pagi ini Tiwi bangun dengan perut lapar karena semalam dia melewati makan malam,,
semalam Bara turun untuk meminta maaf pada Tiwi tapi Tiwi tak kunjung turun dari kamar nya...
Tiwi segera mandi dan merapikan dandanan nya,lalu segera turun
" Raihan tidak pulang wi?" tanya Nyonya Fatyah
" seperti biasa ma,malam Minggu dia tak kan pernah pulang" jawab Tiwi
" kemana Raihan,kenapa setiap malam Minggu dia tak pulang" Batin Bara
Tiwi melirik kearah Bara yang sedang makan sarapan nya dengan Raina,,kali ini Raina bangun lebih awal karena hendak pergi..
" kamu mau kemana na?" tanya pak Harun
" ke salon pa,,aku ingin mempercantik diri,ini kan juga untuk suamiku" alasan Raina
pak Harun yang mendengar nya merasa senang, rumah tangga Raina dan Bara tak seburuk yang di pikirkan nya
" biarkan lah pa, sesekali Raina menikmati waktu nya" bela Bara
" kalau kau sudah mengizinkan nya papa bisa apa, tanggung jawab Raina sudah Papa serahkan pada mu"ucap Pak Harun
" ma, hari ini kita berangkat ke luar kota,ada proyek yang harus papa kerjakan selama dua hari di sana" ucap Pak Harun
Raina yang mendengar nya senang karena dia bisa tidak pulang malam ini
Nyonya Fatyah berpikir sejenak,dia menatap Raina,tetapi Raina pura-pura tak menyadari nya,,nyonya Fatyah berpikir meninggalkan Raihan,,tetapi dia yakin Tiwi bisa mengatasi nya,Tiwi juga tak kan berani kabur karena banyak bodyguard yang menunggu mereka di luar...lagi pula Raihan tak kan berani pulang membawa teman kencan nya karena ada Bara dan Raina di rumah
" baiklah pa,mama bersiap dulu" jawab Nyonya Fatyah
Bara dan Raina menarik nafas lega, mereka bisa sama-sama bebas,Raina bebas bersama Michel dan Bara bebas bersama Tiwi,dia ingin meminta maaf pada Tiwi..
Pak Harun dan Nyonya Fatyah berangkat
" Wi..jaga Raihan jika dia membawa teman nya hubungi mama,pinta para bodyguard mengusirnya" bisik Nyonya Fatyah
" iya ma" sahut Tiwi
" na,, Pulang cepat,,kau sudah bersuami jangan menyamakan dirimu dengan gadis di luar sana,ada suami yang harus kau urus" ingat Nyonya Fatyah dan Raina mengangguk seolah patuh,Bara tak ambil pusing lagi dengan kelakuan Raina,baginya saat ini hanya keberadaan Tiwi yang membuat dia betah di rumah mertuanya ini..
pak Harun dan Nyonya Fatyah berangkat,tak lama kemudian Raina hendak menyusul pergi
" mas,,aku berangkat,mungkin tak kan pulang, jangan coba-coba mengadu mas,aku tak kan memaafkan mu" ancam Raina setengah berbisik
Tiwi melirik kearah kakak ipar dan iparnya ini lalu beranjak masuk kembali
Raina segera keluar dari rumah nya,,
Bara berlari masuk untuk mengejar Tiwi
" wi...maafkan aku kemarin aku benar-benar khilaf" ungkap Bara
" sudah lah mas,,anggap saja kita sama-sama khilaf" ujar Tiwi berusaha menetralkan detak jantung nya
" kenapa semudah itu kau memaafkan ku wi,, seperti ada yang aneh dengan kehidupan rumah tangga mu" cecar Bara
" aku sedang tak mood membahas nya mas,aku ingin melanjutkan makan ku" ujar Tiwi kembali ke meja makan nya
Bara memperhatikan Tiwi,dia sangat ingin sekali mencium bibir tipis Tiwi saat ini, berulangkali dia menjadikan Tiwi fantasi liar nya di kamar mandi
setelah makan Tiwi kembali kekamar, aktifitas Tiwi hanya di seputaran rumah saja, membuat nya bosan,hanya ponsel yang menjadi teman Tiwi sehari-hari...
Bara mengikuti langkah kaki Tiwi,dia melihat kiri kanan tak ada yang memperhatikan nya,Bara ikut masuk kedalam kamar Tiwi..
" kenapa masuk mas?" tanya Tiwi takut
" aku hanya ingin memastikan keadaan mu wi,apa rumah tangga mu baik-baik saja" ucap Bara
" mas,,nanti ada yang datang.." elak Tiwi
" tidak akan ada wi,semua sudah pergi, pelayanan tak ada yang berani naik kelantai atas.." ucap Bara
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Louisa Janis
jalani aja Bar
2022-12-16
0
Nenk Leela Poetrie Mawar
kok aku ikut bahagia ya
oh tuhan maaf kan aku yg ikut bahagia ini 🤭🤣🤣🤣
2022-09-01
0
Ira Wati
huuuuf jadi deg deg an sendiri deh 🙈
2022-08-29
0