" mas...kamu sudah pulang?" tanya Tiwi pada Raihan yang baru saja masuk kedalam kamarnya
" Hmm...." ucap Raihan cuek
Tiwi menghela nafas panjang melihat kelakuan Raihan yang begini setiap harinya,Ntah kapan Tiwi bisa keluar dari belenggu rumah ini, hanya Bara yang menjadi sebab Tiwi mampu berdiri saat ini...
***
makan malam kali ini semuanya berkumpul,Tiwi Melayani Raihan seperti biasanya,dan Raina pun menampakkan sosok peduli nya pada Bara di depan orang tuanya
" permainan macam apa ini" batin Bara
walaupun Tiwi hanya sekedar mengikuti alur peran Bara sedikit cemburu melihat nya karena Raihan terlalu romantis di depan Mereka seolah-olah rumah tangga mereka Normal...
begitu pula dengan Raina,Tiwi mengepalkan tangan cemburu melihat Raina Melayani Bara
sesekali Tiwi menatap tajam Bara,dan melotot kan matanya membuat Bara menjadi geli sendiri melihat kecemburuan Tiwi..
selain makan pasangan ini sibuk dengan ponselnya masing-masing, mereka duduk di kamar dan seolah tak saling kenal
Raina sibuk dengan Michel,Raihan sibuk dengan teman kencannya, sedang kan Bara sibuk dengan Tiwi..mereka saling bertukar pesan...
" aku perhatikan akhir-akhir ini kamu sangat sibuk dengan ponselmu wi" ucap Raihan sesekali melirik ke arah Tiwi
" aku bermain game mas,,karena tak mempunyai teman untuk chatting" alasan Tiwi
" kau cari saja teman chatting mu wi,agar kau bisa merasakan dunia pacaran,aku tidak marah sama sekali,selagi kau tak keluar rumah" ucap Raihan santai
" aku tak perlu itu,aku hanya bermain game untuk menghilangkan jenuh ku" jawab Tiwi yang terus mengetik ponselnya
Raihan tak ambil pusing dengan Tiwi, selagi Tiwi tak berperilaku aneh dan keluar rumah itu sudah cukup bagi Raihan..egois memang kedengarannya tetapi itu lah Raihan dia hanya mengenal kan istrinya di dunia bisnis di dunia kelamnya dia tak memiliki istri melainkan teman kencannya...
Bara membolak-balikan ponselnya tak ada lagi balasan pesan dari Tiwi,Bara khawatir Tiwi malah menghabiskan malam bersama Raihan meskipun dia tau Raihan Gay tapi Bara tak sepenuhnya percaya jika Raihan tak tertarik jika melihat tubuh polos Tiwi,Bara saja yang hanya membayangkan membuat benda Pusaka nya bergerak dan berontak ingin keluar dari sangkar nya..
" kenapa?" tanya Raina
Bara tak menjawab dia membuka bajunya dan tidur hanya mengenakan boxer karena kegerahan
" kenapa tidur begitu,pake kaos dalam mu" perintah Raina
Bara tak memperdulikan ucapan Raina dia terus menuju Ranjang dan memejamkan matanya,kepala nya pusing memikirkan Tiwi yang tak kunjung membalas pesannya..
Raina yang kesal memiliki tidur di sofa dia takut Bara macam-macam padanya,bisa saja bara melakukan nya karna nafsu, menurut Raina berhubungan badan tak harus adanya cinta bagi para lelaki,apalagi Raina tau dia tak pernah menjalankan kewajiban nya pada Bara bisa saja Bara memaksa nya..
****
pagi ini Bara bangun tergesa-gesa dia ingin melihat pujaan hati nya segera..
Terlihat Tiwi sedang menyiapkan sarapan untuk Raihan dan mertua nya,Bara tutun dengan tampang coolnya
" Pagi..." sapa Bara pada semua yang ada di meja makan tetapi matanya tetap melirik pada Tiwi
" pagi juga mas,mau sarapan apa?" tanya Tiwi sopan
" nasi goreng saja wi" pinta Bara
" mana Raina ra?" tanya Nyonya Fatyah
" masih tidur ma,dia kelelahan semalam" sahut Bara ambigu
Tiwi memperlambat gerak nya,dia mengira Raina dan Bara menghabiskan malam panjang sehingga Raina kelelahan..
Terlihat raut wajah Tiwi berubah tapi dia tak bisa egois,Bara suami sah Raina,kapan pun Raina bisa merubah perilaku nya dan mereka bisa utuh menjadi suami istri berbeda dengan Dia dan Raihan yang tak akan pernah bersatu karena suatu perbedaan....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Afifah Nazzmi
dr baca pertama smpai d bab ini kenapa sy gk bs ngasih like y
2023-04-03
0
Louisa Janis
kamu yang tenang Wi nggak akan terjadi apa apa dengan mereka
2022-12-16
0
Ira Wati
cie cie yg cemburu
2022-08-29
0