" aku berangkat dulu sayang....ma,pa" pamit Raihan pada semuanya
pagi ini ada beberapa rapat penting nyang harus di hadiri oleh Raihan dan pak Harun
pak Harun pun menyusul kepergian Raihan di antar oleh nyonya Fatyah
Tiwi beranjak ingin pergi
" sayang..kamu sakit" ucap Bara pelan
" ya...sakit hati" jawab Tiwi ketus
" kenapa, Raihan menyakiti mu...jadi benar semalam kalian-"
" apa maksud mu mas, kau atau aku" tuduh Tiwi
" aku??? jangan mengada-ada..aku dan Raina tak ada apa-apa" sanggah Bara
" kenapa kau tak membalas pesan ku semalam?" tanya Bara
" aku tertidur" jawab Tiwi singkat
" tertidur atau di tiduri" tuduh Bara lagi
" mas,,kau tau kan Raihan siapa, melihat tubuh ku telanjang pun dia tak kan bernafsu, berbeda dengan mu, melihat kak Raina memakai pakaian tidur pasti membuat mu tak kan fokus" marah Tiwi
" benar...ucapan mu benar sekali" jawab Bara menarik sudut bibirnya
"ck....sudah kuduga" kesal Tiwi
" melihat dia memakai gaun tipis membuat ku ingin masuk kedalam kamar mu semalam,tetapi aku masih bisa mengontrol diri agar tak ketahuan,aku memutuskan untuk segera tidur" jelas Bara
" aku tak yakin"
" tak yakin kenapa wi" tanya Nyonya Fatyah yang masuk kembali ke dapur
" hm..ini ma..."Tiwi bingung untuk menjawab nya...
" Tiwi ingin meminta izin keluar menjenguk keluar nya ma,tapi tak yakin kalau di izinkan oleh mama" potong Bara memberikan alasan
" kenapa??" tanya nyonya Fatyah
" itu ma...aku merindukan ibu"
" tidak bisa sekarang wi,,bulan depan saja,,karena bulan ini mama sedang sibuk menemani papa untuk menghadiri acara,jadi bulan depan saja" jelas Nyonya Fatyah
" kenapa harus bulan depan ma,kan Tiwi bisa pergi sendiri" ucap Bara pura-pura tidak mengerti
" tidak...jika keluar dari rumah mama harus ada di rumah" sanggah Nyonya Fatyah
karena jika dia sibuk,Tiwi keluar akan berbahaya baginya,dia takut Tiwi kabur,dia harus memastikan kepergian Tiwi dan di kawal oleh bodyguard nya
" iya mas,, bulan depan saja" ucap Tiwi lemah, sebenarnya dia juga merindukan keluarga nya
Bara berpikir sejenak,tidak akan mudah membawa Tiwi dari rumah ini,apalagi saat ini dia tak punya dukungan dari orang tuanya,ini akan membuat Bara di pojokan
Tiwi menghela nafas panjang,untung saja Nyonya Fatyah tak curiga pada pembicaraan nya dan Bara
Tiwi segera naik ke lantai atas....
Bara segera pamit pada Nyonya Fatyah untuk berangkat bekerja
Raina bangun dengan badan sedikit pegal karena semalam tidur di sofa...
dia segera membersihkan diri lalu keluar kamar..
saat keluar berpapasan dengan Tiwi
" wi....suamiku sudah berangkat kerja?" tanya Raina
" su-dah kak" jawab Tiwi gugup,sejak dia menjalin hubungan dengan Bara Tiwi merasa ketakutan melihat Raina takut Raina mengetahui nya dan mengamuk pada Tiwi..
" kenapa??kamu sakit?" tanya Raina melihat wajah pucat Tiwi
" ti-dak kak,hanya sedikit lelah, kurang tidur" jawab Tiwi lalu segera masuk kedalam kamarnya
Raina turun kelantai bawah untuk sarapan
" na,,jangan di biasakan bangun siang saat suamimu kekantor,kamu harus melayani nya na" ucap Nyonya Fatyah
" tubuhku sedikit pegal ma"
" bagaimana pun kau seorang istri na,jangan biarkan Bara bosan padamu dan mencari kepuasan lain" oceh Nyonya Fatyah
" memang itu yang ku mau,biar aku dan Michael segera bersatu" batin Raina sambil berjalan kemeja makan
Raina menyendokan nasi goreng ke mulut nya,dia berpikir harus segera mengakhiri pernikahan ini...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Rangrizal28
keluarganya baik diluar,didalamnya berantakan
2022-11-28
1
Ira Wati
iya cepat Raina, akhirnya semuanya secepatnya 🤭🙈
2022-08-29
0
Umi Suri
Hidup macam apa yg dijalani keluarga ini. Terlalu nmaksakan diri yg pada akhirnya berada dipikirkan dosa
2022-08-07
0