Bara menunggu kepergian Raihan,dari tadi dia bolak-balik dari lantai atas ke bawah,,Bara seperti cacing kepanasan menunggu kepergian Raihan...
Raihan dan Tiwi sedang berada di kamar..
" wi,,aku tak pulang malam ini,jangan beritahu apa pun pada mama" ingat Raihan
" mas,,,tidak bisa kah kau berubah,coba lah untuk sehat mas,kau masih muda,masa depan mu masih panjang,aku ingin kau menjalani pengobatan..kita masih punya waktu untuk menjadi keluarga bahagia" ungkap Tiwi menangis
" Wi,,ini hidupku,duniaku,aku tak minta kau hadir dalam hidupku,kau yang menginginkannya bukan" bentak Raihan
" bukan...ini semua keinginan mama mu"
" tapi kau tak menolak,kau menikmati semua pemberian mama sehingga kau lupa cara menyenangkan dirimu sendiri" Sindir Raihan
" mas,,,aku begini karena ingin kau sembuh,ingin kau menjadi lelaki normal,aku akui aku menerima semua pemberian mama mu,tapi keluarga kalian sudah mengekang hidupku, kebahagiaan ku" pekik Tiwi emosi
" aku tak minta semua itu,aku bahagia dengan duniaku,, jangan coba-coba mengaturku wi,aku sudah berusaha berbaik hati tidak menyiksamu"
" baiklah jika itu yang kau mau mas, jangan salahkan aku jika aku mencari kebahagiaan ku" ucap Tiwi lantang
" silahkan...aku menikah dengan mu hanya status,jadi jangan berharap lebih dariku" ucap Raihan lalu pergi meninggalkan Tiwi
Bara melihat Raihan turun dari lantai bawah,dia pura-pura sedang menonton televisi
" kemana han?" tanya Bara santai
" aku pergi dulu mas" jawab Raihan singkat lalu pergi keluar dari rumah
Bara menghubungi Tiwi tak tak kunjung di angkat oleh Tiwi,,Bara menjadi curiga kalau Tiwi sudah menghabiskan waktu nya bersama Raihan sehingga tak mengangkat telepon nya, sedangkan Tiwi saat ini sedang menangis..
Bara mengirimkan pesan berulang kali ke ponsel Tiwi tapi tak ada satupun yang di balas oleh Tiwi sehingga membuat Bara kesal dan nekat masuk lagi ke kamar Tiwi..
Bara melihat Tiwi berbaring di ats ranjangnya dengan mata sembab dan air mata mengering..
" wi...kamu kenapa?? apa Raihan memperlakukan mu kasar? Raihan menyakiti mu" cecar Bara
Tiwi tak menjawab hanya menggelengkan kepalanya..
" wi...katakan pada ku,,ayo wi... cerita, jangan begini,biarkan aku tau masalah mu" desak Bara
Tiwi hanya menangis dan memeluk Bara
" aku akan mendengar semua cerita mu..." bisik Bara
Tiwi menghapus air matanya dan mulai bercerita pada Bara
" rumah tangga ku tidak harmonis seperti yang kalian kira,tak ada yang mengetahui kehidupan rumah tangga kami,kecuali mama dan papa mertua" ucap Tiwi menarik nafas nya panjang
" maksud mu?" tanya Bara heran
"kami menjalani rumah tangga palsu aku dan Raihan di paksa menikah,kami tak saling cinta dan suka, awalnya aku mencoba menerima Raihan tetapi semakin kesini Raihan semakin tak bisa terkontrol,Raihan memiliki penyakit" jelas Tiwi
" penyakit???" tanya Bara bingung
" ya...Raihan seorang Gay"
" Gay...." pekik Bara
" sst......jangan keras-keras,,nanti ada yang mendengar,selain mama dan papa mertua hanya kau yang aku beritahu"
" Raina??"
" kak Raina tak mengetahui apapun karena dia lama di luar negeri,, setahun ini aku tanggung sendiri"
" kenapa kau tak lari saja wi?" banyak sekali pertanyaan di kepala Bara dia tak mengerti mengapa perempuan muda ini mau menjalankan pernikahan palsu ini
" aku tak bisa mas,,aku tak kan bisa lari, keluar dari rumah ini saja aku di awasi,itu lah sebab nya aku tak pernah keluar dari sini..." jelas Tiwi lemah
Bara menatap wanita malang ini,,ingin sekali membawa Tiwi bersama nya tetapi dia tak bisa seenaknya berbuat,dia punya Raina, bagaimana pun Raina istri sah nya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Louisa Janis
bawa aja Bara biar rame itu keluarga
2022-12-16
0
Bu Kus
kasihan Tiwi GK bisa kabur dan GK bisa tuntun minta pisah kedua mertuanya ko jahat banget sih
2022-12-16
0
Ira Wati
aaaaaah kasihan Tiwi 😥
2022-08-29
0