wanita berambut merah yang merupakan roh api juga sudah menyiapkan serangan.
Tohrei cukup ahli dalam bermain pedang di kehidupan yang sebelumnya, dengan sistem yang menjadi bagian dari hidupnya dia yakin keahliannya itu akan kembali kepadanya.
Tohrei memutuskan untuk menyerang terlebih dahulu. Dia melesat dengan gesit ke arahnya. Tohrei mengayunkan pedangnya ke arahnya. Namun dengan cepat wanita itu menangkisnya dengan pedang merahnya.
Tohrei yang serangannya ditangkis kini mengayunkan pedangnya kembali di titik yang berbeda. Namun serangannya di tangkis kembali. Begitu menyadari serangannya ditangkis lagi, dia melakukan tebasan kembali. Walau roh api itu terlihat menghindarinya dengan mudah namun sebenarnya dia merasa kesulitan karena tebasan Tohrei terlalu cepat.
Dia melakukannya puluhan kali dan berakhir selalu ditangkis. Tohrei kemudian memutuskan untuk mundur beberapa langkah.
Setelah Tohrei mundur, wanita itu lalu melawan balik. Dia melesat ke arah Tohrei dan melibaskan tebasan kepadanya menggunakan pedangnya yang berkobar api.
‘Uwahh!! Master!!’ Ikumi yang menyaksikan menutup matanya.
‘Ikumi takut! Tapi..., Ikumi harus melihat kekuatan master! Ikumi ingin melihat betapa kuatnya master!’ Ikumi membuka lebar-lebar matanya.
Tohrei dengan cepat menghindari tebasan wanita itu. Wanita itu kembali melakukan tebasan beberapa kali namun terus dihindari oleh Tohrei. Itu sama seperti saat Tohrei menyerangnya, namun Tohrei bukan menangkis melainkan menghindar.
Ikumi yang melihat itu begitu takjub. “Master hebat!”
Kemudian setelah itu masing-masing dari mereka melangkah mundur. Mereka berniat melakukan serangan jarak jauh.
Wanita itu mengeluarkan sejumlah bola api. Ia melesatkan bola apinya ke arah Tohrei. Namun secara tiba-tiba tepat beberapa meter dari Tohrei, bola api wanita itu telah dipadamkan oleh air yang secara tiba-tiba muncul dari langit.
Itu merupakan ulah Tohrei, dengan skill creationnya dia bahkan bisa membuat atribut elemen yang salah satunya adalah air.
Tohrei tersenyum lebar dan mengarahkan tangannya ke depan. “Kini giliranku!”
Tohrei menggunakan creation, seketika duri-duri tajam keluar dan memenuhi seluruh arena. Duri-duri tajam itu tercipta dengan begitu cepat. Hanya area Tohrei yang tidak terkena duri-duri itu.
Setelah menciptakan duri-duri itu Tohrei tidak melihat adanya wanita itu. Namun secara tiba-tiba dari belakang wanita itu muncul dibelakangnya dan langsung menebasnya.
Tohrei yang dengan cepat menyadarinya langsung menghindari tebasan itu. Tohrei melompat tinggi sehingga wanita itu hanya menebas udara kosong dan kemudian menghapus duri-duri yang ia ciptakan. Tohrei mendarat dengan mulus dan langsung menciptakan tembok batu.
Wanita itu menebas tembok batu yang menghalanginya dengan mudahnya. Selagi dia menebas tembok itu, Tohrei menciptakan puluhan pedang di langit dan menjatuhkannya ke tanah. Pedang-pedang itu berada di bawah wanita roh api itu. Tembok batu itu sebenarnya hanyalah pengalihan. Akan tetapi serangan itu tidak berguna, ia menghindar dengan begitu cepat.
‘Dia sungguh cepat! Kalau begitu kini akan kugunakan itu!’ Tohrei hanya tersenyum dengan tenang.
Tohrei menciptakan dual pistol di kedua tangannya. Pistol itu ia buat dari blueprint yang ia dapatkan dari sistem. Pistol ini dinamakan Celerize ZX. Pistol ini lebih cepat dan lebih kuat dari senjata api manapun yang ada di bumi. Sistem mengatakan bahwa ini adalah pistol yang bukan berasal dari bumi ataupun dunia ini. Tohrei harus membayar 100 poin tukar untuk mendapatkan blueprint dari pistol ini.
Disaat wanita roh api itu sedang sibuk menghindari pedang yang berjatuhan, Tohrei mengeluarkan tembakan dari pistolnya. Tanpa diduga, wanita itu menyadari serangannya.
Wanita itu mengubah pedangnya menjadi bola api dan melemparkannya ke langit. Bola api itu tidak mengenai pedang manapun karena bola api itu tidak digunakan untuk menyerang pedang yang jatuh. Dia akan menggunakan bola api itu untuk hal lain.
Begitu melempar bola api yang awalnya pedang, wanita itu mengambil salah satu pedang yang akan jatuh ke arahnya. Dia menggunakan itu untuk menangkis peluru yang dilesatkan oleh Tohrei dengan begitu cepat.
“Uwah..., yang benar saja...,” Tohrei bergumam memberi reaksi atas apa yang wanita itu lakukan. Walau begitu Tohrei masih tetap tenang.
Setelah menangkis peluru-peluru dari pistol milik Tohrei, wanita itu mengubah semua pedang Tohrei menjadi tombak api yang melayang. Tombak api itu ia lesatkan ke arah Tohrei.
Setelah melakukan itu, secara tiba-tiba wanita itu berubah menjadi api yang melayang. Dia dengan wujud itu melesat cepat ke arah Tohrei. Bola api miliknya juga mengikuti dirinya. Tohrei saat itu masih menghindari tombak-tombak yang terlesat ke arahnya.
Begitu ia sudah cukup dekat dengan Tohrei, ia merubah bola apinya kembali menjadi pedang semula. Pedang itu ia gunakan untuk menebas Tohrei. Namun tepat sebelum tebasan wanita itu mencapai lawannya, Tohrei menyatukan dual pistolnya menjadi sebuah pedang pendek yang digunakan untuk menangkis serangan wanita itu. Untung saja saat itu tombak api sudah tidak ada yang menyerang.
“Aku tidak menyangka kau cukup tangguh tuan.” Ucap wanita itu sembari mendorong maju pedangnya yang ditangkis Tohrei.
“Aku juga ingin mengatakan hal yang sama kepadamu.” Tohrei berkata dengan senyum lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
ベルゼブブ
h....
2022-01-02
3
★←Råvêñ→★
Vitur lengkap sistem belum diliatin
2021-09-28
16